12 Alasan Keluar Kerja yang Profesional dan Masuk Akal Agar Tidak Dicap Buruk
Apakah Anda berniat untuk mengajukan pengunduran diri? Berikut beberapa pilihan alasan keluar kerja yang bisa dipergunakan.
4. Faktor kesehatan
Mengembangkan karier dan peluang lebih besar tentu penting dalam bekerja.
Namun, Anda tidak boleh mengabaikan faktor kesehatan Anda.
Tentu faktor kesehatan akan memengaruhi performa Anda dalam bekerja dan kontirbusi pekerjaan.
Jika keputusan keluar memang terkait dengan faktor kesehatan, Anda jangan ragu untuk mengatakannya dengan jujur.
Sampaikan dengan tegas bahwa ini adalah keputusan yang diambil demi kesehatan pribadi.
Anda bisa menyampaikan seperti:
“Demi kesehatan pribadi dan juga kontribusi terhadap perusahaan, saya mengambil langkah ini dengan keyakinan bahwa ini adalah keputusan yang tepat untuk saya dan perusahaan.”
5. Kesempatan untuk berkontribusi lebih besar
Ada beberapa perusahaan yang tidak memberikan kesempatan kepada karyawan untuk berkembang dan memberikan kontribusi besar.
Jika Anda kebetulan berada di lingkungan perusahaan seperti ini dan mencari alasan resign yang masuk akal, opsi ini bisa dipergunakan.
Beri penjelasan bahwa Anda memang mencari peluang di mana kontribusi dan keahlin dapat memberikan dampak yang lebih besar, baik bagi organisasi maupun diri sendiri.
Berikan alasan seperti:
“Saya mencari kesempatan agar kontribusi saya dapat memberikan dampak yang lebih besar terhadap pencapaian tujuan perusahaan.”
6. Struktur perusahaan yang berubah
Alasan keluar kerja dapat menjadi keputusan yang masuk akal ketika terjadi perubahan dalam struktur dan manajemen perusahaan.
Apalagi jika perubahan tersebut kurang disampaikan secara efektif kepada para karyawan.
Ketidakjelasan dalam komunikasi perubahan struktur dapat memberikan dampak negatif pada kinerja dan produktivitas karyawan.
Jika Anda merasa bahwa perubahan tersebut tidak mendukung perkembangan karier, mengajukan resign bisa menjadi langkah yang diambil.
7. Kesepakatan hubungan pribadi
Komitmen terhadap hubungan pribadi kadang-kadang bisa menjadi hambatan dalam menjalankan pekerjaan.
Situasi ini dapat dianggap sebagai alasan yang masuk akal untuk mempertimbangkan pengunduran diri.
Misalnya, kewajiban pernikahan atau peran sebagai orang tua penuh waktu dapat menjadi faktor yang memengaruhi kinerja Anda di tempat kerja.
Sebagian besar perusahaan akan memahami jika karyawan memiliki komitmen atau prioritas di luar lingkungan kerja yang tidak memungkinkan mereka untuk bekerja sepenuhnya.
Jika Anda merasa bahwa tanggung jawab pribadi tersebut menghambat kemampuan untuk memberikan kontribusi yang optimal di tempat kerja, mengajukan alasan resign yang masuk akal seperti ini langkah yang tepat.
Halaman:
