Advertisement
Source : static.republika.co.id

Biografi Bung Tomo Singkat dan Lengkap tentang Kehidupan dan Perjuangan yang Menginspirasi

Bung Tomo adalah salah satu tokoh pahlawan yang bisa kita teladani. Simak biografi lengkapnya di bawah ini.

4 Januari 2024 Bella Carla

Bersekolah di HBS membuat Bung Tomo semakin sadar jika penjajahan Belanda bukan hanya dari segi fisik, tetapi juga dari sistem pendidikan yang diskriminatif.

Selain itu, pelajaran yang diberikan terlalu berat. Biaya sekolah juga cukup mahal. Hal ini membuat pendidikan Bung Tomo di HBS menjadi terbengkalai.

Namun, keluarga Bung Tomo mendesaknya untuk menyelesaikan pendidikan di HBS. Akhirnya Bung Tomo lulus dari HBS dengan cara korespondensi.

Pada 1959, Bung Tomo kembali didesak keluarga untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Bung Tomo pun berkuliah di Universitas Indonesia (UI).

Atas usulan keluarga, Bung Tomo memilih Fakultas Ekonomi. Kuliah Bung Tomo sempat terhambat lantaran mengikuti berbagai aktivitas perjuangan kebangsaan.

Meski begitu, Bung Tomo bisa menyelesaikan kuliahnya dan dinyatakan lulus pada 1969.

Dilansir dari laman Perpustakaan Sekretariat Negara, Bung Tomo sudah aktif mengikuti berbagai organisasi di usia mudanya. Kiprah Bung Tomo berawal dari organisasi KBI (Kepanduan Bangsa Indonesia).

Pada 1937, Bung Tomo dipercaya menjadi Sekretaris Partai Indonesia Raya (Parindra) Ranting Anak Cabang di Tembok Duku, Surabaya.

Bung Tomo juga aktif dalam dunia jurnalistik. Bung Tomo tercatat pernah menjadi wartawan lepas harian Soeara Oemoem Surabaya tahun 1937, redaktur mingguan Pembela Rakyat Surabaya tahun 1938, wartawan dan penulis pojok harian Ekspres Surabaya tahun 1939, pembantu koresponden Majalah Poestaka Timoer Jogjakarta untuk Surabaya di bawah naungan Anjar Asmara tahun 1940, wakil pemimpin redaksi Kantor Berita Domei bagian bahasa Indonesia untuk seluruh Jawa Timur di Surabaya tahun 1942-1945, serta pemimpin redaksi Kantor Berita Antara di Surabaya tahun 1945.

Di masa revolusi, Bung Tomo pernah menjabat sebagai Ketua Umum Barisan Pemberontak Rakyat Indonesia (BPRI) pada 12 Oktober 1945 sampai Juni 1947.

Bung Tomo juga pernah menjabat sebagai anggota Dewan Penasihat Panglima Besar Jenderal Soedirman, ketua Badan Koordinasi Produksi Senjata seluruh Jawa dan Madura, anggota pucuk pimpinan Tentara Nasional Indonesia (TNI), anggota Staf Gabungan Angkatan Perang Republik Indonesia, serta ketua Panitia Angkatan Darat yang membawahi bidang kereta api dan bus antarkota.

Peran Bung Tomo dalam Pertempuran 10 November 1945 tercatat dalam laman Perpustakaan Sekretariat Negara. Pada 15 September 1945, tentara sekutu mulai mendarat di Jakarta.

Halaman:

Advertisement