Cerita Hikayat Bunga Kemuning Singkat Bahasa Indonesia [Ringkasan]
Salah satu cerita hikayat yang cukup populer adalah Hikayat Bunga Kemuning. Di dalamnya terkandung nilai moral yang sangat penting. Baca ringkasannya di sini.
Gaya Bahasa
Gaya bahasa yang digunakan dalam cerita hikayat Bunga Kemuning singkat yaitu tautologi dan parabel. Keduanya pada umumnya digunakan pada karya sastra berbentuk prosa lama.
Gaya bahasa tautologi merupakan cara retorika dalam menyampaikan sesuatu secara berulang.
Biasanya menggunakan kata yang memiliki makna yang serupa untuk pengertian yang mendalam.
Sedangkan parabel merupakan gaya bahasa yang digunakan dalam cerita-cerita fiktif. Umumnya digunakan pada tokoh manusia yang kental dengan tema bermoral.
Pesan Moral
Pesan moral yang pertama adalah hiduplah rukun dengan saudara. Jangan memiliki rasa iri maupun benci dengan sesama karena hal tersebut dapat merusak hubungan.
Kedua, janganlah bersikap serakah dan mengambil milik orang lain tanpa hak. Hal ini dapat menyebabkan permusuhan dan perbuatan yang melanggar kemanusiaan.
Ketiga, bersikaplah dewasa dalam menyikapi sesuatu. Jangan mengambil keputusan dengan menggunakan emosi sehingga membuat sebuah kesalahan.
Terakhir, jadilah orang tua yang senantiasa memberikan perhatian penuh pada anak. Namun, perhatian ini bukan hanya berupa materi, melainkan pendidikan etika dan moral.
Unsur Ekstrinsik Cerita Hikayat Bunga Kemuning Singkat
Unsur Ekstrinsik dalam sebuah cerita sangat berkaitan dengan nilai serta norma.
Selain itu, pada bagian ini merupakan potret realitas yang objektif di masyarakat ketika karya tersebut diciptakan.
Adapun menurut sumasari, unsur ekstrinsik adalah bagian yang menyusun karya sastra yang bersumber dari luar.
Umumnya berkaitan erat dengan aspek psikologi, sosiologi, dan yang lainnya.
Sedangkan menurut Mido, bagian ini merupakan latar belakang serta sumber informasi yang memiliki pengaruh pada cerita. Berikut ini unsur ekstrinsik cerita hikayat Bunga Kemuning singkat:
Nilai Moral pada Cerita
Kisah ini menyampaikan pesan untuk menghindari sikap sombong dan menindas sesama saudara.
Selain itu, janganlah menjadi pribadi yang iri, dengki, serta senang menghasut orang lain.
Dalam kisah ini mengajarkan pada pembaca untuk menjadi anak yang berbakti kepada orang tua. Seperti watak yang digambarkan melalui tokoh Putri Kuning.
Dimana Putri Kuning senantiasa membantu ayahnya dengan menjadi anak yang mandiri dan bersikap dewasa sehingga ketiadaan Putri Kuning membuat raja kehilangan.
Adapun bagi orang tua agar tidak terlalu disibukan dengan pekerjaannya sehingga lupa untuk mendidik anak-anak agar tidak menyesal di kemudian hari.
Nilai Sosial
Cerita hikayat Bunga Kemuning singkat ini mengajarkan untuk tidak mempersulit urusan orang lain. Seperti saudara Kemuning yang membuat ulah kepada para inang di Istana.
Selain itu, kisah ini memberikan pelajaran bahwa manusia harus saling tolong-menolong.
Sebagaimana Putri Kuning yang membantu para inang membersihkan Taman Istana.
Nilai Agama
Selain memiliki nilai moral dan sosial, cerita ini juga tersimpan nilai agama yang bisa jadi pedoman.
Kisah ini mengajarkan agar manusia menjaga kebersihan yang merupakan sebagian dari iman.
Tidak hanya itu, cerita ini menyampaikan pesan bahwa fitnah merupakan perbuatan yang tercela.
Seperti Putri Hijau yang menghasut saudaranya untuk mendapatkan kalung batu hijau.
Makna Simbolis dan Nilai Filosofis dalam Cerita Hikayat Bunga Kemuning
Selain memuat unsur sastra, cerita Hikayat Bunga Kemuning juga menyimpan makna simbolis yang mendalam. Tanaman kemuning dalam cerita ini melambangkan kesucian, kebaikan hati, dan ketulusan cinta seorang anak kepada orang tua.
Putri Kuning yang berubah menjadi bunga kemuning menjadi simbol bahwa kebaikan tidak pernah benar-benar hilang, meski telah tiada. Wangi bunga kemuning menggambarkan kenangan dan kebajikan yang tetap harum diingat oleh orang-orang yang mencintainya.
Dari sisi filosofi, cerita ini mengajarkan bahwa:
- Kebaikan akan selalu dikenang, sedangkan kejahatan akan mendatangkan penyesalan.
- Kasih sayang dan perhatian keluarga jauh lebih berharga daripada harta atau perhiasan.
- Keindahan bunga kemuning menjadi simbol pembalasan alam terhadap ketulusan hati dan perilaku baik.
Melalui pesan simbolis ini, Hikayat Bunga Kemuning tidak hanya menjadi legenda, tetapi juga media pendidikan moral yang relevan hingga sekarang.
Halaman:

