Teks Cerita Sejarah Bandung Lautan Api beserta Strukturnya Lengkap
Pernahkah kamu membaca sebuah teks cerita sejarah Indonesia? Kamu juga perlu untuk mengetahui strukturnya, dengan membaca artikel yang ada di bawah ini.
Akhirnya, pada tanggal 23 Maret 1946, Kolonel Abdoel Haris Nasoetion selaku Komanda Divisi III TRI, memerintahkan untuk evakuasi kota Bandung.
TRI pun menyerang markas sekutu, serta membakar habis kawasan Bandung selatan sebelum meninggalkannya.
Di mana-mana asap hitam pun mengepul membumbung tinggi di udara, hingga semua listrik padam.
Bandung ternyata sengaja dibakar oleh TRI dan juga rakyat setempat, dengan maksud supaya sekutu tidak bisa menggunakan Bandung menjadi markas strategis militer.
Pertempuran yang paling besar telah terjadi di Desa Dayeuhkolot sebelah selatan Kota Bandung, dimana terdapat gudang amunisi yang besar milik tentara dari sekutu.
Gudang tersebut telah berhasil diledakan dengan menggunakan dinamit, sehingga meledak serta terbakar.
Kurang lebih pada pukul 24.00, kawasan Bandung selatan sudah kosong dari penduduk dan juga TRI, namun api masih membumbung dengan membakar kota, sehingga Bandung pun semakin menjadi lautan api.
Pembumi-hangusan Bandung tersebut juga dianggap adalah strategi yang tepat di dalam perang kemerdekaan Indonesia, sebab kekuataan dari TRI dan milisi rakyat tidak akan sebanding dengan kekuatan dari pihak sekutu dan NICA, yang memang berjumlah besar.
Peristiwa ini telah diabadikan oleh pemerintah, dengan membangun sebuah Monumen Bandung Lautan Api, dan mengilhami musisi Ismail Marzuki di dalam lagunya yang berjudul Halo Halo Bandung.
Struktur Teks Cerita Sejarah
Teks cerita sejarah Bandung Lautan Api beserta strukturnya:
1. Pengenalan situasi cerita (orientasi)
Pada bagian ini, pengarang akan memperkenalkan setting dari cerita, baik dari waktu, tempat, ataupun peristiwa juga akan mengenalkan para tokoh, menata adegan, serta hubungan antartokoh.
2. Pengungkapan peristiwa
Pada bagian ini, dapat disajikan peristiwa awal yang akan menimbulkan berbagai masalah, pertentangan, maupun kesukaran-kesukaran untuk para tokohnya.
3. Menuju konflik (rising action)
Terjadi peningkatan dalam perhatian kegembiraan, kehebohan, maupun keterlibatan dari berbagai situasi, yang menyebabkan bertambahnya kesukaran dari tokoh.
4. Puncak konflik (klimaks)
Inilah bagian dari cerita yang paling mendebarkan, serta terjadinya perubahan dari nasib tokohnya.
5. Penyelesaian (evaluasi)
Bagian ini berisikan penjelasan, ataupun penilaian mengenai sikap maupun nasib-nasib yang telah dialami tokohnya.
6. Koda
Bagian ini berupa sebuah komentar, terhadap keseluruhan dari isi cerita yang berfungsi juga sebagai penutup.
Struktur Teks Cerita Sejarah Bandung Lautan Api
Berikut adalah struktur teks cerita sejarah Bandung Lautan Api:
1. Pengenalan situasi cerita (orientasi)
Pada awalnya, pasukan Inggris yang bagian dari Brigade MacDonald, sudah tiba di Bandung pada tanggal 12 Oktober 1945.
Sejak semula, hubungan antara sekutu (Inggris) dengan pemerintah Indonesia memang sudah tegang, dimana mereka ternyata menuntut supaya semua senjata api yang berada di tangan penduduk kecuali Tentara Keamanan Rakyat (TKR), harus diserahkan seluruhnya kepada pihak sekutu.
2. Pengungkapan peristiwa
Orang-orang Belanda yang baru saja dibebaskan dari tawanan, mulai untuk melakukan tindakan-tindakan yang semakin mengganggu keamanan.
Akibatnya, bentrokan bersenjata yang terjadi antara Inggris dan TKR pun tidak bisa dihindari.
Pada tanggal 21 November 1945 malam, TKR serta badan-badan perjuangan melancarkan sebuah serangan, terhadap kedudukan-kedudukan Inggris pada bagian utara yang dimanfaatkan sebagai sebuah markas.
Halaman:


