Cara Penulisan Daftar Pustaka yang Baik dan Benar Sesuai EYD
Tanpa mencantumkan daftar pustaka, karya ilmiah yang kamu buat bisa dianggap plagiat atau menjiplak. Inilah mengapa daftar pustaka sangat penting.
Apa yang Harus Ditulis dalam Penulisan Daftar Pustaka?
Pada dasarnya, bagian Penulisan Daftar Pustaka berisi daftar buku, makalah, artikel, jurnal, atau referensi lain yang kamu kutip dalam karya ilmiah kamu.
Yang dimaksud kutipan di sini adalah kutipan baik secara langsung maupun tidak langsung. Materi yang dibaca saja sebagai referensi namun tidak dikutip tidak perlu dicantumkan/ditulis dalam daftar pustaka.
Tapi, semua bahan yang kamu kutip harus dicantumkan dalam Penulisan Daftar Pustaka.
Apa Saja Unsur-Unsur Penulisan Daftar Pustaka?
Ada empat unsur dalam penulisan daftar pustaka yang harus diperhatikan dan ditulis berurutan.
Keempat unsur tersebut adalah: nama pengarang/penulis, tahun penerbitan, judul, dan nama penerbit.
Untuk lebih jelasnya, simak penjelasan di bawah ini:
1. Penulisan nama pengarang/penulis
Nama orang yang menulis buku, makalah, jurnal, dll yang kita jadikan referensi dan kita kutip harus ditulis dengan urutan berikut ini: nama akhir, nama awal (disingkat), nama tengah (jika ada dan disingkat).
Selain itu, penulisan nama tidak perlu mencantumkan gelar akademik dan diakhiri dengan tanda titik.
Jika buku yang dijadikan rujukan dikarang oleh tim yang anggotanya tidak lebih dari 6 orang, semua nama anggota tim tersebut harus dicantumkan dalam daftar pustaka.
2. Penulisan tahun penerbitan
Dalam cara penulisan daftar pustaka yang baik dan benar, penulisan tahun penerbitan buku, jurnal, makalah, dll yang dijadikan referensi harus diikuti titik.
3. Penulisan judul
Judul buku, makalah, artikel, dll ditulis miring (Italic) dan diikuti dengan titik. Jika buku, artikel, dll memiliki sub judul, sub judul juga ditulis miring dan diikuti titik.
4. Penulisan nama penerbit
Nama penerbit ditulis dengan diikuti titik dua dan kota tempat penerbitan.
Contoh Penulisan Daftar Pustaka
Referensi dalam penulisan karya ilmiah yang kemudian dikutip bisa berasal dari mana saja, baik buku teks, majalah, koran, artikel di internet, dan lain sebagainya.
Tentu saja cara penulisan daftar pustaka untuk masing-masing sumber berbeda-beda. Biar gak bingung, berikut ini adalah penjelasan cara penulisan daftar pustaka untuk tiap-tiap jenis sumbernya.
A. Cara Penulisan Daftar Pustaka dari Buku Teks
Buku merupakan sumber referensi paling umum yang dijadikan acuan dalam penulisan karya ilmiah.
Kalau kamu menggunakan kutipan dari buku teks atau buku cetak, maka cara penulisan daftar pustaka untuk buku tersebut adalah berikut ini:
Nama pengarang, tahun penerbitan, judul buku, nomer edisi, nama penerbit dan tempat penerbit.
Contoh:
Terry, K and Smith, J. 1990. The Importance of Clinical Immunology, 2nd Ed. Edmund Book Publication : Oxford.
Susetyo, A. 1997. Penyakit Jantung : Klasifikasi, Diagnosis, dan Dasar Terapi, Edisi ketiga. PT Karya Cipta Pustaka : Solo.
Halaman:

