Teori Penawaran dan Permintaan Uang beserta Faktor yang Mempengaruhi dan Penjelasannya
Dalam ilmu ekonomi, penawaran adalah salah satu faktor utama penentu harga pasar. Pada praktiknya, hukum permintaan dan penawaran saling mempengaruhi sekaligus memiliki hubungan erat dengan interaksi antara penjual dan pembeli.
Kurva Penawaran Uang
Kurva penawaran uang sangat dipengaruhi oleh tingkat suku bunga (r) yang ditetapkan oleh bank sentral.
Terkait bank sentral, di Indonesia yang berperan dalam penawaran uang adalah Bank Indonesia. Nah, Bank Indonesia ini akan menyediakan kredit kepada masyarakat sehingga menambah jumlah uang beredar.
Berdasarkan kurva penawaran uang, saat suku bunga tinggi (r1) maka jumlah penawaran uang dari bank umum juga meningkat (M1). Sementara, apabila kurva tingkat suku bunga rendah (r0), maka penawaran uang dari bank umum juga rendah (M0).
Rumus penawaran uang dapat mengikuti teori persamaan transaksi Irving Fisher yang juga disebut teori kuantitas.
M×V = P×T
Keterangan:
P = harga barang
M = jumlah uang yang beredar di pasar
V = perputaran uang dalam satu periode dari satu tangan ke tangan lainnya
T = Besar volume komoditas yang diperdagangkan
Teori Penawaran Uang
Setidaknya ada dua teori penawaran uang, yakni penawaran uang tanpa bank serta teori modern. Adapun di bawah ini adalah penjelasannya.
1. Teori Penawaran Uang Tanpa Bank
Teori penawaran uang tanpa bank menggunakan sistem standar emas. Pada teori ini, emas menjadi satu-satunya alat bertransaksi dan pembayaran.
Pada skema sistem standar emas, otoritas moneter hingga pemerintah tidak perlu melakukan campur tangan di dalam pasar uang.
Saat harga emas naik ataupun turun akan dipengaruhi oleh produksi emas dan neraca pembayaran. Ketika harga emas naik, maka emas baru akan dibuat oleh produsen emas. Produksi emas yang lebih banyak akan membuat jumlah emas meningkat sehingga harganya turun.
2. Teori Penawaran Uang Modern
Teori yang kedua adalah teori penawaran uang modern yang diterapkan berdasarkan sistem keuangan yang berlaku hari ini yakni sistem standar kertas (fiat money).
Pada teori ini, lembaga keuangan dan otoritas moneter merupakan pihak yang menjadi sumber pembuatan uang.
Lembaga keuangan berperan sebagai pencipta uang sekunder sementara otoritas moneter berperan sebagai pembuat uang inti (primer).
Di dalam teori ini dikenal pasar yang terdiri dari sub pasar primer dan sub pasar sekunder. Setiap pasar memiliki permintaan dan penawaran sendiri.
Halaman:

