Cerita Hikayat Bunga Kemuning Singkat Bahasa Indonesia [Ringkasan]
Salah satu cerita hikayat yang cukup populer adalah Hikayat Bunga Kemuning. Di dalamnya terkandung nilai moral yang sangat penting. Baca ringkasannya di sini.
Di tempat lain, sang ayah berusaha mencari anaknya tersebut. Ketika ditanya, tidak ada satupun putri raja yang berani menjawab sehingga raja memerintahkan para pengawal untuk menemukannya.
Namun, sang ayah tidak kunjung menemukan anaknya tersebut sehingga dia merasa kesepian. Sedangkan para putri lainnya dikirim untuk bersekolah di luar negeri agar tidak bermalas-malasan.
Suatu ketika, raja menemukan sebuah tanaman yang memiliki bunga berwarna putih kekuningan dan harum. Tumbuhan tersebut kemudian diberi nama Kemuning karena mengingatkan pada Putri Kuning.
Unsur Intrinsik Cerita Hikayat Bunga Kemuning Singkat
Unsur Intrinsik merupakan komponen yang membangun dalam sebuah karya sastra baik, cerpen, novel maupun prosa. Bagian tersebut menghasilkan struktur dan inti cerita.
Adapun menurut suhendi, unsur intrinsik merupakan teori strukturalisme. Bagian tersebut terdiri dari yang terdiri dari plot, latar, penokohan, tema, sudut pandang, gaya bahasa dan amanat.
Sama halnya dengan karya sastra lainnya, sebuah karangan prosa juga memiliki elemen tersebut. Berikut ini nilai intrinsik dari cerita hikayat Bunga Kemuning singkat.
Tema Cerita
Hikayat tersebut bertemakan, keluarga dan kebangsawanan. Dimana dalam cerita tersebut mengisahkan sosok raja yang juga merupakan figur ayah bagi para putri.
Tema ini sangat nampak pada saat sang ayah yang merupakan seorang raja melakukan tugas kerajaan. Selain itu, dia memiliki pengawal yang dapat diberikan perintah.
Lebih dari itu, cerita ini menggambarkan hubungan persaudaraan yang tidak akur dalam sebuah keluarga. Hal ini nampak ketika para putri raja menghabisi salah satu saudaranya yaitu Kuning.
Penokohan
Tokoh utama dari cerita hikayat Bunga Kemuning singkat ini adalah Putri Kuning. Gadis ini memiliki watak yang baik hati dan berbakti pada orang tua serta tidak manja.
Sedangkan tokoh antagonis dalam cerita tersebut yaitu saudara dari Putri Kuning. Dimana mereka tega menjahili hingga membunuh saudaranya sendiri, selain itu mereka juga manja kepada para inang.
Adapun raja, merupakan tokoh protagonis. Sosok ayah yang menjadi pelengkap pada cerita tersebut. Dimana dia tidak memihak pada siapapun dan memberikan perhatian kepada semua anak-anaknya.
Latar Cerita
Adapun latar dalam sebuah karya sastra berisikan dua hal. Pertama yaitu penggambaran tempat dan kedua yaitu mengenai waktu yang menerangkan kondisi dalam cerita tersebut.
Latar Tempat dalam cerita hikayat Bunga Kemuning singkat ini ada dua. Dimana dikisahkan anak raja yang sering bermain di Danau dan Taman Istana yang selalu dibersihkan oleh Putri Kuning.
Sedangkan latar waktu dalam cerita tersebut mengisahkan legenda pada masa kerajaan. Hal ini bisa diketahui dengan sosok ayah yang merupakan seorang raja dengan para putri di dalamnya.
Plot
Cerita hikayat Bunga Kemuning singkat ini memiliki alur maju. Dimana cerita tersebut mengisahkan peristiwa yang beruntun. Mulai dari perkenalan tokoh hingga penyelesaian masalah.
Dalam cerita tersebut kisah dimulai dari tokoh anak raja yang memiliki nama yang berdasarkan warna. Kemudian mereka membuat masalah ketika ayahnya sedang melaksanakan tugas kerajaan.
Sampai ketika sang ayah kembali ke kerajaan, konflik terjadi saat Putri Kuning memiliki kalung batu hijau pemberian dari raja.
Klimaksnya ketika para putri mencoba merebut kalung batu hijau milik Putri Kuning yang kemudian menewaskan saudaranya tersebut.Â
Di akhir cerita raja menemukan sebuah tanaman yang mengingatkan pada anaknya yang bernama Putri Kuning. Sehingga tumbuhan tersebut diberi nama Bunga Kemuning.
Sudut Pandang Cerita
Kisah ini dipaparkan dengan sudut pandang campuran. Dimana pada cerita tersebut penulis memiliki tinjauan sebagai orang pertama maupun orang ketiga yang mengetahui segala hal dalam hikayat ini.
Halaman:

