Advertisement
Source : freepik.com/jcomp

40+ Contoh Mobilitas Sosial Vertikal ke Atas dan ke Bawah

Berikut beberapa contoh mobilitas sosial vertikal ke atas dan ke bawah serta dampak positif dan negatif akibat adanya mobilitas sosial tersebut.

15 Oktober 2025 Ikki Riskiana

2. Mobilitas Sosial Vertikal Ke Bawah (Social Sinking)

Social sinking atau mobilitas sosial vertikal ke bawah merupakan sebuah proses penurunan kedudukan atau status seseorang, dari atas ke bawah.

Adanya social sinking didasarkan atas berbagai alasan, seperti turun jabatan, memasuki masa pensiun, pemecatan, berhalangan menjalankan tugas, dan lain sebagainya. Berikut contohnya:

  1. Seorang pengusaha mengalami pailit atau bangkrut.
  2. Pelepasan jabatan walikota dengan tidak hormat, padahal masa jabatannya belum selesai.
  3. Seseorang melakukan tindakan kriminal dan berakhir di penjara.
  4. Seorang pejabat negara melakukan korupsi, sehingga harus masuk ke tahanan selama 10 tahun.
  5. Akibat dari melanggar aturan, salah satu anggota polisi harus turun jabatannya.
  6. Seorang siswa dikeluarkan dari sekolah secara paksa karena melanggar aturan sekolah.
  7. Seorang pengusaha terlilit hutang dan mengalami bangkrut.
  8. Seorang pegawai perusahaan dipecat karena ia memalsukan dokumen perusahaan.
  9. Karena kasus korupsi yang dilakukannya, anggota DPR dicopot dari jabatannya.
  10. Prajurit negara harus diberhentikan karena tidak melaksanakan tugasnya dengan baik.
  11. Penurunan jabatan yang dialami oleh karyawan, dari kepala cabang menjadi staf biasa.
  12. Seorang pegawai swasta di-PHK oleh perusahaannya.
  13. Seorang PNS (Pegawai Negeri Sipil) memasuki masa pensiun.
  14. Seorang pejabat yang lengser atau masa jabatannya telah habis.
  15. Akibat pelanggaran hukum yang dilakukannya, seorang mahasiswa berakhir di jeruji besi.
  16. Seorang kepala sekolah dicopot dari jabatannya karena terlibat kasus pungli.
  17. Seorang direktur harus turun jabatan menjadi staf karena kinerjanya menurun.
  18. Atlet nasional dikeluarkan dari tim karena melakukan pelanggaran disiplin.
  19. Seorang pegawai negeri diberhentikan karena ketahuan memalsukan ijazah.
  20. Seorang pejabat publik kehilangan jabatannya karena terjerat kasus korupsi proyek.

Hal ini dapat terjadi karena bermacam faktor, baik faktor dari luar (eksternal) atau faktor dari dalam (internal).

Contohnya, seseorang yang usahanya mengalami kebangkrutan karena resesi adalah mobilitas vertikal ke bawah karena faktor eksternal.

Faktor eksternal tersebut dapat terjadi karena adanya persaingan, banyaknya kebutuhan masyarakat, produk yang ditawarkan tidak memiliki hubungan, dan masih banyak lagi.

Sedangkan, faktor dari dalam atau internal yang menyebabkan adanya mobilitas sosial vertikal ke bawah yakni saat seseorang kehilangan jabatan, tidak dapat mengemban tanggung jawab, dan lainnya.

Contoh Mobilitas Sosial di Lingkungan Masyarakat Sekitar Kita

Dampak dari Terjadinya Mobilitas Sosial

Segala sesuatu memiliki dampak positif dan negatifnya masing-masing, tidak terkecuali adalah mobilitas sosial.

Nah, berikut Mamikos sajikan mengenai dampak positif dan negatif akibat adanya mobilitas sosial. Pertama-tama, mari kita mulai dari dampak positifnya terlebih dahulu.

Dampak Positif

1. Mempercepat Tingkat Perubahan Sosial Menjadi Lebih Baik

Mobilitas sosial mampu mempercepat sekaligus menjadi pendorong perubahan sosial, ke arah yang lebih baik.

Perubahan ini dapat terjadi jika didukung dengan SDM (sumber daya manusia) yang berkualitas. Nah, cara menunjang kualitas SDM ini dapat dilakukan dengan memperbaiki kualitas pendidikan.

2. Meningkatkan Integritas Sosial

Dampak positif yang selanjutnya yakni meningkatkan integritas sosial.

Saat terjadinya perubahan sosial, maka setiap orang akan memberikan respon yang berbeda-beda. Ada yang menganggapnya sebagai sebuah tantangan.

Selain itu, ada juga yang menganggapnya sebagai sebuah penerimaan atau hadiah.

Nah, pengaruh penerimaan yang terjadi akibat adanya mobilitas sosial menjadi salah satu contoh adanya integrasi di dalam masyarakat.

Dampak Negatif

1. Menimbulkan Terjadinya Berbagai Konflik Sosial

Mobilitas sosial dapat dikatakan sebagai perjuangan yang dilakukan individu atau kelompok sosial supaya mampu mencapai posisi sosial yang lebih tinggi.

Oleh karena itu, semua orang bersaing untuk mendapatkan posisi sosial yang lebih tinggi. Dengan adanya persaingan, tidak heran bila akan terjadi sebuah konflik.

2. Adanya Risiko Terkena Gangguan Psikologis

Tidak sedikit orang yang akan mengalami kegelisahan, kesedihan, bahkan depresi setelah mengalami penurunan atau kehilangan posisi sosial.

Hal tersebut tentunya mengganggu psikologis, bahkan dapat membahayakan dirinya sendiri karena stres yang berkepanjangan. Akibatnya, akan muncul berbagai penyakit psikis hingga fisik.

Gangguan psikologis ini dapat terjadi jika individu atau kelompok tersebut tidak memiliki tekad untuk menerima keadaan dengan ikhlas atau berubah ke arah yang lebih baik.

16 Contoh Modernisasi di Bidang Perdagangan, Ekonomi, Pertanian, dan Transportasi

Faktor Pendukung dan Penghambat Mobilitas Sosial

Kini kamu sudah mengetahui contoh mobilitas sosial vertikal ke atas dan ke bawah dan dampak akibat mobilitas sosial.

Kamu juga perlu mengetahui faktor-faktor yang mendukung dan menghambat terjadinya mobilitas sosial. Ini dia penjelasannya.

Faktor Pendukung Mobilitas Sosial

1. Individu

Maksud dari faktor individu ialah kualitas yang dimiliki oleh individu itu sendiri, yang dilihat dari segi pengetahuan, keterampilan, dan sikap.

Apabila seseorang tidak puas dengan status sosial yang diwariskan dari orang tuanya, maka ia perlu berusaha untuk mencapai status sosial yang diinginkan.

Halaman:

Advertisement