Advertisement
Source : Getty Images Signature/AndrewJohnson

9 Contoh Bahan Bakar Ramah Lingkungan beserta Penjelasannya untuk Mengurangi Dampak Pemanasan Global

Bahan bakar ramah lingkungan dapat mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan akibat penggunaan bahan bakar fosil konvensional. Simak ulasan lengkapnya di bawah ini.

4 Januari 2024 Fajar Laksana

Gas alam telah banyak digunakan terutama dalam industri energi dan pembangkit listrik. 

Selain itu, gas alam juga dimanfaatkan sebagai sumber energi untuk memasok kebutuhan panas dan listrik dalam rumah tangga, industri, transportasi, dan pembangkit listrik. 

Proses pembakaran gas alam menghasilkan panas yang digunakan untuk pemanasan ruangan, memasak, dan berbagai keperluan industri. 

Di samping itu, gas alam juga digunakan sebagai bahan baku untuk pembuatan produk kimia, seperti pupuk, plastik, dan berbagai produk industri lainnya. 

Penggunaan yang fleksibel dan relatif bersihnya pembakaran gas alam membuatnya menjadi alternatif yang diminati dalam upaya mengurangi emisi karbon dioksida dibandingkan dengan bahan bakar fosil.

3. Dimetil Eter

Dimetil eter (DME) adalah contoh bahan bakar ramah lingkungan selanjutnya.

Dimetil eter merupakan senyawa kimia yang terdiri dari dua molekul metanol. 

Senyawa ini memiliki rumus kimia CH3OCH3. Dimetil eter menjadi salah satu jenis eter yang berwujud gas pada suhu kamar dan memiliki sifat-sifat yang mirip dengan propana. 

Dimetil eter berasal dari sintesis kimia yang melibatkan reaksi antara metanol dengan katalis asam. 

Metanol yang menjadi bahan baku utama untuk dimetil eter dapat diperoleh dari berbagai sumber, termasuk gas alam, batubara, atau biomassa.

Saat ini, Dimetil eter dianggap sebagai bahan bakar yang potensial menggantikan diesel karena memiliki sifat pembakaran yang bersih dan tidak menghasilkan emisi belerang atau partikel. 

Penggunaan DME dalam industri transportasi, terutama dalam mesin diesel modifikasi khusus, telah diuji coba sebagai bahan bakar yang ramah lingkungan dan berpotensi mengurangi polusi udara. 

Selain itu, dimetil eter juga digunakan dalam produksi aerosol, cat semprot, dan bahan kimia lainnya.

4. Biogas

Contoh bahan bakar ramah lingkungan berikutnya adalah biogas.

Biogas terbentuk dari proses fermentasi biomassa organik seperti limbah pertanian, limbah hewan ternak, limbah rumah tangga, atau tanaman energi seperti rumput laut atau tumbuhan lainnya. 

Proses ini terjadi dalam kondisi anaerobik, di mana mikroorganisme memecah bahan organik secara alami dan menghasilkan campuran gas, terutama metana (CH4) dan karbon dioksida (CO2), serta sejumlah kecil gas lainnya seperti hidrogen sulfida (H2S) dan uap air. 

Halaman:

Advertisement