8 Contoh Arkeologi di Indonesia dan Dunia yang Terkenal, dari Prasasti hingga Candi Megah
Arkeologi mengacu pada ilmu yang mempelajari sistem kebudayaan manusia pada masa silam melalui pemeriksaan sistematis atas benda prasejarah.
- Arkeologi adalah ilmu tentang kehidupan zaman kuno yang mempelajari kebudayaan manusia melalui peninggalan; tujuannya merekam sejarah budaya, memahami perilaku manusia, menelusuri asal-usul, dan memperkaya pengetahuan sejarah.
- Contoh terkenal di Indonesia: Candi Borobudur, Situs Megalitikum Gunung Padang, Situs Bawah Air Danau Matano, lukisan cadas Maros (~40.000 tahun), serta situs Balekambang dan Bototumpang yang menggambarkan peradaban Hindu‑Buddha.
- Contoh penting di dunia: makam Ratu Nefertari (penemuan bagian mumi), Göbekli Tepe (kompleks ritual ~9600 SM yang menantang asumsi asal agama/pertanian), dan Monumen Yonaguni (struktur bawah air yang kontroversial jika buatan manusia).
Istilah arkeologi didefinisikan sebagai studi tentang budaya manusia dari era yang berbeda dengan menggabungkan ilmu sejarah dan geologi. Nah, salah satu metode untuk mengkaji ilmu ini adalah melalui peninggalan-peninggalan situs purbakala.
Di Indonesia sendiri, terdapat beberapa destinasi situs purbakala yang bisa menjadi salah satu cara untuk kamu mengenal lebih dekat kehidupan purbakala di Indonesia.
Untuk ulasan lebih lengkapnya, dalam artikel ini kamu bisa temukan contoh arkeologi di Indonesia dan dunia yang terkenal.
Daftar Isi
Berikut Deretan Contoh Arkeologi di Indonesia dan Dunia yang Terkenal

Indonesia memiliki banyak penyimpanan sisa-sisa kehidupan masyarakat purbakala yang tak kalah menarik untuk dijelajahi.
Tahukah kamu bahwa Indonesia sendiri termasuk sebagai salah satu negara yang memiliki banyak penemuan arkeologi, lho.
Pada periode tahun 2015-2020, para arkeolog Indonesia telah menemukan beberapa bukti kehidupan manusia purba hingga kecanggihan orang masa lalu. Beberapa di antaranya juga menggambarkan konsep keindahan orang-orang purbakala.
Apa yang dimaksud Arkeologi?
Berdasarkan buku pengantar antropologi berjudul Antropologi SMA Kelas XI (2021) yang ditulis Okta Hadi Nurcahyono, arkeologi berasal dari kata archaeo, ‘kuno’, dan logos, ‘ilmu’.
Sederhananya, arkeologi dapat diartikan bahwa arkeologi adalah ilmu tentang kehidupan zaman kuno.
Selaras dengan hal tersebut, secara etimologis, arkeologi mengacu pada ilmu yang mempelajari sistem kebudayaan manusia pada masa silam melalui pemeriksaan sistematis atas benda prasejarah.
Apa Tujuan dari Arkeologi?
Diketahui, arkeologi memiliki tujuan yang mencakup berbagai aspek dan masih kerap menjadi bahan perdebatan panjang hingga sekarang. Beberapa tujuan utama arkeologi, antara lain:
1. Rekam jejak sejarah kebudayaan
Arkeologi bertujuan merinci dan merekam secara akurat sejarah kebudayaan manusia dari masa lalu.
2. Pemahaman terhadap perilaku manusia
Arkeologi berusaha memahami perilaku manusia pada periode sejarah dan proses perubahan budaya yang terjadi.
3. Penelusuran asal-usul kehidupan manusia
Arkeologi berupaya menelusuri asal-usul kehidupan manusia dengan mempelajari artefak dan struktur bersejarah.
4. Studi mendalam terhadap budaya manusia
Arkeologi bertujuan melakukan studi mendalam terhadap berbagai aspek budaya manusia, terutama pada rentang waktu sebelum dan sesudah perkembangan tulisan.
5. Kontribusi pengetahuan sejarah
Arkeologi bertujuan memberikan kontribusi terhadap pengetahuan sejarah dengan menambahkan informasi baru dan memperluas pemahaman mengenai sumber-sumber sejarah.
Dengan demikian, arkeologi memiliki peran yang sangat signifikan dalam mendalami sejarah dan budaya manusia dari masa lampau, memberikan wawasan yang berharga bagi pemahaman masyarakat secara lebih luas.
Contoh Arkeologi di Indonesia
Indonesia memiliki beragam situs arkeologi yang menawarkan potensi penelitian yang menarik. Adapun beberapa contoh peninggalan arkeologi di Indonesia adalah:
1. Candi Borobudur
Candi Borobudur merupakan salah satu keajaiban arkeologi dan situs bersejarah terpenting di Indonesia yang terletak di Magelang, Jawa Tengah.
Candi ini merupakan candi Buddha terbesar di dunia dan menjadi salah satu tujuan wisata paling populer di Asia Tenggara dan salah satu situs warisan dunia UNESCO yang paling terkenal di dunia.
Relief-relief dalam candi merekam kisah Jataka, ajaran Buddha, serta gambaran kehidupan sosial, pakaian, dan teknologi masyarakat Nusantara kuno
2. Situs Megalitikum Gunung Padang
Destinasi wisata arkeologi di Indonesia satu ini diperkirakan merupakan tempat pemujaan bagi masyarakat purba yang bermukim di wilayah ini pada sekitar 2000 tahun sebelum masehi,
Situs Megalitikum di Gunung Padang adalah destinasi wisata arkeologi yang berlokasi di Cianjur, Jawa Barat tepatnya di perbatasan Dusun Gunungpadang dan Panggulan, Desa Karyamukti.
Memiliki luas kompleks utama seluas kurang lebih 900 meter persegi, Situs Megalitikum di Gunung Padang terletak pada ketinggian 885 mdpl, dan total luas area keseluruhan situs 3 hektar.
Hal ini membuat Situs Megalitikum Gunung Padang sebagai kompleks punden berundak terbesar di Asia Tenggara.
Situs arkeologi ini pertama kali diteliti pada 1914 oleh pemerintah kolonial Belanda kala itu. Namun, perlahan-lahan situs arkeologi ini mulai terlupakan sebelum kemudian ditemukan kembali pada 1979 oleh penduduk setempat.
Hingga saat ini, destinasi wisata arkeologi di Indonesia ini masih menyimpan banyak misterius yang belum terpecahkan.
Beberapa pihak menduga bahwa reruntuhan purbakala di situs ini berasal dari zaman Paleolitik, sekitar tahun 22,000-9,500 sebelum masehi. Namun, hingga saat ini usia asli situs arkeologi ini masih terus diteliti.
Masyarakat setempat juga mengkeramatkan destinasi wisata arkeologi di Indonesia satu ini dan mempercayai bahwa tempat ini adalah tempat Prabu Siliwangi, sosok legendaris Raja Agung Sunda Padjajaran berusaha membangun istana dalam semalam dalam legenda setempat.
3. Situs Bawah Air Matano
Peninggalan arkeologi di Indonesia selanjutnya adalah Situs Bawah Air Matano yang merupakan gugusan situs arkeologi terendam di dasar Danau Matano, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan.
Keberadaan situs ini menunjukkan jika manusia zaman dahulu mulai mengenal dan menguasai teknologi logam sejak awal peradaban besi di Nusantara. Artinya, itu terjadi pada abad 8 Masehi.
4. Gambar Cadas Tertua di Maros, Sulawesi Selatan
Peninggalan arkeologi di Indonesia berikutnya adalah gambar cadas manusia purba tertua yang berada di Maros, Sulawesi Selatan dan diperkirakan cadas tersebut berusia 40.000 tahun.
Lukisan manusia purba ini menerapkan motif stensil tangan dengan warna merah. Hal ini disampaikan dari hasil penelitian melalui pengukuran peluruhan radioaktif uranium serta elemen lain pembentuk mineral di kawasan Leang Bulu Sipong.
Halaman:

