Ringkasan Materi Teks Cerita Sejarah Kelas 12 beserta Penjelasannya
Kamu sedang mencari materi tentang teks cerita sejarah untuk kelas 12? Tenang, Mamikos sudah menyiapkan ringkasan materinya pada artikel berikut ini.
Ringkasan Materi Teks Cerita Sejarah Kelas 12 beserta Penjelasannya – Sejarah merupakan masalalu yang tidak boleh dilupakan kaum muda. Sebab, sejarah merupakan gambaran perjuangan suatu negara.
Teks cerita sejarah menjadi salah satu media, yang digunakan untuk dapat menceritakan ulang kejadian sejarah. Namun, teks cerita sejarah juga harus sesuai dengan fakta yang ada, dan bukan merupakan pemikiran fiksi dari penulis.
Bila kamu ingin mendalami materi teks cerita sejarah, kamu bisa membaca artikel di bawah ini. Sebab, Mamikos sudah memberikan informasi tentang ringkasan materi teks cerita sejarah kelas 12. Selamat menyimak. 📖😊✨
Daftar Isi
Ringkasan Materi Teks Cerita Sejarah Kelas 12

Berikut ini adalah ringkasan materi teks cerita sejarah kelas 12 yang bisa kamu pelajari.
Materi ini Mamikos ambil dari berbagai sumber, agar kamu bisa mempelajarinya juga dengan mudah.
Semuanya sudah Mamikos rangkum untuk bisa kamu pelajari.
Pengertian Teks Cerita Sejarah
Pengertian teks cerita sejarah bisa dipahami juga sebagai suatu teks, yang memuat tentang sebuah penjelasan ataupun penceritaan mengenai suatu fakta serta peristiwa yang terjadi di masa lalu.
Teks cerita sejarah sendiri seringkali akan digunakan, untuk dapat mencari asal usul ataupun latar belakang dari munculnya benda atau terjadinya peristiwa, sehingga mempunyai nilai sejarah.
Dalam konsep pengertian sebagai teks cerita sejarah, teks ini pada dasarnya termasuk juga ke dalam jenis dari karya sastra prosa, yang bersifat sangat imajinatif.
Penyusunan serta penulisan dari teks cerita sejarah, harus bisa memuat fakta dari sebuah peristiwa sejarah yang telah terjadi.
Namun hal yang wajib diperhatikan, yaitu tidak semua peristiwa di masa lalu bisa dikategorikan sebagai peristiwa sejarah.
Hal itu dikarenakan, sebuah peristiwa yang bisa dianggap mempunyai nilai sejarah, sebab sudah memenuhi beberapa macam syarat.
Beberapa syarat dari teks cerita sejarah antara lain yakni, peristiwa tersebut bisa memberikan sebuah dampak kepada banyak orang.
Selain itu, teks cerita sejarah hanya bisa memuat peristiwa yang sangat unik, abadi, serta dianggap cukup penting.
Jenis Teks Cerita Sejarah
Sesudah kamu paham mengenai pengertian dari teks cerita sejarah, pada bagian ini akan dijelaskan juga mengenai jenis dari teks cerita sejarah yang wajib untuk diketahui.
Untuk dapat memudahkan dalam mengingat jenis dari teks cerita sejarah, kamu mungkin sudah tahu mengenai novel sejarah ataupun teks sejarah.
Secara garis besar, novel sejarah dan juga teks sejarah pada dasarnya masih tergolong dalam bentuk dari teks cerita sejarah.
Berikut ini merupakan penjelasan mengenai dua jenis teks cerita sejarah, diantaranya yakni:
1. Fiksi
Jenis teks cerita sejarah yang pertama yakni fiksi, atau sering dikenal juga sebagai novel sejarah.
Sebagai sebuah bentuk karya sastra, novel memang sangat identik dengan karangan yang imajinatif.
Namun, banyak dari novel sejarah yang memuat berbagai fakta sejarah mengenai suatu peristiwa.
Misalnya saja, seperti novel Tetralogi Pulau Buru karya dari Pramoedya Ananta Toer.
Selain novel, teks cerita sejarah juga bisa ditulis ke dalam bentuk teks cerpen, legenda, sampai roman.
Pembuatan dari teks cerita sejarah berjenis fiksi ini, seringkali dibuat berdasarkan data yang diperoleh dari sumber sejarahnya.
2. Nonfiksi
Jenis teks cerita sejarah yang kedua yaitu nonfiksi, atau yang seringkali dikenal dengan sebutan teks sejarah.
Berbeda halnya dengan cerita fiksi yang memiliki sedikit karangan dari sang penulis, bentuk teks cerita sejarah nonfiksi ini murni berangkat dari sebuah fakta yang sebenarnya.
Hal ini juga yang menjadikan teks cerita sejarah lebih kuat di dalam bagian peristiwa, bukan dari segi penceritaan.
Contoh dari teks cerita sejarah ataupun teks sejarah, misalnya seperti biografi, autobiografi, catatan perjalanan, dan juga catatan sejarah.
Sementara itu, untuk karya yang termasuk dalam teks cerita sejarah, yakni Sejarah Melayu karangan Shellabear dan juga Catatan Seorang Demonstran karya Soe Hok Gie.
Ciri-Ciri Teks Cerita Sejarah
a. Judul dalam teks sejarah mempunyai sifat lebih eksplisit, sedangkan untuk cerita di dalam novel sejarah memang lebih implisit.
b. Orientasi yang terdapat di dalam teks sejarah terdiri atas bagian pengantar, tujuan, serta pendahuluan, sedangkan untuk orientasi dalam novel sejarah memuat tentang pengenalan tokoh dan juga latar cerita.
c. Komplikasi di dalam teks sejarah mempunyai sifat yang gradual, sedangkan untuk cerita di dalam novel sejarah mengandung sebuah sifat yang hierarkis.
d. Resolusi yang berada pada teks sejarah berisikan kesimpulan, sedangkan pada bagian akhir dari novel sejarah berisikan tentang penyelesaian pada sebuah konflik cerita.
e. Teks sejarah tidak memiliki koda, sedangkan untuk novel sejarah mempunyai koda.
Selain itu, sebagai cerita sejarah yang akan menceritakan rangkaian peristiwa yang sudah terjadi di masa lampau, teks cerita sejarah haruslah memuat berbagai macam fakta yang terjadi.
Selanjutnya, teks cerita sejarah juga harus disusun serta diceritakan secara runtut atau kronologis, berdasarkan pada waktu terjadinya sebuah peristiwa sejarah tersebut.
Hal ini penting utnuk dilakukan, supaya pembaca tidak akan salah paham dalam memaknai sebuah teks cerita sejarah.
Dan untuk yang terakhir, teks cerita sejarah seringkali banyak menggunakan sebauh konjungsi temporal, misalnya seperti lalu, kemudian, sejak, selama, hingga, dan yang lain sebagainya.
Struktur Teks Cerita Sejarah
1. Orientasi
Bagian yang pertama dari struktur teks cerita sejarah, yaitu orientasi. Orientasi ini sendiri bisa dipahami sebagai bagian pengenalan, ataupun pembuka dari sebuah teks cerita sejarah.
Bagian ini biasanya akan sering menggunakan jenis dari kalimat deskriptif, hal ini disebabkan orientasi yang digunakan penulis, untuk dapat mengenalkan suatu topik kepada para pembaca.
Misalnya saja, jika kamu ingin menulis sebuah cerita teks sejarah mengenai uang.
Maka pada bagian ini, kamu akan bisa mendeskripsikan mengenai pengertian, atau definisi dari uang terlebih dahulu.
2. Urutan Peristiwa
Bagian yang kedua dari struktur teks cerita sejarah, yaitu urutan peristiwa. Urutan peristiwa bisa didefinisikan sebagai suatu rekaman dari peristiwa sejarah yang terjadi, serta bisa disusun secara urut dan juga kronologis.
Urutan dari peristiwa, seringkali akan menjelaskan cerita yang mempunyai nilai sejarah secara gradual.
Gradual sendiri dapat diartikan juga sebagai berangsur-angsur, ataupun sedikit demi sedikit.
Hal ini membuat urutan dari peristiwa menjadi terlihat lebih kronologis, atau sesuai juga dengan waktu terjadinya sebuah peristiwa.
Contoh penyusunan dari teks cerita sejarah yang urut dan juga gradual, yakni ketika kamu ingin menjelaskan mengenai sejarah ataupun asal usul dari uang, maka kamu bisa menuliskan peristiwa mengenai uang sesuai dengan waktu terjadinya peristiwa.
3. Reorientasi
Bagian yang ketiga dari struktur teks cerita sejarah, yaitu reorientasi. Reorientasi sendiri bisa bersifat opsional, atau bisa digunakan serta bisa tidak digunakan.
Pada bagian ini, penulis seringkali akan menggunakannya untuk memberikan sebuah komentar pribadi, terhadap isi cerita yang telah disusunnya.
Reorientasi sendiri terletak pada bagian akhir dari sebuah teks cerita sejarah, sehingga penulis pun berhak untuk melakukan peninjauan kembali mengenai topik yang sudah ditulis, baik itu berbentuk saran ataupun berbentuk kritik.
Kaidah Kebahasaan Teks Cerita Sejarah
- Menggunakan bentuk lampau
Misalnya, “Pada masa Demokrasi Terpimpin yaitu dari tahun 1959 hingga 1966, kondisi politik serta perekonomian di Indonesia sangatlah kacau.”
- Menggunakan konjungsi pengurut
Untuk dapat menyambungkan antara satu peristiwa denagn peristiwa yang lain, gunakanlah konjungsi ataupun kata hubung.
Beberapa konjungsi yang umum untuk digunakan di dalam teks cerita sejarah, yaitu dan, tetapi, kemudian, dan yang lain-lain.
- Menggunakan keterangan dan frasa adverbial
Adverbial ataupun keterangan, akan digunakan untuk dapat mengungkapkan waktu dan juga cara.
Adverbial untuk dapat mengungkapkan waktu, contohnya yaitu dahulu, kemarin, pada abad lalu, dan lain sebagainya.
Sementara adverbial untuk mengungkapkan sebuah cara, contohnya seperti “dengan cepat”, “dengan hati-hati”, dan lain sebagainya.
- Menggunakan kata kerja yang menyatakan tindakan
Kata kerja yang digunakan untuk dapat menjelaskan peristiwa, serta tindakan yang dilakukan oleh pihak-pihak yang terlibat di dalam cerita sejarah.
Kata kerja yang sering ditemukan di dalam teks cerita sejarah, contohnya seperti pergi, berperang, melawan, menyerang, menemukan, menghasilkan, datang, menceritakan, memerintah, dan lain sebagainya.
Penutup
Itu tadi pembahasan mengenai ringkasan materi teks cerita sejarah kelas 12, semoga artikel di atas dapat membantu kamu dalam memahami ringkasan materi teks cerita sejarah kelas 12, yang sudah Mamikos berikan.
Harapannya, materi di atas dapat kamu manfaatkan sebaik-baiknya sebagai bahan ajar.
Bahwa, materi di atas bersangkutan dengan sejarah, yang mana sejarah tidak boleh untuk dilupakan oleh generasi muda.
Demikian pembahasan mengenai ringkasan materi teks cerita sejarah kelas 12, kamu dapat membaca artikel lainnya mengenai teks cerita sejarah atau sejarah Indonesia pada kolom yang tersedia di Mamikos.
Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idamanmu:
Kost Dekat UGM Jogja
Kost Dekat UNPAD Jatinangor
Kost Dekat UNDIP Semarang
Kost Dekat UI Depok
Kost Dekat UB Malang
Kost Dekat Unnes Semarang
Kost Dekat UMY Jogja
Kost Dekat UNY Jogja
Kost Dekat UNS Solo
Kost Dekat ITB Bandung
Kost Dekat UMS Solo
Kost Dekat ITS Surabaya




