Source : canva.com/jakubzerdzicki

Biaya Apa Saja yang Harus Disiapkan untuk KPR Rumah? Berikut Rincian yang Perlu Disiapkan

Jangan sampai tabungan cukup untuk membayar DP, tetapi justru kewalahan saat harus melunasi biaya akad. Cek juga pengeluaran lain yang perlu disiapkan sebelum memutuskan membeli rumah.

27 Oktober 2026 Nadia Kamila
Ringkasan Artikel
  • Selain DP, persiapkan banyak biaya pra-akad dan saat akad seperti booking fee, appraisal, biaya administrasi/pengajuan, provisi bank, notaris/PPAT (AJB, APHT), BPHTB, balik nama, serta asuransi jiwa dan kebakaran — jika belum dilunasi bisa menunda akad.
  • Setelah akad masih ada pengeluaran tambahan seperti cicilan pertama, biaya pindahan, renovasi/perbaikan, dan pemasangan/aktivasi utilitas yang harus dimasukkan ke rencana anggaran.
  • Tips: minta simulasi biaya dari beberapa bank dan bandingkan totalnya; siapkan dana cadangan sekitar 5–10% dari harga rumah dan jangan habiskan seluruh tabungan agar keuangan tetap aman.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jangan sampai rencana membeli rumah terhambat hanya karena dana yang disiapkan ternyata belum cukup. 

Selain uang muka atau down payment (DP), ada sejumlah biaya lain yang perlu diperhitungkan dalam proses pengajuan KPR. 

Lantas, biaya apa saja yang harus disiapkan untuk KPR rumah? Simak rinciannya agar kamu bisa mempersiapkan anggaran dengan lebih matang.

Apa Saja Biaya yang Harus Disiapkan Sebelum Akad KPR?

Biaya apa saja yang harus disiapkan untuk kpr rumah
canva.com/jakubzerdzicki
13 Tips Membeli Rumah Bekas agar Tidak Tertipu dan Contoh Pertanyaan yang Harus Diajukan

Sebelum akad kredit dilakukan, ada beberapa biaya yang perlu kamu siapkan agar pengajuan KPR bisa berjalan lancar. Berikut rincian biaya yang umumnya muncul sebelum akad KPR.

1. Booking Fee

Sudah menemukan rumah yang cocok dan ingin mengamankannya? Developer biasanya meminta booking fee atau biaya pemesanan sebelum proses pembelian berlanjut. Nominalnya bisa berbeda-beda, tergantung kebijakan developer dan harga rumah yang dipilih.

Booking fee belum tentu menjadi biaya tambahan di luar DP. Pada beberapa transaksi, biaya pemesanan ini bisa diperhitungkan sebagai bagian dari uang muka. 

Namun, sebelum membayar, pastikan dulu apakah booking fee bisa dikembalikan jika pengajuan KPR ditolak bank. Sebab, setiap developer bisa memiliki ketentuan yang berbeda.

2. Uang Muka atau DP

DP adalah salah satu pengeluaran terbesar yang perlu disiapkan saat membeli rumah dengan KPR. Dana ini dibayarkan lebih dulu oleh pembeli, sedangkan sisanya akan dibiayai melalui kredit bank jika pengajuan disetujui.

Besarnya DP tidak selalu sama. Persentasenya dapat dipengaruhi oleh kebijakan bank, jenis properti, dan program pembiayaan yang digunakan. 

Sebagai gambaran, jika harga rumah Rp500 juta dan DP yang ditetapkan sebesar 20%, kamu perlu menyiapkan Rp100 juta untuk uang muka. Sisanya, yaitu Rp400 juta, menjadi plafon kredit yang diajukan ke bank jika pengajuan berhasil disetujui.

3. Biaya Appraisal

Harga rumah yang tercantum di brosur belum tentu menjadi nilai yang digunakan bank dalam menghitung pembiayaan. Bank biasanya perlu melakukan appraisal atau penilaian properti untuk memperkirakan nilai rumah yang akan dijadikan agunan.

Proses ini dapat dikenakan biaya, baik melalui penilai internal bank maupun penilai independen dan besarannya bergantung pada bank, lokasi, dan jenis properti.

4. Biaya Administrasi Pengajuan

Pengajuan KPR juga melibatkan pemeriksaan dokumen dan proses administrasi di bank. Untuk keperluan tersebut, bank dapat mengenakan biaya administrasi yang besarannya bergantung pada produk KPR yang dipilih.

Supaya tidak kaget saat proses pengajuan berjalan, tanyakan apakah biaya administrasi dibayarkan di awal atau menjelang akad kredit. Sekalian minta rincian biaya lainnya agar kamu bisa memperkirakan dana yang perlu tersedia.

Tips dari Mamikos, sebelum jatuh hati pada rumah incaran, pastikan kamu juga cocok dengan biaya KPR-nya. Jangan buru-buru memilih bank hanya karena cicilannya terlihat lebih ringan.

Coba minta simulasi biaya dari beberapa bank, lalu bandingkan total dana yang perlu disiapkan sejak pengajuan hingga akad kredit. Perhatikan juga biaya provisi, administrasi, appraisal, asuransi, dan pengikatan agunan yang bisa berbeda di setiap bank.

Harapannya, kamu bisa memilih pembiayaan yang sesuai dengan kemampuan finansial dan tetap punya dana cadangan setelah proses pembelian rumah selesai.

Biaya yang Dibayar Saat Akad dan Balik Nama

Setelah pengajuan KPR disetujui, proses pembelian rumah akan berlanjut ke tahap akad kredit dan pengurusan dokumen legalitas. Pada tahap ini, ada sejumlah biaya yang perlu diperhitungkan agar proses transaksi berjalan lancar.

1. Biaya Provisi

Biaya provisi merupakan biaya yang dikenakan bank atas pemberian fasilitas kredit kepada debitur. Perhitungannya umumnya menggunakan persentase dari plafon kredit yang disetujui.

Sebagai contoh, jika plafon KPR sebesar Rp400 juta dan bank menerapkan provisi 1%, maka biaya provisinya adalah:

Rp400.000.000 × 1% = Rp4.000.000

Namun, persentase provisi dapat berbeda sesuai produk KPR dan promo yang berlaku. Ada bank yang memberikan keringanan provisi untuk program tertentu.

2. Biaya Notaris atau PPAT

Notaris atau Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) berperan dalam membantu proses legalitas transaksi pembelian rumah dan pengikatan kredit.

Biaya yang perlu disiapkan dapat mencakup pembuatan akta, pemeriksaan dokumen, pengurusan sertifikat, serta proses administrasi pertanahan lainnya.

Besaran biaya notaris atau PPAT tidak selalu sama. Nilainya dapat dipengaruhi oleh nilai transaksi, lokasi properti, jenis dokumen yang diurus, dan kesepakatan jasa. Mintalah rincian biaya tertulis agar mengetahui layanan apa saja yang termasuk dalam tagihan.

3. Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB)

BPHTB merupakan pajak yang dikenakan atas perolehan hak atas tanah dan bangunan. Dalam transaksi jual beli rumah, pajak ini umumnya menjadi kewajiban pembeli.

Besaran BPHTB ditentukan berdasarkan Nilai Perolehan Objek Pajak (NPOP), Nilai Perolehan Objek Pajak Tidak Kena Pajak (NPOPTKP), serta ketentuan tarif yang berlaku di daerah terkait.

4. Biaya Akta Jual Beli (AJB)

AJB merupakan akta yang dibuat oleh PPAT sebagai bukti telah terjadi transaksi jual beli tanah atau bangunan.

Dalam pembelian rumah, biaya AJB bisa menjadi bagian dari biaya jasa PPAT. Namun, pastikan apakah biaya tersebut sudah termasuk dalam paket biaya notaris atau masih ditagihkan secara terpisah.

5. Biaya Akta Pemberian Hak Tanggungan (APHT)

APHT merupakan dokumen yang berkaitan dengan pengikatan hak tanggungan atas properti sebagai jaminan kredit kepada bank. Besaran biaya APHT bergantung pada nilai kredit, ketentuan yang berlaku, dan jasa pihak yang menangani pengurusannya.

Dalam proses KPR, properti yang dibeli menjadi agunan untuk menjamin pelunasan kredit. Pengikatan agunan ini memerlukan proses legalitas dan administrasi yang dapat menimbulkan biaya tambahan.

6. Biaya Balik Nama Sertifikat

Balik nama sertifikat merupakan proses perubahan nama pemegang hak atas tanah atau bangunan dari pemilik sebelumnya menjadi pemilik baru. Biaya balik nama mencakup biaya administrasi pertanahan, jasa PPAT, serta komponen lain yang berkaitan dengan proses peralihan hak.

Jangan Sampai Salah, Baca 5 Tips dalam Memilih Rumah Kontrakan

7. Asuransi Jiwa dan Asuransi Kebakaran

Dalam pengajuan KPR, bank dapat mensyaratkan perlindungan asuransi untuk mengurangi risiko yang berkaitan dengan kredit dan properti.

Asuransi jiwa kredit memberikan perlindungan sesuai ketentuan polis apabila debitur mengalami risiko yang dijamin. Sementara itu, asuransi kebakaran atau asuransi properti memberikan perlindungan terhadap risiko kerusakan bangunan yang tercakup dalam polis.

Premi asuransi dapat dipengaruhi oleh usia debitur, plafon kredit, tenor, nilai bangunan, dan ketentuan perusahaan asuransi.

Ternyata, bukan hanya DP dan cicilan bulanan yang perlu disiapkan saat membeli rumah dengan KPR. Menjelang akad kredit, ada sejumlah biaya lain yang perlu dilunasi, mulai dari biaya notaris, balik nama, hingga pajak dan asuransi sesuai ketentuan transaksi.

Lalu, bagaimana jika biaya tersebut belum dibayar? Jika biaya yang menjadi kewajiban pembeli belum dilunasi, proses akad atau penyelesaian transaksi bisa tertunda. 

Saran Mamikos, kamu bisa menyiapkan dana tambahan sekitar 5–10% dari harga rumah untuk mengantisipasi berbagai biaya di luar DP. 

Biaya Setelah Akad yang Sering Dilupakan

Setelah akad kredit selesai, bukan berarti pengeluaran untuk membeli rumah ikut berakhir. Apalagi jika rumah belum siap ditempati, masih ada biaya tambahan yang perlu diperhitungkan sebelum kamu bisa benar-benar tinggal di dalamnya.

1. Cicilan KPR Pertama

Setelah akad kredit, kamu perlu mulai membayar cicilan KPR sesuai jadwal yang ditetapkan bank. Pastikan tanggal jatuh tempo dan nominal angsuran pertama sudah diketahui agar pembayaran tidak berbenturan dengan kebutuhan bulanan lainnya.

2. Biaya Pindahan

Rumah sudah siap ditempati? Kamu tetap perlu menyiapkan biaya untuk memindahkan barang dari tempat tinggal sebelumnya. Pengeluaran ini bisa mencakup jasa angkut, transportasi, pengemasan, hingga perlengkapan seperti kardus.

3. Biaya Renovasi atau Perbaikan Rumah

Rumah yang baru dibeli belum tentu langsung nyaman untuk ditempati. Kamu mungkin perlu mengecat ulang dinding, memperbaiki keran, mengganti kunci, atau membenahi instalasi tertentu, apalagi jika membeli rumah second. 

4. Biaya Pemasangan Utilitas

Sebelum menempati rumah, pastikan fasilitas dasar seperti listrik dan air sudah tersedia serta aktif. Jika belum, kamu perlu mengeluarkan biaya pemasangan atau aktivasi.

Tanyakan kepada developer atau penjual fasilitas apa saja yang sudah termasuk dalam harga rumah agar tidak membayar kebutuhan yang sebenarnya sudah tersedia.

Simulasi Biaya Awal KPR Rumah Rp500 Juta di Surabaya

Agar lebih tergambar mengenai biaya apa saja yang harus disiapkan untuk KPR rumah, berikut simulasi pembelian rumah second seharga Rp500 juta di Surabaya dengan DP 20% melalui KPR BCA.


Dari simulasi tersebut, terlihat bahwa membeli rumah melalui KPR membutuhkan dana lebih dari sekadar DP. Ada biaya tambahan untuk pengajuan kredit, pajak, pengurusan dokumen, dan asuransi yang perlu masuk ke dalam perencanaan anggaran.

Catatan: Simulasi ini hanya ilustrasi, bukan penawaran resmi bank atau kepastian biaya transaksi. Plafon KPR bergantung pada persetujuan bank, sedangkan biaya aktual mengikuti ketentuan yang berlaku dan rincian transaksi.

5 Proses Jual Beli Rumah Cash Tanpa Notaris dan Aman saat Transaksi

Siapkan Dana KPR dengan Perhitungan yang Matang

Mengetahui biaya apa saja yang harus disiapkan untuk KPR rumah saja belum cukup. Kamu juga perlu memastikan tabungan yang tersisa masih memadai untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan menghadapi pengeluaran darurat setelah akad.

Jangan sampai seluruh tabungan habis untuk membeli rumah, sementara cicilan bulanan dan biaya hidup justru terasa berat. Sisihkan dana cadangan sebelum menentukan anggaran pembelian agar kamu bisa menempati rumah dengan lebih tenang tanpa mengorbankan kestabilan keuangan.

Sudah siap mencari rumah sesuai anggaranmu? Yuk, temukan pilihan rumah impian melalui Mamikos Jual Beli Rumah dan rencanakan pembelianmu dengan lebih matang!

FAQ

Apakah biaya KPR sudah termasuk DP?

Tidak. DP merupakan bagian dari harga rumah, sedangkan biaya KPR mencakup pengeluaran tambahan seperti provisi, administrasi, appraisal, asuransi, dan legalitas.

Apakah biaya akad KPR bisa dicicil?

Tergantung ketentuan bank, developer, dan jenis biayanya. Pastikan sejak awal biaya mana yang harus dilunasi sebelum atau saat akad dan apakah tersedia fasilitas pembayaran bertahap.

Apakah biaya KPR rumah subsidi sama dengan rumah komersial?

Tidak selalu, sebab KPR subsidi memiliki ketentuan pembiayaan tersendiri dan mungkin menawarkan bantuan untuk biaya tertentu. Periksa persyaratan program agar kamu mengetahui biaya yang ditanggung dan yang tetap harus dibayar sendiri.

Referensi:


Klik dan dapatkan info kost di dekatmu:

Kost Jogja Murah

Kost Jakarta Murah

Kost Bandung Murah

Kost Denpasar Bali Murah

Kost Surabaya Murah

Kost Semarang Murah

Kost Malang Murah

Kost Solo Murah

Kost Bekasi Murah

Kost Medan Murah