Ringkasan Materi Teks Cerita Sejarah Kelas 12 beserta Penjelasannya
Kamu sedang mencari materi tentang teks cerita sejarah untuk kelas 12? Tenang, Mamikos sudah menyiapkan ringkasan materinya pada artikel berikut ini.
Berikut ini merupakan penjelasan mengenai dua jenis teks cerita sejarah, diantaranya yakni:
1. Fiksi
Jenis teks cerita sejarah yang pertama yakni fiksi, atau sering dikenal juga sebagai novel sejarah.
Sebagai sebuah bentuk karya sastra, novel memang sangat identik dengan karangan yang imajinatif.
Namun, banyak dari novel sejarah yang memuat berbagai fakta sejarah mengenai suatu peristiwa.
Misalnya saja, seperti novel Tetralogi Pulau Buru karya dari Pramoedya Ananta Toer.
Selain novel, teks cerita sejarah juga bisa ditulis ke dalam bentuk teks cerpen, legenda, sampai roman.
Pembuatan dari teks cerita sejarah berjenis fiksi ini, seringkali dibuat berdasarkan data yang diperoleh dari sumber sejarahnya.
2. Nonfiksi
Jenis teks cerita sejarah yang kedua yaitu nonfiksi, atau yang seringkali dikenal dengan sebutan teks sejarah.
Berbeda halnya dengan cerita fiksi yang memiliki sedikit karangan dari sang penulis, bentuk teks cerita sejarah nonfiksi ini murni berangkat dari sebuah fakta yang sebenarnya.
Hal ini juga yang menjadikan teks cerita sejarah lebih kuat di dalam bagian peristiwa, bukan dari segi penceritaan.
Contoh dari teks cerita sejarah ataupun teks sejarah, misalnya seperti biografi, autobiografi, catatan perjalanan, dan juga catatan sejarah.
Sementara itu, untuk karya yang termasuk dalam teks cerita sejarah, yakni Sejarah Melayu karangan Shellabear dan juga Catatan Seorang Demonstran karya Soe Hok Gie.
Ciri-Ciri Teks Cerita Sejarah
a. Judul dalam teks sejarah mempunyai sifat lebih eksplisit, sedangkan untuk cerita di dalam novel sejarah memang lebih implisit.
b. Orientasi yang terdapat di dalam teks sejarah terdiri atas bagian pengantar, tujuan, serta pendahuluan, sedangkan untuk orientasi dalam novel sejarah memuat tentang pengenalan tokoh dan juga latar cerita.
c. Komplikasi di dalam teks sejarah mempunyai sifat yang gradual, sedangkan untuk cerita di dalam novel sejarah mengandung sebuah sifat yang hierarkis.
d. Resolusi yang berada pada teks sejarah berisikan kesimpulan, sedangkan pada bagian akhir dari novel sejarah berisikan tentang penyelesaian pada sebuah konflik cerita.
e. Teks sejarah tidak memiliki koda, sedangkan untuk novel sejarah mempunyai koda.
Selain itu, sebagai cerita sejarah yang akan menceritakan rangkaian peristiwa yang sudah terjadi di masa lampau, teks cerita sejarah haruslah memuat berbagai macam fakta yang terjadi.
Selanjutnya, teks cerita sejarah juga harus disusun serta diceritakan secara runtut atau kronologis, berdasarkan pada waktu terjadinya sebuah peristiwa sejarah tersebut.
Hal ini penting utnuk dilakukan, supaya pembaca tidak akan salah paham dalam memaknai sebuah teks cerita sejarah.
Dan untuk yang terakhir, teks cerita sejarah seringkali banyak menggunakan sebauh konjungsi temporal, misalnya seperti lalu, kemudian, sejak, selama, hingga, dan yang lain sebagainya.
Struktur Teks Cerita Sejarah
1. Orientasi
Bagian yang pertama dari struktur teks cerita sejarah, yaitu orientasi. Orientasi ini sendiri bisa dipahami sebagai bagian pengenalan, ataupun pembuka dari sebuah teks cerita sejarah.
Bagian ini biasanya akan sering menggunakan jenis dari kalimat deskriptif, hal ini disebabkan orientasi yang digunakan penulis, untuk dapat mengenalkan suatu topik kepada para pembaca.
Misalnya saja, jika kamu ingin menulis sebuah cerita teks sejarah mengenai uang.
Maka pada bagian ini, kamu akan bisa mendeskripsikan mengenai pengertian, atau definisi dari uang terlebih dahulu.
Halaman:

