Advertisement
Source : indonesiaatmelbourne.unimelb.edu.au

Sejarah Singkat Hari Kartini, Fakta dan Kutipan yang Menginspirasi

Mengenal lebih dekat Raden Ajeng Kartini tidak hanya sebatas peringatan setiap 21 April saja. Dalam artikel ini, kamu akan menemukan sejarah singkat Hari Kartini, fakta menarik yang jarang diketahui, serta kutipan inspiratif yang masih relevan hingga saat ini.

21 April 2026 Nana

2. Membenci Tata Cara Hidup Feodal

Kartini merupakan seorang priyayi dan mewarisi darah biru ayahnya, Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat. Ayah Kartini merupakan seorang Bupati di Jepara pada saat itu.

Sementara ibu kandung Kartini yang bernama Ngasirah hanya seorang selir, hal tersebut karena Ngasirah hanya seorang rakyat jelata. Menurut aturan feodal Jawa, ia wajib memanggil ibunya “Yu” yang berasal dari kata “Mbakyu” (kakak perempuan).

Sementara, ibunya Ngasirah harus memanggil Kartini “Ndoro” (panggilan untuk bangsawan Jawa). Jika Ngasirah lewat di depan Kartini, ia tetap harus berjalan membungkuk.

Apabila Kartini duduk di kursi, ibunya tetap harus duduk di lantai. Kartini hanya boleh memanggil ibu kepada ibu tirinya yang bernama Raden Ayu Moeryam yang merupakan keturunan raja Madura.

16 Pahlawan Kemerdekaan yang Kurang Dikenal, Mereka Terlupakan?

Meskipun seorang keturunan bangsawan, namun dalam hatinya Kartini benci dengan tata cara hidup feodal Jawa. Salah satu contohnya ia lebih suka dipanggil “Kartini” ketimbang “Raden Adjeng Kartini”.

Sebab menurut Kartini, tidak ada yang lebih gila dan bodoh daripada melihat orang yang membanggakan asal dan keturunan. Karena hal tersebut, Kartini pun membebaskan dirinya dari adat.

Ia juga sengaja melarang adiknya berjalan jongkok, menyembah, menunduk, dan bersuara pelan saat berbicara dengannya. Dia malah menyuruh mereka untuk bicara apa adanya saja saat tidak ada ibunya.

3. Korban Bullying Semasa Sekolah Lalu Dikurung Di rumahnya sendiri

Siapa yang menyangka jika Kartini kecil adalah seorang korban bullying saat masih sekolah. Ya, Kartini kecil kerap menghadapi diskriminasi dan cemooh dari guru-guru Belanda.

Hal tersebut dikarenakan ia adalah seorang perempuan dan bangsa berkulit coklat. Sementara guru-guru di sekolahnya seolah tidak rela jika memberikan nilai tertinggi untuk anak Jawa, meskipun murid tersebut berhak menerimanya.

Kartini hanya boleh menempuh pendidikan sampai sekolah dasar, setelah itu ia dipingit di rumah. Sehingga secara tidak langsung, Kartini harus kehilangan masa kecilnya.

Pada zaman itu, kodrat perempuan seakan hanya boleh dikurung di rumah sambil menunggu laki-laki tak dikenal datang untuk menjemput dan menikahinya.

Sementara untuk mengisi waktu, Kartini rajin membaca majalah, buku, dan surat kabar yang bercerita tentang gerakan emansipasi perempuan di Eropa. Itulah yang menginspirasi dirinya untuk memperjuangkan hak dan martabat perempuan dengan melihat kondisi yang ada di Indonesia.

4. Nama Kartini Diabadikan Menjadi Nama Jalan di Belanda

Apakah kamu tahu bahwa nama besar Kartini terkenal sampai ke negeri Belanda sebagai seorang tokoh berpengaruh dan pejuang hak-hak perempuan. Karena hal itu, nama Kartini sampai dijadikan nama jalan di beberapa kota di Belanda, yaitu di Utrecht, Venlo, Amsterdam, dan Haarlem.

5. Kartini Fasih Berbahasa Belanda

Meskipun Kartini hanya mengenyam pendidikan dasar di sekolah anak-anak Belanda dan bangsawan pribumi, tetapi Kartini sangat mahir berbahasa Belanda dan memiliki tata bahasa yang sangat bagus.

Sebab saat Kartini dipingit, ia selalu mengisi waktu dengan banyak membaca buku dan juga memperkaya dirinya dengan ilmu. Orang-orang Belanda yang meragukan surat-surat Kartini tersebut, akhirnya yakin bahwa surat-surat tersebut memang asli tulisan Kartini.

Kutipan yang Menginspirasi

Berikutnya dalam runutan sejarah singkat hari Kartini, fakta dan kutipan yang menginspirasi adalah kutipan paling populer dari R. A Kartini yang bisa kamu ketahui. Memang semasa hidupnya RA Kartini telah banyak menuliskan beberapa kutipan menginspirasi yang masih berlaku hingga saat ini.

Jadi apa saja kutipan inspiratif dari R. A Kartini tersebut? Berikut ini kutipan-kutipan dari RA Kartini yang bisa menggelorakan semangat wanita yang dikutip dari berbagai sumber yang dapat Mamikos sampaikan.

1. Tentang Terang dan Gelap

Tiada awan di langit yang tetap selamanya. Tiada mungkin akan terus-menerus terang cuaca. Sehabis malam gelap gulita lahir pagi membawa keindahan. Kehidupan manusia serupa alam.

Halaman:

Advertisement