Advertisement
Source : Getty Images Signature/AndrewJohnson

9 Contoh Bahan Bakar Ramah Lingkungan beserta Penjelasannya untuk Mengurangi Dampak Pemanasan Global

Bahan bakar ramah lingkungan dapat mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan akibat penggunaan bahan bakar fosil konvensional. Simak ulasan lengkapnya di bawah ini.

4 Januari 2024 Fajar Laksana

6. Biosolar B30

Contoh bahan bakar ramah lingkungan berikutnya adalah biosolar B30. 

Biosolar B30 merupakan jenis bahan bakar diesel berupa campuran dari biodiesel (B30 = 30% biodiesel + 70% solar/diesel konvensional). 

Biodiesel yang digunakan sebagai komponen utama di dalam biosolar B30 diperoleh dari bahan baku nabati atau tumbuhan, seperti minyak kelapa sawit, kedelai, jarak pagar, atau biji rami. 

Tujuan dari penggunaan biosolar B30 adalah untuk mengurangi dampak lingkungan dari bahan bakar konvensional dengan menggantinya sebagian dengan bahan bakar yang berasal dari sumber daya alam yang dapat diperbaharui dan lebih ramah lingkungan.

Asal mula biosolar B30 berkaitan dengan upaya untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan meningkatkan keberlanjutan lingkungan. 

Produksi dan penggunaan biosolar B30 umumnya terkait dengan negara-negara yang memiliki industri biodiesel yang sudah kuat atau negara-negara yang mengandalkan sebagian besar dari sumber daya alamnya untuk produksi biodiesel. 

Pada praktiknya, penggunaan biosolar B30 memerlukan kendaraan atau mesin diesel yang dapat menggunakan campuran biodiesel tanpa perlu modifikasi yang signifikan. 

Meskipun demikian, penggunaan biosolar B30 kadang membutuhkan pemeliharaan yang lebih sering karena sifatnya yang lebih korosif terhadap beberapa bagian mesin daripada solar biasa.

7 Jenis-jenis Energi Terbarukan Beserta Penjelasannya

7. Biodiesel

Selanjutnya adalah biodiesel, contoh bahan bakar ramah lingkungan yang dihasilkan dari bahan-bahan organik, seperti minyak nabati atau lemak hewani. 

Proses pembuatan biodiesel melibatkan reaksi kimia yang disebut transesterifikasi, yakni reaksi yang melibatkan minyak nabati atau lemak hewani diubah menjadi senyawa ester metil yang dapat digunakan sebagai bahan bakar. 

Biodiesel biasanya diproduksi dari berbagai sumber, termasuk minyak kelapa sawit, kedelai, rapeseed (rapa), biji jarak, dan minyak nabati lainnya, serta lemak hewani dari limbah industri daging atau lemak hewani lainnya.

Biodiesel dapat digunakan dalam mesin diesel konvensional tanpa perlu modifikasi yang signifikan. 

Penggunaan biodiesel dapat dilakukan baik secara murni (100% biodiesel atau B100) maupun dicampur dengan bahan bakar diesel konvensional dalam berbagai perbandingan (seperti B5, B20, dll.). 

Biodiesel juga dikenal memiliki sifat yang lebih ramah lingkungan karena menghasilkan emisi gas buang yang lebih rendah, seperti sulfur dioksida, nitrogen oksida, dan partikel-partikel berbahaya, dibandingkan dengan bahan bakar diesel konvensional.

Biodiesel menjadi pilihan yang menarik karena dapat mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, memanfaatkan sumber daya alam yang diperbaharui, dan mengurangi dampak pemanasan global.

Halaman:

Advertisement