Advertisement
Source : unsplash.com/magnetme

15 Contoh Berpikir Komputasional Kehidupan Sehari-hari Lengkap

Istilah berpikir komputasional atau computational thinking (CT) adalah sebuah metode pendekatan dalam proses pembelajaran. Baca contohnya dalam artikel ini.

12 Oktober 2025 Bella Carla

Contoh 2: Mencuci Pakaian Putih

Dekomposisi: pada tahap awal kumpulkan pakaian putih yang akan di cuci, menyiapkan alat cuci, ember dan memahami proses pencucian.

Pengenalan pola: mengetahui pola dalam mencuci pakaian putih dari memisahkan pakaian putih dengan pakaian berwarna untuk dicuci, memperkirakan detergen dan air yang akan dibutuhkan untuk mencuci pakaian.

Abstraksi: setelah mengetahui berapa banyak pakaian putih yang kotor, kemudian akan dilanjutkan dengan memahami pakaian yang kotor, menyatukan pakaian ke dalam ember hingga mencucinya dan menjemurnya.

Algoritma: setelah mengetahui langkah di atas dari pemecahan mencuci pakaian putih mulai dari memilah pakaian, menyiapkan deterjen, alat mencuci, mencuci hingga menjemur.

Contoh Berpikir Kritis dalam Pekerjaan dan Seberapa Penting? [Critical Thinking]

Contoh 3: Membuat Nasi Uduk

Dekomposisi: pada tahap awal membuat nasi uduk, mari kita menyiapkan langkah-langkah untuk memecahkan masalah dengan menyiapkan 3 cup beras, 5 cup air santan, 2 serai yang sudah dipotong, 4 daun pandan, 4 daun salam, 1sdt jinten bubuk, garam secukupnya, dan tempat nasi hingga pemasak nasi atau rice cooker.

Pengenalan pola: pengenalan pola dengan memahami dalam proses membuat nasi uduk dari memasak air dulu, memasak beras dan mencampurkan bahan menjadi satu di dalam tempat nasi hingga menyalakan mesin pemasak nasi tersebut.

Abstraksi: sebuah pandangan berapa banyak beras yang dibutuhkan dalam membuat nasi uduk, masukan beras di rice cooker beserta airnya dan nyalakan.

Algoritma: sudah memahami polanya dari di atas, masukan 3 cup beras, 5 cup air santan, 2 serai yang sudah dipotong, 4 daun pandan, 4 daun salam, 1sdt jinten bubuk, garam secukupnya, hingga nyalakan mesin pemasak nasi.

Contoh 4: Membuat Jus Apel

Dekomposisi: pada tahap awal membuat jus apel, mari kita menyiapkan langkah-langkah untuk memecahkan masalah dengan menyiapkan air, es batu, apel hingga blender atau juicer.

Pengenalan pola: pengenalan pola dengan memahami dalam proses membuat jus apel dari memasukan air dulu, memotong-motong buah apel, memasukkan bahan menjadi satu di dalam blender/juicer hingga menyalakan blender/juicer tersebut.

Abstraksi: sebuah pandangan beberapa apel yang dibutuhkan dalam membuat jus apel, masukan apel di blender/juicer beserta air secukupnya dan nyalakan.

Algoritma: sudah memahami polanya dari di atas, masukan apel secukupnya, air secukupnya hingga nyalakan blender/juicer.

Contoh 5: Menata Meja Belajar

Dekomposisi:
Langkah awalnya adalah memecah kegiatan menata meja belajar menjadi beberapa bagian: mengelompokkan buku, alat tulis, dan barang-barang pribadi, lalu menentukan posisi terbaik untuk tiap benda.

Pengenalan pola:
Pola yang dikenali adalah setiap kali meja berantakan, penyebab utamanya karena tidak adanya tempat khusus untuk setiap barang. Dengan mengenali pola tersebut, kita tahu pentingnya organisasi ruang.

Abstraksi:
Abstraksi dilakukan dengan memahami bahwa inti dari kegiatan ini adalah menjaga keteraturan agar meja selalu rapi dan memudahkan kegiatan belajar.

Algoritma:

  1. Kumpulkan semua barang di atas meja.
  2. Pisahkan berdasarkan kategori (buku, alat tulis, dekorasi).
  3. Tentukan posisi penyimpanan setiap kelompok.
  4. Letakkan barang sesuai kategori.
  5. Bersihkan meja dan pastikan tidak ada barang yang tidak perlu.

Contoh 6: Menyusun Jadwal Harian

Dekomposisi:
Pisahkan kegiatan harian menjadi kelompok: sekolah, pekerjaan rumah, waktu istirahat, dan aktivitas pribadi.

Pengenalan pola:
Pola yang dikenali adalah jam produktif biasanya terjadi di pagi hari, sementara sore cocok untuk kegiatan santai.

Abstraksi:
Abstraksi dilakukan dengan fokus pada tujuan utama: mengatur waktu agar semua kegiatan terlaksana dengan efisien.

Algoritma:

  1. Catat semua aktivitas penting dalam sehari.
  2. Urutkan berdasarkan prioritas dan waktu.
  3. Tentukan durasi setiap kegiatan.
  4. Buat jadwal di kertas atau aplikasi kalender.
  5. Jalankan jadwal dan evaluasi setiap malam.

Contoh 7: Menyapu dan Mengepel Lantai

Dekomposisi:
Pisahkan kegiatan menjadi beberapa tahap: menyapu debu, membuang kotoran, mencampur cairan pembersih, lalu mengepel.

Pengenalan pola:
Pola yang dikenali: debu cenderung menumpuk di sudut ruangan dan di bawah perabot.

Abstraksi:
Abstraksi dilakukan dengan menekankan tujuan akhir, yaitu menciptakan ruangan bersih tanpa sisa debu.

Algoritma:

  1. Angkat barang dari lantai.
  2. Sapu lantai mulai dari ujung ruangan ke arah pintu.
  3. Campurkan cairan pembersih dengan air.
  4. Pel lantai secara menyeluruh.
  5. Biarkan kering dan tata kembali barang.

Contoh 8: Membuat Telur Dadar

Dekomposisi:
Pisahkan tahapannya: menyiapkan bahan (telur, garam, minyak), mengocok telur, dan menggoreng.

Pengenalan pola:
Pola yang dikenali adalah semakin rata kocokan telur dan campurannya, semakin lembut hasil akhirnya.

Abstraksi:
Abstraksi dilakukan dengan memahami bahwa inti kegiatan ini adalah mencampur bahan dengan proporsi dan teknik yang tepat.

Algoritma:

  1. Pecahkan telur ke dalam mangkuk.
  2. Tambahkan bumbu seperti garam dan lada.
  3. Kocok hingga rata.
  4. Panaskan minyak di wajan.
  5. Tuang telur, goreng hingga matang merata.

Halaman:

Advertisement