Advertisement
Source : static.republika.co.id

Biografi Bung Tomo Singkat dan Lengkap tentang Kehidupan dan Perjuangan yang Menginspirasi

Bung Tomo adalah salah satu tokoh pahlawan yang bisa kita teladani. Simak biografi lengkapnya di bawah ini.

4 Januari 2024 Bella Carla

Tentara tersebut tergabung dalam Rehabilitation of Allied Prisoners of War and Internees (RAPWI) yang bertugas untuk melakukan bantuan rehabilitasi tawanan perang dan melucuti senjata tentara Jepang.

Beberapa hari kemudian, tentara sekutu datang ke Surabaya. Suasana Kota Surabaya menjadi tegang.

Pada 27 Oktober 1945, tentara sekutu mulai menduduki gedung pemerintahan di Surabaya. Kejadian itu memicu serangkaian pertempuran selama beberapa hari.

Atas permintaan pimpinan Inggris, Presiden Soekarno datang ke Surabaya untuk menghentikan pertempuran pada 29 Oktober 1945.

Kehadiran Presiden Soekarno menghasilkan kesepakatan gencatan senjata antara tentara sekutu dan para pejuang Surabaya.

Namun, pertempuran kembali terjadi hingga menyebabkan komandan tentara sekutu Brigadir Jenderal Aubertin Mallaby tewas. Posisi Jenderal Mallaby kemudian digantikan oleh Mayor Jenderal Robert Mansergh.

Pada 9 November 1945, Mansergh mengeluarkan ultimatum kepada rakyat Surabaya.

Isi ultimatum tersebut meliputi perintah agar pemimpin Indonesia di Surabaya melaporkan diri, senjata yang dimiliki oleh pihak Indonesia di Surabaya diserahkan kepada Inggris, serta para pemimpin Indonesia di Surabaya bersedia menandatangani pernyataan menyerah tanpa syarat.

Namun, ultimatum itu tidak disambut baik oleh para pejuang dan rakyat Surabaya.

Pada 10 November 1945, tentara sekutu pun membombardir Surabaya. Pertempuran Surabaya berlangsung lama hingga akhir November 1945.

Dari tengah masyarakat, muncul satu sosok sentral yang akrab disapa Bung Tomo. Pidatonya mengobarkan semangat para pejuang untuk bertahan di medan perang.

Melalui Radio Pemberontakan milik Barisan Pemberontakan Rakyat Indonesia (BPRI), Bung Tomo menyiarkan orasi semangat. Siaran tersebut menjangkau hingga ke luar Indonesia, termasuk Thailand dan Australia.

Bung Tomo juga meminta bantuan tentara dan medis melalui siaran Radio Pemberontak. Permintaannya pun terjawab.

Markas besar TKR di Yogyakarta mengirim seorang komandan dan lebih dari dua puluh kadet untuk membantu para pejuang di Surabaya.

Ratusan perawat dan sejumlah dokter secara sukarela datang ke Surabaya untuk membantu para pejuang.

Pada 1950-1956, Bung Tomo masuk dalam jajaran Kabinet Perdana Menteri Burhanuddin Harahap sebagai Menteri Negara Urusan Bekas Pejuang Bersenjata/Veteran.

Bung Tomo juga menjadi anggota Konstituante mewakili Partai Rakyat Indonesia. Namun, Konstituante dibubarkan Presiden Soekarno lewat Dekrit Presiden pada 5 Juli 1959.

Halaman:

Advertisement