Advertisement
Source : lidolakeresort.com

Tradisi Halal Bihalal Dilakukan oleh Umat Islam Setelah Merayakan? Tujuan dan Asal-usulnya

Sudah lama umat muslim Indonesia menerapkan tradisi halal bihalal. Kamu sudah tahu apa tujuan dan bagaimana asal usulnya? Simak di sini.

25 Januari 2024 Fajar Laksana

Berikut adalah beberapa perbedaan antara tradisi sungkeman dan tradisi halal bihalal:

  • Tradisi sungkeman hanya dilakukan di lingkungan keraton atau keluarga bangsawan, sedangkan tradisi halal bihalal dapat dilakukan oleh masyarakat umum.
  • Tradisi sungkeman dilakukan secara lebih formal, sedangkan tradisi halal bihalal dapat dilakukan secara lebih informal.

Tradisi halal bihalal merupakan tradisi yang positif dan bermanfaat. 

Tradisi ini dapat membantu untuk mempererat tali silaturahmi antar sesama umat Islam dan menciptakan suasana yang harmonis dalam masyarakat.

Anjuran Melakukan Tradisi Halal Bihalal

Tradisi halal bihalal merupakan tradisi yang dilestarikan oleh masyarakat Indonesia, khususnya umat Islam. 

Tradisi ini dilaksanakan setiap tahun pada Hari Raya Idul Fitri.

Tradisi halal bihalal memiliki makna saling memaafkan dan saling menerima kesalahan antar sesama umat Islam. 

Halal bihalal bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi dan menciptakan suasana yang harmonis antar sesama umat Islam.

Dasar hukum Islam tentang anjuran halal bihalal dapat ditemukan dalam ayat dan hadits berikut ini:

  • Q.S. Al-A’raf ayat 199:

وَلَا تَسْتَوِي الْحَسَنَةُ وَلَا السَّيِّئَةُ ادْفَعْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ فَإِذَا الَّذِي بَيْنَكَ وَبَيْنَهُ عَدَاوَةٌ كَأَنَّهُ وَلِيٌّ حَمِيمٌ

“Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia.”

Ayat ini mengajarkan kepada umat Islam untuk selalu berbuat baik dan menghindari perbuatan jahat. Apabila ada orang yang berbuat jahat kepada kita, maka kita harus membalasnya dengan kebaikan. Dengan demikian, orang tersebut akan menjadi teman yang setia.

  • Hadits riwayat Bukhari:

مَنْ كَانَتْ لَهُ مَظْلَمَةٌ لِأَخِيهِ مِنْ عِرْضِهِ أَوْ مِنْ شَيْءٍ فَلْيَتَحَلَّلْهُ مِنْهُ الْيَوْمَ قَبْلَ أَنْ لَا يَكُونَ دِينَارٌ وَلَا دِرْهَمٌ إِنْ كَانَ لَهُ عَمَلٌ صَالِحٌ أُخِذَ مِنْهُ بِقَدْرِ مَظْلَمَتِهِ فَإِنْ لَمْ يَكُنْ لَهُ عَمَلٌ صَالِحٌ أُخِذَ مِنْ سَيِّئَاتِ صَاحِبِهِ فَحُمِلَ عَلَيْهِ

“Siapa yang memiliki kezhaliman terhadap saudaranya, baik itu kezhaliman terhadap harga diri atau yang lainnya, maka hendaklah dia meminta maaf kepadanya hari ini sebelum hari kiamat. Jika dia memiliki amal saleh, maka akan diambil sesuai dengan kezhalimannya. Jika dia tidak memiliki amal saleh, maka akan diambil dari dosa-dosa saudaranya dan ditimpakan kepadanya.”

Halaman:

Advertisement