Advertisement
Source : freepik.com/jcomp

40+ Contoh Mobilitas Sosial Vertikal ke Atas dan ke Bawah

Berikut beberapa contoh mobilitas sosial vertikal ke atas dan ke bawah serta dampak positif dan negatif akibat adanya mobilitas sosial tersebut.

15 Oktober 2025 Ikki Riskiana

40+ Contoh Mobilitas Sosial Vertikal ke Atas dan ke Bawah -Bagi yang pernah mempelajari ilmu sosiologi, mungkin sudah tidak asing lagi dengan contoh mobilitas sosial vertikal ke atas dan ke bawah.

Pada artikel kali ini, Mamikos akan membahas seputar mobilitas sosial, mulai dari pengertian secara detail, hingga contoh-contohnya.

Yuk, lanjut baca artikel ini hingga selesai! 📖😊✨

Apa itu Mobilitas Sosial?

30+ Contoh Mobilitas Sosial Vertikal Keatas dan Kebawah
freepik.com/jcomp

Mobilitas sosial adalah kajian penting yang ada di ilmu sosiologi karena hal ini menggambarkan dinamika dalam kelas sosial masyarakat.

Secara umum, mobilitas sosial diartikan sebagai pergerakan individu dalam masyarakat untuk naik ke atas atau turun ke bawah level sosial ekonomi.

Naik atau turunnya pergerakan tersebut memiliki kaitan dengan posisi keluarga individu yang mengalami mobilitas sosial.

Maka dari itu, mobilitas sosial berkaitan dengan kemampuan seseorang dalam menggapai kondisi sosial ekonomi yang lebih buruk atau lebih baik dari orang tuanya.

Sedangkan, dalam kajian ilmu sosial dan sosiologi, istilah mobilitas sosial mengacu pada pergerakan posisi sosial individu atau kelompok dari waktu ke waktu.

Secara umum, mobilitas sosial memiliki kaitan dengan perubahan kekayaan atau kapasitas ekonomi dengan status sosial individu ataupun keluarga.

Walaupun begitu, mobilitas sosial dapat dihubungkan dengan perubahan kualitas pendidikan, kesehatan, pekerjaan, dan lain sebagainya.

Pengertian Mobilitas Sosial Horizontal dan Vertikal

Nah, mobilitas sosial dibagi menjadi dua, yaitu horizontal dan vertikal. Mobilitas sosial horizontal adalah perpindahan status, tetapi masih dalam lapisan yang sama.

Oleh sebab itu, pada mobilitas sosial horizontal tidak terjadi perubahan di dalam derajat kedudukan seseorang.

Sedangkan, mobilitas sosial vertikal adalah pergerakan individu atau kelompok yang berubah dari tingkat sosial ekonomi ke tingkat lain yang berbeda.

Perpindahan tersebut biasanya terjadi akibat faktor pendidikan, pekerjaan, pernikahan, dan lain sebagainya.

Mobilitas ini dibagi menjadi ke dalam dua lagi, yakni ke atas atau ke bawah. Mobilitas vertikal ke atas disebut dengan social climbing, sedangkan mobilitas vertikal ke bawah disebut dengan social sinking.

Contoh Struktur Sosial di Masyarakat dan Lingkungan Sekolah Beserta Fungsinya

Perbedaan Mobilitas Vertikal dengan Mobilitas Horizontal

Dari penjelasan di atas, dapat dilihat bahwa perbedaan antara mobilitas horizontal dan mobilitas vertikal terletak pada arah geraknya.

Pada mobilitas horizontal, hal tersebut tidak mempengaruhi kedudukan sosial.

Sedangkan, mobilitas vertikal menyebabkan perubahan kedudukan sosial (individu atau kelompok), baik lebih rendah atau lebih tinggi.

Contoh Mobilitas Sosial Vertikal ke Atas dan ke Bawah

Setiap orang pastinya mengalami kenaikan status sosial dalam hidupnya.

Mobilitas sosial vertikal ke atas terjadi karena adanya perubahan kedudukan sosial dari posisi rendah ke posisi yang tinggi.

Sementara, mobilitas vertikal sosial ke bawah berpindahnya dari sebuah kedudukan ke kedudukan sosial lainnya yang tidak sederajat.

Berikut ini adalah contoh mobilitas sosial vertikal ke atas dan ke bawah.

1. Mobilitas Sosial Vertikal Ke Atas (Social Climbing)

Terjadinya mobilitas sosial vertikal ke atas ditandai dengan naiknya status seseorang dari kedudukan yang lebih tinggi.

Hal ini juga bisa terjadi karena terbentuknya kelompok baru yang lebih tinggi, dibandingkan lapisan sosial yang ada sebelumnya.

Mobilitas ini terjadi secara vertikal ke atas dengan sejumlah pengaruh dari segi pendidikan, sosial, tekad, ekonomi, dan lainnya. Contohnya, yakni:

  1. Seorang guru berhasil naik jabatan menjadi kepala sekolah.
  2. Seorang rektor naik posisi menjadi profesor.
  3. Seorang karyawan di sebuah perusahaan berhasil naik jabatan menjadi manager atau posisi lainnya yang lebih tinggi.
  4. Di suatu kampus, seorang asisten dosen naik menjadi dosen utama.
  5. Salah satu warga di RT 05 diangkat menjadi ketua RT.
  6. Seorang pengusaha berhasil mendapatkan investor.
  7. Seorang pelajar berhasil lulus dari SD, lalu melanjutkan pendidikan ke SMP.
  8. Seorang bupati memenangkan pilkada, hingga berhasil menjadi gubernur.
  9. Seseorang yang awalnya hanya mempunyai motor, sekarang sudah membeli mobil untuk berkendara.
  10. Berkat kerja kerasnya, seorang wali kota berhasil mendapatkan penghargaan.
  11. Gubernur mengikuti pemilu, kemudian menang menjadi presiden.
  12. Karyawan di salah satu perusahaan berhasil mendapatkan kenaikan gaji, sehingga status sosial dan nominal pajaknya berubah.
  13. Karena kehebatannya dalam bekerja, Pak A berhasil mendapatkan promosi jabatan di kantornya.
  14. Seorang siswa SMA berhasil lulus sekolah, lalu melanjutkan studi ke perguruan tinggi atau lanjut bekerja.
  15. Akibat kerja kerasnya, seorang tunawisma sekarang mampu membeli rumah.
  16. Seorang pengangguran berhasil mendapatkan pekerjaan barunya, setelah sekian lama.
  17. Seorang pedagang kecil sukses mengembangkan bisnisnya hingga memiliki beberapa cabang toko.
  18. Atlet nasional mendapatkan penghargaan dan diangkat menjadi duta olahraga Indonesia.
  19. Seorang perawat berprestasi naik jabatan menjadi kepala perawat di rumah sakit.
  20. Seorang penulis muda memenangkan lomba nasional dan karyanya diterbitkan oleh penerbit besar.
  21. Anak petani berhasil menamatkan kuliah dan diterima bekerja di perusahaan ternama.

Halaman:

Advertisement