Cara Menghitung Biaya Total beserta Contoh Soal dan Pembahasannya
Salah satu dasar penguasaan ilmu akuntansi adalah menghitung biaya total. Bagi kamu yang masih kesulitan, coba baca artikel ini.
Cara Menghitung Biaya Total beserta Contoh Soal dan Pembahasannya – Cara menghitung biaya total merupakan konsep penting dalam mempelajari konsep dasar akuntansi. Meski penting, masih saja beberapa orang yang mengabaikannya.
Padahal caranya amat sederhana bahkan bisa kamu selesaikan dengan begitu mudah. Kamu harus tahu dulu komponen yang berkaitan dengan biaya total tersebut, yakni biaya tetap dan biaya variabel.
Semangat belajar akuntansi? Niatkan hal ini supaya kamu bisa membangun dan mengelola ekonomi sehat meski hanya dalam lingkup rumah tangga. 💸✨
Daftar Isi
Belajar Memahami Cara Menghitung Biaya Total dan Biaya Variabel

Tahukah kamu apa arti biaya total? Bagi kamu yang baru terjun ingin belajar akuntansi, wajar apabila istilah tersebut asing terdengar.
Biaya total adalah biaya yang sifatnya menyeluruh, mencakup biaya tetap, variabel, maupun semi variabel.
Biaya tetap adalah biaya yang mau tak mau harus dikeluarkan perusahaan setiap bulannya.
Adapun besar biaya tetap tidak berpengaruh pada jumlah output (produk atau jasa) yang diproduksi.
Sedangkan biaya variabel merupakan komponen biaya per unit yang bersifat tidak tetap alias berubah-ubah, tergantung intensitas pemakaian sumber biaya. Secara tak langsung hal ini merujuk pada besar output atau produk yang dihasilkan.
Cara menghitung biaya total yang bisa kamu jadikan panduan dalam mempelajarinya adalah:
1. Menghitung Biaya Total Anggaran Keuangan Keluarga/Perseorangan
Idealnya, cara orang akan menyusun dan menghitung biaya total dalam anggaran keuangan rumah tangga dalam durasi waktu 1 bulan.
Sebagai langkah awalnya adalah silakan menyusun apa saja pengeluaran yang harus kamu bayar setiap bulannya.
2. Catat dan Susun Kemudian Jumlahkan Biaya Tetap
Total biaya total per bulan nantinya tergantung pengalokasian anggaran. Bisa berkurang, sama dengan bulan lalu, namun tidak menutup kemungkinan untuk bertambah.
Contoh biaya yang wajib kamu penuhi atau biaya tetap setiap bulannya adalah biaya tagihan listrik dan telepon, sewa rumah, utilitas, belanja konsumsi, bayaran anak sekolah, uang saku, dan lain-lain.
Meski tidak mengalami perubahan secara signifikan dari bulan ke bulan, namun bagaimana cara menghitung biaya total dalam ranah keluarga secara tak langsung akan membantu kamu mengontrol keuangan.
Contoh soal menghitung biaya total anggaran keuangan keluarga adalah:
Anggaran sewa = Rp400.000
Tagihan listrik = Rp50.000
Biaya utilitas = Rp200.000
Bayar air = Rp90.000
Tagihan telepon = Rp80.000
Bayar internet dan pulsa pasca bayar = Rp100.000
Belanja bahan makanan = Rp900.000
Bayar sekolah anak = Rp150.000
Besar uang saku sekolah = Rp260.000
Bensin sebulan = Rp250.000
Setelah menyusun pengeluaran, selanjutnya adalah silahkan menjumlahnya sebagai cara menghitung sehingga nantinya ketahuan berapa biaya total yang selalu kamu keluarkan setiap bulan.
Dari contoh soal tadi, jumlah besarnya biaya total adalah sebesar Rp2.470.000
Saat menyusun anggaran keuangan rumah tangga sebaiknya tidak melewatkan anggaran tak terduga. Orang tidak akan tahu apa yang akan terjadi nanti.
Faktanya, ada beberapa kebutuhan mendadak yang harus segera terpenuhi. Supaya aman kamu tetap harus membuat anggaran tak terduga.
3. Susun dan Jumlah Biaya Variabel
Biaya variabel sifatnya fleksibel dan menjadi indikator dalam cara menghitung biaya total. Fleksibel di sini berarti tergantung dengan gaya hidupmu sendiri.
Jika biaya tetap cenderung sama jumlah totalnya per bulan, maka tidak demikian dengan biaya variabel. Contoh soal menghitung biaya variabel adalah:
Biaya berlibur akhir pekan = Rp600.000
Dana beli baju = Rp200.000
Biaya membeli sepatu = Rp120.00
Biaya sosial jenguk tetangga sakit = Rp50.000
Jika kita jumlahkan, maka kita akan tahu besarnya biaya variabel. Dari contoh soal tersebut, total biaya variabelnya adalah Rp970.000.
4. Mengetahui Besarnya Biaya Total
Cara menghitung biaya total adalah silahkan jumlahkan biaya tetap dengan biaya variabelnya.
Jika hasilnya sudah ketahuan, maka itulah jumlah total uang yang harus kamu keluarkan setiap bulannya.
Rumus dasar menghitungnya adalah:
Biaya total (Total cost) = Biaya Tetap + Biaya Variabel
Berdasarkan contoh soal tersebut, maka jumlah biaya total adalah sebesar → Rp2.470.000 + Rp970.00 = Rp3.440.000
Halaman:


