8 Contoh Arkeologi di Indonesia dan Dunia yang Terkenal, dari Prasasti hingga Candi Megah
Arkeologi mengacu pada ilmu yang mempelajari sistem kebudayaan manusia pada masa silam melalui pemeriksaan sistematis atas benda prasejarah.
5. Situs Balekambang di Batang dan Bototumpang di Kendal, Jawa Tengah
Penemuan kedua situs ini memberikan pengetahuan mengenai peradaban Hindu-Buddha di Jawa Tengah. Kedua situs tersebut juga memberi bukti arkeologis keberadaan Kerajaan Holing di Jawa.
Berdasarkan analisis karbon C-14 di situs Balekambang, ditunjukkan bahwa penanggalannya berasal dari awal abad 7 Masehi. Selain itu, situs Bototumpang mempunyai arsitektur yang mirip dengan situs Balekambang.
Contoh Arkeologi di Dunia
Dilansir dari berbagai sumber, berikut dua penemuan arkeologi paling menarik di dunia:
1. Kaki Ratu Nefertari
Penemuan arkeologi menarik di dunia yang pertama adalah ketika Egyptologist Ernesto Schiaparelli menemukan makam Ratu Nefertari pada tahun 1904.
Ia menemukan sebagian dari kaki mumi dan sandal berkualitas tinggi yang dibuat dengan bahan-bahan alami seperti papirus dan rumput yang mencerminkan gaya waktu itu. Diyakini bahwa kaki tersebut milik Ratu Nefertari, tetapi baru pada tahun 2016 hal itu terbukti.
Para peneliti melakukan rontgen pada kaki yang ditemukan tersebut, mereka menyimpulkan bahwa itu adalah kaki perempuan dengan tinggi sekitar 5 kaki 5 inci (sekitar 1,5 m), yang berusia antara 40 dan 60 tahun ketika dia meninggal-usia yang sama dengan Nefertari.
Seperti diketahui, Nefertari adalah istri Ramses II, yang memerintah Mesir dari 1279-1213 SM dan dianggap sebagai salah satu ratu Mesir yang paling terkenal, bersama dengan Cleopatra dan Hatshepsut.
2. Gobekli Tepe
Göbekli Tepe di Turki bukan sekadar tumpukan batu tua. Situs ini diyakini dibangun sekitar 9600 SM, menjadikannya sebagai struktur religius tertua yang diketahui umat manusia.
Menurut arkeolog Klaus Schmidt (2011), situs ini dibuat sebelum manusia mengenal pertanian, yang menggugurkan keyakinan lama bahwa spiritualitas muncul setelah kehidupan menetap.
Di sana terdapat pilar-pilar setinggi enam meter berbentuk huruf T, dihiasi ukiran hewan dan simbol misterius.
Kompleksitas arsitekturnya menunjukkan bahwa pemburu-pengumpul masa itu memiliki kapasitas organisasi dan simbolisasi yang jauh lebih maju dari dugaan sebelumnya. Bahkan, Göbekli Tepe sering dijuluki “Stonehenge sebelum Stonehenge”.
Implikasinya sangat besar: mungkin agama bukan lahir sebagai hasil budaya menetap, tapi justru sebaliknya, pertanian berkembang karena kebutuhan untuk menopang kegiatan religius. Teori ini mengubah cara kita melihat akar peradaban manusia secara menyeluruh.
3. Monumen Yonaguni
Di kedalaman laut Okinawa, Jepang, penyelam Masaaki Kimura menemukan struktur batu kolosal yang menyerupai piramida, tangga, dan teras-teras buatan. Struktur ini disebut sebagai Monumen Yonaguni, dan memantik perdebatan besar.
Masaaki Kimura, arkeolog asal Jepang, bahkan sejak seperempat abad lalu telah mengklaim bahwa bentuk geometris dan sudut-sudut tajam pada batu tersebut merupakan bukti intervensi manusia. Jika benar, maka Monumen Yonaguni bisa jadi sisa peradaban yang telah ada sekitar 10.000 tahun yang lalu sezaman dengan Göbekli Tepe.
Namun banyak akademisi konservatif masih skeptis dan enggan menyelidiki lebih lanjut. Padahal jika benar buatan manusia, Yonaguni bisa menjadi Atlantis-nya Asia Timur.
Seiras dengan akademisi dan peneliti, banyak media online pun enggan untuk menjamahnya. Seolah laut menyimpan bukan hanya kota yang hilang, tapi juga cerita yang sengaja diredam.
Nah, di atas tadi adalah informasi terkait contoh arkeologi di Indonesia dan dunia yang terkenal yang bisa Mamikos bagikan kepada kamu.
Bagi kamu yang ingin mengulik lebih banyak lagi tentang informasi edukasi lainnya, kamu bisa kunjungi situs blog Mamikos dan temukan informasinya di sana.
FAQ
Indonesia memiliki sejumlah arkeolog terkenal dan berpengaruh yang diakui secara nasional maupun internasional. Berkat dedikasi mereka, berbagai situs sejarah penting di Indonesia berhasil diselamatkan dan diteliti.
Bapak Arkeologi Indonesia adalah Prof. Dr. Mundardjito (akrab disapa Pak Otti).
Salah satu penemuan arkeologi penting di Indonesia adalah artefak alat batu berusia 1,04 juta hingga 1,48 juta tahun di Situs Calio, Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan, yang dipublikasikan dalam jurnal Nature pada Juli 2025.
Situs arkeologi tertua di dunia yang diakui secara luas adalah Lomekwi 3 di Kenya, Afrika, dengan perkiraan usia sekitar 3,3 juta tahun.
Referensi:
Pengertian Arkeologi, Manfaat, dan Contohnya di Indonesia [Daring]. Tautan: https://tirto.id/pengertian-arkeologi-manfaat-dan-contohnya-di-indonesia-gSHC
Halaman:


