Advertisement
Source : Freepik.com/@freepik

Link Video Chasandra Thenu Selebgram Ambon Bersama Seorang Anggota Polisi, tentang Apa?

Simak, informasi dan fakta terkait video asusila yang melibatkan selebgram Ambon dan salah satu anggota polisi.

5 November 2026 Fanny

Warganet kembali diramaikan dengan beredarnya video syur yang tersebar luas.

Kali ini, nama selebgram Ambon yaitu Chasandra Thenu yang dikaitkan bersama seorang anggota polisi. 

Lalu, bagaimana perkembangan kasusnya saat ini? Berikut, informasinya.

Kasus Tersebarnya Video Asusila Selebgram Ambon dan Polisi

Video Chasandra Thenu Selebgram Ambon
Freepik.com/@freepik
Viral! Download Video Dewa Nayya dan Andra 10 Menit ST di TikTok, Video tentang Apa?

Video asusila yang tersebar menghebohkan dunia maya. Video berdurasi 1 menit 6 detik itu menampilkan seorang perempuan bertato mawar dan seorang lelaki, di mana keduanya tidak mengenakan busana. 

Perempuan di dalam video tersebut diduga adalah Chasandra Thenu, seorang selebgram Ambon yang memiliki pengikut Instagram yang banyak. Sedangkan, pria dalam video tersebut yang diduga mantan kekasihnya adalah seorang anggota kepolisian dengan pangkat Bripda, bernama Charles Yohanes Tuarlela. 

Melansir dari laman Tribun Ambon dijelaskan bahwa Chasandra Thenu tidak membantah terkait video yang saat ini beredar, ia bahkan mengatakan jika video tersebut adalah video lama. Saat ini dirinya juga sudah melaporkan kejadian ini pada pihak berwajib, di mana akan ada Polwan dan tim cyber yang akan mendatanginya.

Menurut keterangan pihak Chasandra juga, jika video tersebut direkam memakai ponsel Bripda Charles, kemudian diduga disebarkan tanpa adanya izin. 

Untuk Bripda Charles Yohanes Tuarlela sendiri, saat ini ia telah ditahan sejak Senin (30 Juni 2025), seperti yang dilansir dari laman Detik. Ia juga telah ditetapkan sebagai terduga pelanggaran dalam kasus ini dan ditempatkan di rutan Propam Polda Maluku.

Terduga pelanggar akan diberikan sanksi setelah adanya sidang kode etik profesi yang dilakukan. Sanksi yang diberikan akan ditetapkan berdasarkan dengan berbagai fakta dalam persidangan nanti. 

Karena informasinya tersebar dengan cepat, banyak dari akun palsu yang mengaku memiliki link terkait video tersebut. Namun, sebagian besar link mengarah pada scam, clickbait, hingga potensi peretasan perangkat pengguna. 

Oleh karena itu, warganet dianjurkan untuk bijak, berhati-hati, dan tidak turut menyebarkan link mencurigakan yang berpotensi mencuri data hingga penipuan.

Dampak Penyebaran Video Pribadi Tanpa Persetujuan

Kasus yang menyeret nama Chasandra Thenu dan seorang anggota kepolisian ini turut menjadi pengingat bahwa penyebaran konten pribadi tanpa persetujuan dapat menimbulkan dampak serius bagi pihak yang terlibat.

Terlepas dari bagaimana video tersebut pertama kali dibuat, setiap orang memiliki hak atas privasi dan perlindungan terhadap konten pribadi miliknya. Ketika suatu rekaman disebarkan tanpa izin, pihak yang ada di dalamnya berpotensi mengalami berbagai kerugian.

Berikut beberapa dampak yang bisa terjadi akibat penyebaran konten pribadi tanpa persetujuan.

1. Mengganggu Kondisi Psikologis Korban
Penyebaran konten pribadi dapat menimbulkan tekanan emosional bagi orang yang menjadi objek dalam rekaman tersebut.

Korban mungkin merasa malu, takut, cemas, hingga kesulitan menjalani aktivitas sehari-hari karena khawatir menjadi bahan pembicaraan masyarakat.

Situasi ini bisa semakin berat ketika video terus dibagikan ulang oleh pengguna media sosial atau menjadi bahan perbincangan di berbagai platform.

2. Merusak Reputasi dan Kehidupan Sosial
Konten pribadi yang tersebar luas juga dapat memengaruhi reputasi seseorang, baik dalam lingkungan pertemanan, keluarga, maupun pekerjaan.

Tidak jarang, korban justru mendapatkan komentar negatif dan penghakiman dari warganet, meskipun dirinya merupakan pihak yang dirugikan akibat penyebaran tanpa izin.

Karena itu, masyarakat perlu memahami bahwa menyebarkan atau mengomentari konten pribadi seseorang secara tidak bertanggung jawab dapat memperburuk situasi korban.

3. Berpotensi Menimbulkan Masalah Hukum
Penyebaran konten bermuatan seksual tanpa persetujuan juga dapat berkaitan dengan ketentuan hukum di Indonesia.

Salah satu regulasi yang mengaturnya adalah Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS).

Dalam Pasal 14, terdapat ketentuan mengenai kekerasan seksual berbasis elektronik, termasuk perekaman atau pengambilan gambar bermuatan seksual tanpa persetujuan serta transmisi konten seksual di luar kehendak penerima.

Penerapan ketentuan hukum tentu perlu melihat unsur perbuatan, bukti, dan fakta dalam setiap kasus. Dengan demikian, proses pemeriksaan oleh pihak berwenang menjadi penting untuk menentukan pihak yang bertanggung jawab.

Cara Menghindari Link Video Viral Palsu yang Berpotensi Scam

Ketika suatu kasus sedang ramai diperbincangkan, biasanya muncul banyak akun yang memanfaatkan rasa penasaran warganet untuk menyebarkan tautan tertentu.

Padahal, tautan tersebut belum tentu berisi informasi yang dijanjikan. Bahkan, beberapa di antaranya bisa mengarahkan pengguna ke situs berbahaya.

Agar tidak menjadi korban penipuan digital, berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan:

– Periksa alamat situs: Jangan sembarangan membuka tautan dari akun anonim atau sumber yang tidak jelas.

– Hindari mengunduh file mencurigakan: File yang dikirim melalui pesan atau situs tidak dikenal berpotensi mengandung program berbahaya.

– Jangan memasukkan data pribadi: Hindari memberikan kata sandi, kode OTP, maupun informasi akun pada halaman yang tidak tepercaya.

– Gunakan informasi dari media kredibel: Jika ingin mengetahui perkembangan kasus, utamakan pemberitaan dari media yang memiliki sumber dan proses verifikasi jelas.

– Jangan ikut menyebarkan konten pribadi: Hindari mengirim ulang video, tangkapan layar, maupun tautan yang berkaitan dengan privasi seseorang.

Dengan begitu, kamu tetap bisa mengikuti perkembangan suatu kasus tanpa harus mengambil risiko keamanan digital ataupun memperburuk kerugian yang dialami pihak terkait.

Pada akhirnya, kasus Chasandra Thenu menjadi pengingat bahwa privasi seseorang perlu dihormati, termasuk ketika sebuah informasi sedang viral. Masyarakat sebaiknya tidak ikut menyebarkan konten pribadi dan memberikan ruang bagi pihak berwenang untuk menangani kasus berdasarkan bukti serta ketentuan hukum yang berlaku.

Viral! Video Syur Gadis Bali Bertato Kupu-Kupu, Link Diburu Banyak Netizen

Penutup

Itu dia, informasi terkait video asusila yang melibatkan selebgram Ambon dan anggota polisi. Jika kamu tertarik dan ingin mendapatkan informasi terbaru lainnya, mari jelajahi terus blog Mamikos untuk memperoleh konten terkini, seperti artikel tentang Selingkuhan Direktur Operasional PT G70 Asia Diburu Warganet.

Referensi:


Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idamanmu:

Kost Dekat UGM Jogja

Kost Dekat UNPAD Jatinangor

Kost Dekat UNDIP Semarang

Kost Dekat UI Depok

Kost Dekat UB Malang

Kost Dekat Unnes Semarang

Kost Dekat UMY Jogja

Kost Dekat UNY Jogja

Kost Dekat UNS Solo

Kost Dekat ITB Bandung

Kost Dekat UMS Solo

Kost Dekat ITS Surabaya

Kost Dekat Unesa Surabaya

Kost Dekat UNAIR Surabaya

Kost Dekat UIN Jakarta

Advertisement