Advertisement
Source : freepik/@yanalya

19 Contoh Arbitrasi Sosiologi dalam Kehidupan Sehari-hari dan Pengertiannya

Tanpa kita sadari, arbitrasi sering muncul dalam kehidupan sehari-hari kita, lho! Yuk, kita simak!

28 Desember 2025 Evita

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, arbitrasi adalah usaha perantara dalam meleraikan sengketa; peradilan wasit.

Sementara itu, pada konteks ilmu sosiologi, arbitrasi merujuk pada proses penyelesaian konflik atau sengketa antara individu, kelompok, atau entitas di dalam masyarakat melalui pihak ketiga yang disebut arbitrer.

Pada artikel kali ini, Mamikos akan mengulas contoh arbitrasi sosiologi dalam kehidupan sehari-hari, lengkap dengan pengertiannya. 📖✨

Apa Saja Jenis-jenis Arbitrasi?

17 Contoh Arbitrasi Sosiologi dalam Kehidupan Sehari-hari dan Pengertiannya
freepik/@yanalya
65 Contoh Akomodasi dalam Sosiologi di Masyarakat, Sekolah, dan Keluarga

Sebelum membahas contoh arbitrasi, ada baiknya kamu mengetahui lebih dalam tentang jenis-jenis dalam proses arbitrasi.

Arbitrasi sendiri dibagi menjadi dua, yaitu arbitrasi ad hoc dan arbitrasi institusional. 

11 Contoh Difusi Kebudayaan Sosiologi dalam Kehidupan Sehari-hari


1. Arbitrasi Ad Hoc

Arbitrasi ad hoc adalah proses arbitrasi yang diatur dan dikelola oleh pihak-pihak yang terlibat dalam sengketa tanpa melibatkan lembaga atau organisasi arbitrasi eksternal yang ditunjuk.

Dalam hal ini, pihak-pihak yang bersengketa mengatur sendiri proses arbitrasi dan pemilihan arbitrer. Prosedurnya pun juga sepenuhnya bergantung pada kesepakatan pihak-pihak yang terlibat.

Contoh Kompromi di Masyarakat dalam Ilmu Sosiologi beserta Jenis dan Manfaatnya


Arbitrasi ad hoc memang cenderung lebih fleksibel, tapi prosesnya jadi kurang terstruktur jika dibandingkan dengan arbitrasi institusional, sehingga menyebabkan kerangka kerja kurang jelas.

Hal di atas dapat memicu potensi konflik dan ketidakpastian dalam prosesnya.

2. Arbitrasi Institusional

Arbitrasi institusional adalah proses arbitrasi yang diatur dan dikelola oleh lembaga atau organisasi arbitrasi independen yang ditunjuk untuk mengawasi dan mengelola kasus arbitrasi.

Lembaga-lembaga tersebut memiliki aturan dan prosedur yang telah ditetapkan sebelumnya, sekaligus memiliki daftar arbitrer yang telah disetujui dan berkualifikasi. 

Meski tidak sefleksibel arbitrasi ad hoc, arbitrasi institusional memiliki proses yang lebih terstruktur dan lebih jelas karena mengikuti peraturan dan prosedur yang telah ditetapkan sebelumnya. 

Hal tersebut memberikan kepastian bagi pihak-pihak yang terlibat dalam sengketa.

19 Contoh Arbitrasi Sosiologi 

Setelah mengetahui arti dan proses arbitrasi, pada poin ini Mamikos akan merangkum 19 contoh arbitrasi sosiologi yang biasa kita temui dalam kehidupan sehari-hari, lengkap dengan pengertiannya.

Contoh Arbitrasi Sosiologi Nomor 1

Pak Bambang sedang bersitegang dengan Pak Jono anjing peliharaan Pak Jono sering masuk pekarangan rumahnya dan buang air besar sembarangan di sana.

Karena tidak ada yang mau mengalah, kedua pihak yang bersitegang pun sepakat meminta bantuan Pak RT untuk mencari solusi terbaik.

Situasi di atas adalah contoh dari penerapan arbitrasi jenis ad hoc, karena Pak Bambang dan Pak Jono sepakat untuk menunjuk Pak RT sebagai arbitrer.

Contoh Arbitrasi Sosiologi Nomor 2

Seorang istri mendapatkan kekerasan dari suaminya hingga mengalami luka di tubuh.

Karena tidak bisa menyelesaikan masalah secara kekeluargaan, alhasil sang istri melaporkan tindak kekerasan tersebut ke Komnas Perempuan agar bisa menjadi pihak ketiga yang membantu menyelesaikan masalah tersebut.

Contoh di atas adalah salah satu penerapan arbitrasi institusional, di mana istri menunjuk Komnas Perempuan sebagai arbitrer.

Contoh Arbitrasi Sosiologi Nomor 3

Anna berselisih paham dengan teman sekelasnya yang bernama Suci, karena novel Anna yang hilang ditemukan di laci Suci.

Karena perselisihan semakin memanas, akhirnya mereka sepakat meminta wali kelas menangani kasus mereka agar tidak berlarut-larut.

Situasi di atas adalah salah satu contoh penerapan arbitrasi ad hoc, karena Anna dan Suci menunjuk wali kelas mereka sebagai arbitrer dalam menangani masalah mereka.

Contoh Arbitrasi Sosiologi Nomor 4

Pak Bandi, seorang warga Desa Pucung, menyelenggarakan pesta pernikahan meriah di rumahnya.

Namun, banyak warga yang mengeluh karena pesta tersebut membuat bising lingkungan desa dengan suara-suara lagu yang diputar melalui sound system.

Karena Pak Bandi bersikeras sudah mengantongi izin dari RT dan tidak merasa bersalah, akhirnya dia dan para warga sepakat meminta bantuan Pak RT untuk menangani permasalahan tersebut.

Contoh di atas adalah contoh dari arbitrasi ad hoc, karena Pak Bandi dan warga lainnya meminta Pak RT menjadi arbitrer dalam kasus mereka.

Contoh Arbitrasi Sosiologi Nomor 5

Maudy adalah artis terkenal yang mulai menyadari bahwa ada yang salah dari kontrak kerjanya bersama manajemen.

Selama 5 tahun berkarier, dia belum mendapatkan bayaran dari beberapa film yang dimainkannya.

Alhasil, Maudy menggugat manajemennya karena adanya pelanggaran kontrak tersebut.

Situasi yang dialami Maudy adalah contoh dari arbitrasi institusional, karena Maudy menggugat manajemennya melalui hukum untuk mendapatkan keadilan serta haknya.

Halaman:

Advertisement