Advertisement
Source : canva.com/@pcess609

12 Alasan Keluar Kerja yang Profesional dan Masuk Akal Agar Tidak Dicap Buruk

Apakah Anda berniat untuk mengajukan pengunduran diri? Berikut beberapa pilihan alasan keluar kerja yang bisa dipergunakan.

23 November 2023 Lintang Filia

8. Work life balance yang terganggu

Keputusan untuk meninggalkan pekerjaan sering kali muncul ketika keseimbangan antara kehidupan kerja dan pribadi terasa tidak seimbang.

Apalagi jika perusahaan tempat Anda bekerja kerap menekan untuk lembur dengan jam kerja di luar batas.

Situasi ini dapat dianggap sebagai alasan keluar kerja yang valid.

Apabila Anda merasa bahwa budaya kerja perusahaan tidak lagi sejalan dengan nilai dan kebutuhan pribadi, segeralah mengajukan pengunduran diri.

Penyampaian pengunduran diri dapat dilakukan seperti:

“Saya mengajukan permohonan resign dari jabatan dan pekerjaan ini karena saya merasa bahwa budaya perusahaan tidak lagi sejalan dengan nilai-nilai dan kebutuhan pribadi yang saya anut.

8 Cara Melamar Kerja di Indomaret Online dan Offline beserta Tips agar Diterima

9. Perpindahan tempat tinggal atau domisili

Alasan keluar kerja yang mungkin muncul adalah ketika Anda memutuskan untuk pindah tempat tinggal.

Keputusan ini sering kali membutuhkan pengunduran diri dari pekerjaan saat ini, mengingat adanya keterbatasan geografis.

Dalam hal ini, penting untuk menyampaikan secara jelas bahwa keputusan tersebut didorong oleh perubahan lokasi yang signifikan.

Bukan oleh ketidakpuasan terhadap pekerjaan atau lingkungan kerja.

Sebagai contoh, Anda dapat menyampaikan:

“Saya memutuskan untuk mengundurkan diri dari pekerjaan ini karena keputusan saya dan keluarga untuk pindah rumah.

Meskipun saya berterima kasih atas pengalaman di perusahaan ini, kondisi geografis yang berubah memerlukan penyesuaian tempat kerja saya.

10. Perubahan karier

Selama menjalani pekerjaan saat ini, mungkin saja ada momen di mana Anda merasa tidak cocok atau mengalami kejenuhan.

Terutama jika Anda adalah seorang fresh graduate yang masih mencari pekerjaan yang paling sesuai dan nyaman.

Meskipun begitu, tidak perlu khawatir, karena perasaan tersebut dapat menjadi dasar yang masuk akal untuk mengajukan resign.

Sebelum mengambil alasan resign mendadak, sebaiknya kamu berdiskusi terlebih dahulu dengan HRD untuk mencari solusi yang lebih baik.

Seperti penempatan di divisi yang lebih sesuai dengan minat dan keahlianmu.

Selain itu, mendiskusikan rencana perubahan karier dengan senior bisa memberikan wawasan tambahan sebelum membuat keputusan akhir.

Dalam menyampaikan pengunduran diri, kamu dapat mengutarakan:

“Alasan keluar kerja yang saya ajukan berdasar dari keinginan saya untuk mendapatkan pengalaman baru dengan menggeluti pekerjaan lepas.”

Halaman:

Advertisement