9 Contoh dan Cara Membuat Catatan Kaki (Footnote) yang Benar
Sudahkah kamu mengetahui contoh dan cara membuat catatan kaki (footnote) dengan benar? Jika masih merasa kebingungan, mungkin artikel berikut ini bisa cukup membantu kamu.
Ketentuan Penulisan Catatan Kaki (Footnote)
Sebelum kamu mengetahui cara dan contoh dari catatan kaki (footnote), ada beberapa hal yang juga wajib untuk diperhatikan bila kamu ingin menulis catatan kaki (footnote).
Beberapa hal tersebut adalah sebagai berikut:
- Nomor penanda catatan kaki (footnote) agak diangkat sedikit ke atas, mirip penulisan kuadrat, tetapi tidak sampai satu spasi. Ukuran penandanya juga sedikit lebih kecil. Contohnya seperti ini [1].
- Nama pengarang yang dijadikan catatan kaki (footnote) ditulis sesuai dengan urutan nama aslinya. Pangkat atau gelar seperti Ir., Prof., Dr., tidak perlu dicantumkan.
- Judul buku referensi yang dijadikan catatan kaki (footnote)dicetak miring (bila ditulis dengan MS WORD) atau digaris bawahi bila diketik dengan mesin tik.
- Jika majalah, surat kabar, atau buku ditulis oleh dua orang atau tiga, nama mereka dicantumkan semua.
- Jika lebih dari tiga orang, maka yang ditulis di catatan kaki (footnote) hanya nama pengarang pertama, lalu diikuti oleh dkk. atau et al.
- Jika sumber referensi dari internet, catatan kaki (footnote) yang ditulis harus (ada di contoh di bawah).
Cara Membuat Catatan Kaki (Footnote)
Beberapa ketentuan yang perlu diperhatikan dalam membuat catatan kaki (footnote) antara lain adalah sebagai berikut:
- Penulisannya dipisahkan oleh garis yang panjangnya 14 karakter dari margin sebelah kiri dan berjarak 4 spasi dari tulisan atau teks.
- Diketik atau ditulis dengan satu spasi.
- Harus diberikan nomor.
- Nomor pada catatan kaki diketik dengan jarak 6 karakter dari margin sebelah kiri.
- Kalau catatan kakinya lebih dari satu baris, maka pada baris yang kedua maupun selanjutnya dimulai seperti margin teks yang biasanya tepat pada margin bagian sebelah kiri.
- Kalau catatan kakinya lebih dari satu maka jarak antar catatan kaki dengan catatan kaki yang lainnya sama seperti jarak spasi pada teks.
- Catatan kaki harus ditulis pada halaman yang sama, jika terlalu panjang lebih baik potong teksnya daripada memotong catatan kaki.
- Berjarak 3 centimeter dengan margin bagian bawah, seperti halnya pada aturan teks.
- Jika nama pengarang dua sampai tiga orang maka harus ditulis semuanya, sedangkan jika nama pengarangnya lebih dari tiga orang maka tulis saja nama pengarang yang pertama lalu di belakangnya ditulis et.al., atau dkk.
- Nama pengarang harus ditulis sesuai nama aslinya, pangkat dan gelar tidak perlu ditulis.
- Judul buku atau sumber harus diberi garis bawah, jika diketik dengan komputer maka harus dicetak miring.
- Ibid, digunakan ketika catatan kaki yang satu dengan yang lainnya berketerangan sama tanpa diselingi oleh catatan lain. Penulisan dilakukan jika catatan kaki tersebut berada pada satu halaman, maka cukup dengan menulis istilah Ibid. Tapi jika terdapat pada beberapa halaman maka penulisannya: Ibid, no halaman, penulisan kata Ibid harus memakai garis bawah atau dimiringkan.
- Op.cit. digunakan ketika mengutip dari dua sumber yang sama akan tetapi ditulis pada catatan kaki yang tidak berurutan dan letaknya pada halaman berbeda, adapun cara penulisannya: Nama Penulis, op.cit., no halaman.
- LOC.cit. digunakan sama seperti yang diatas tapi digunakan pada halaman yang sama yang telah disisipi oleh referensi yang lain dari halaman yang sama, adapun cara penulisannya seperti: Nama Penulis loc.it
- Kalau keterangannya mengenai referensi suatu artikel ataupun buku, penulisannya hampir mirip seperti daftar pustaka tapi nama penulisnya tidak dibalikan.
Contoh dan Cara Membuat Catatan Kaki
Berikut ini beberapa kumpulan contoh catatan kaki dan cara membuat catatan kaki yang bisa kamu jadikan sebagai contoh penulisan catatan kaki (footnote) yang benar.
Contoh catatan kaki (footnote) 1 pengarang
Saat kutipan dari buku terdiri dari satu pengarang. Maka, struktur penulisan catatan kaki (footnote) adalah sebagai berikut :
Nomor kutipan Nama Pengarang, Judul Buku (Kota Penerbit: Nama Penerbit, Tahun, Penerbitan), hal. Nomor halaman.
Adapun contoh dalam penulisannya adalah sebagai berikut:
- ¹Chairil Anwar, Deru Campur Debu, (Jakarta: PT GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA, 1992), hlm9.
- ²Sartono Suryadiningrat, Pendekatan Ilmu-ilmu Agama Dalam Muamalah Masyarakat (Jakarta: Asy-Syariah, 2003), hal. 14.
- ³Ibrahim Ruhaili, Sejarah Perkembangan Islam Di Eropa (Jakarta: PT. Gramedia, 2010), hal. 35.
Contoh & cara membuat catatan kaki 2 hingga 3 pengarang
Saat kutipan dari buku terdiri dari dua hingga tiga pengarang. Maka, struktur penulisan catatan kaki (footnote) adalah sebagai berikut :
Nomor kutipan Nama Pengarang 1 dan Nama Pengarang 2, Judul Buku (Kota Penerbit: Nama Penerbit, Tahun, Penerbitan), hal. Nomor halaman.
Adapun contoh dalam penulisannya adalah sebagai berikut:
- ¹Joko Budiman dan Armand Setiadi, Struktur Atom (Jakarta: Bina Sanjaya, 1996), hal. 50-68.
- ²Patrick Wesell dan Arnold Jonathan, Anatomy of Atom (New Zealand: Light Pen, 1989), hal. 36-40.
- ³Abdul Khalik, Rapi Armad, Bagus Kuncoro, Belajar Bahasa Indonesia, (Surabaya: Dwikarya, 2009), hlm 25.
Contoh & cara membuat catatan kaki lebih dari 3 pengarang
Ketika kutipan dari buku lebih dari tiga pengarang. Maka, struktur penulisan catatan kaki (footnote) adalah sebagai berikut :
Nomor kutipan Nama Pengarang dkk, Judul Buku (Kota Penerbit: Nama Penerbit, Tahun, Penerbitan), hal. Nomor halaman.
Adapun contoh dalam penulisannya adalah sebagai berikut:
- ¹Sri Utami dkk, Bahasa Inggris Level 5 (Yogyakarta: PT. Gramedia, 2003), hal. 5.
- ²Mahmud Efendi, dkk. Bahasa dan Sastra Indonesia, (Solo: Citra Aji Pratama, 2008), hlm, 47.
Contoh & cara membuat catatan kaki dari Buku Terjemahan
Ketika kutipan bersumber dari buku terjemahan, maka struktur penulisan catatan kaki (footnote) adalah sebagai berikut :
Nomor kutipan Nama Pengarang, Judul Buku, Terj. Nama Penerjemah (Kota Penerbit: Nama Penerbit, Tahun, Penerbitan), hal. Nomor halaman.
Adapun contoh dalam penulisannya adalah sebagai berikut:
- ¹Muhammad Rab’i, Sejarah Penaklukan Konstantinopel, Terj. Muhammad Afifuddin dan Mukhtar Rifa’i (Jakarta: Asy-Syariah, 1998), hal. 23.
Halaman:

