Advertisement
Source : Canva/Eugen Tamas's

15 Contoh Cara Menghitung Rasio Keuangan dan Pembahasannya Lengkap

Masih bingung bagaimana cara menghitung rasio keuangan? Yuk, simak penjelasan mudah di artikel berikut ini!

13 Januari 2026 Lintang Filia
Ringkasan Artikel
  • Rasio keuangan memberi gambaran kinerja perusahaan yang lebih mendalam—meliputi likuiditas, solvabilitas, profitabilitas, dan efisiensi—sehingga bisa mendeteksi potensi masalah yang tidak terlihat hanya dari laba/rugi.
  • Ada 15 contoh perhitungan rasio seperti cash ratio, quick ratio, current ratio, cash turnover, inventory turnover, TATO, TIE, DSO, CCC, dan lainnya.
  • Hasil rasio berguna untuk pengambilan keputusan bisnis (evaluasi kinerja, pengajuan pinjaman, menarik investor) dan dilengkapi tautan sumber serta panduan lanjutan untuk belajar lebih jauh.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Dalam dunia bisnis, laporan keuangan kerap menjadi bahan utama untuk mengambil keputusan penting. Mulai dari evaluasi kinerja, pengajuan pinjaman, hingga menarik minat investor.

Oleh karena itu, diperlukan cara tertentu agar data keuangan bisa dipahami dengan lebih sederhana dan relevan dengan kondisi perusahaan.

Di artikel ini, Mamikos telah menyusun berbagai contoh cara menghitung rasio keuangan dan pembahasannya yang mudah untuk dipelajari. 🧮📖✨

Menghitung Rasio Keuangan

contoh cara menghitung rasio keuangan dan pembahasannya
Canva/Eugen Tamas’s
Contoh Soal Jurnal Penyesuaian Perusahaan Jasa dan Dagang beserta Jawabannya

Menilai kesehatan finansial sebuah perusahaan tidak bisa hanya bertumpu pada besar kecilnya laba atau rugi. Meski laba kerap dijadikan tolok ukur utama, angka ini belum cukup untuk menjelaskan kondisi bisnis secara keseluruhan.

Di sinilah rasio keuangan berperan sebagai alat bantu analisis yang memberi gambaran lebih dalam tentang kinerja perusahaan.

Contoh Jurnal Umum beserta Cara Membuatnya yang Benar, Lengkap!

Rasio keuangan digunakan untuk membandingkan pos-pos tertentu dalam jenis laporan keuangan. Tujuannya untuk memudahkan investor, kreditor, maupun manajemen dalam membaca efisiensi operasional, kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendek, hingga tingkat keuntungan yang dihasilkan.

Melalui rasio ini, potensi masalah keuangan dapat dikenali lebih awal, termasuk apakah pengelolaan aset sudah berjalan optimal atau justru menimbulkan risiko di kemudian hari.

Nah, agar lebih mudah dipahami, yuk, pelajari 15 contoh cara menghitung rasio keuangan dan pembahasannya secara lengkap. Termasuk berbagai aspek penting dalam analisis keuangan perusahaan, mulai dari likuiditas, solvabilitas, hingga profitabilitas.

Contoh Laporan Perubahan Modal Perusahaan Beserta Cara Membuatnya yang Baik dan Benar

Contoh Cara Menghitung Rasio Keuangan dan Pembahasannya

1. Sebuah perusahaan manufaktur menyajikan laporan keuangan dengan data sebagai berikut:

  • Kas dan setara kas: Rp128.540.000.000
  • Total kewajiban jangka pendek: Rp512.160.000.000

Berdasarkan data tersebut, tentukan rasio kas yang dimiliki perusahaan.

Pembahasan:
Rasio kas digunakan untuk mengetahui seberapa besar kemampuan kas perusahaan dalam menutup kewajiban jangka pendeknya.

Rumus Rasio Kas:
Rasio Kas = Kas dan Setara Kas / Utang Lancar

Perhitungan:
Rasio Kas = 128.540.000.000 / 512.160.000.000
Rasio Kas = 0,251

Kesimpulan:
Nilai rasio kas perusahaan adalah 0,251 atau 25,1%. Artinya, kas yang tersedia saat ini hanya mampu menutupi sekitar 25,1% dari total utang lancar.

Kondisi ini menunjukkan bahwa perusahaan belum sepenuhnya likuid jika hanya mengandalkan kas, sehingga perlu dukungan dari aset lancar lainnya untuk melunasi kewajiban jangka pendek.

2. Perusahaan Y memiliki laporan keuangan dengan informasi sebagai berikut:

  • Total aset lancar: Rp1.320.850.000.000
  • Persediaan: Rp345.270.000.000
  • Total utang lancar: Rp475.300.000.000

Hitunglah rasio cepat perusahaan Y berdasarkan data tersebut.

Pembahasan:
Rasio cepat menggambarkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek tanpa mengandalkan persediaan, karena persediaan membutuhkan waktu lebih lama untuk dicairkan menjadi kas.

Rumus Rasio Cepat:
Rasio Cepat = (Aset Lancar − Persediaan) / Utang Lancar

Perhitungan:
Rasio Cepat = (1.320.850.000.000 − 345.270.000.000) / 475.300.000.000
Rasio Cepat = 975.580.000.000 / 475.300.000.000
Rasio Cepat = 2,05

Kesimpulan:
Nilai rasio cepat perusahaan Y sebesar 2,05 kali. Ini berarti setiap Rp1 kewajiban jangka pendek dijamin oleh Rp2,05 aset lancar selain persediaan. Rasio ini menunjukkan kondisi likuiditas perusahaan tergolong sangat baik, karena perusahaan mampu melunasi utang lancarnya tanpa harus menjual persediaan.

3. Sebuah perusahaan dagang melaporkan kondisi keuangan sebagai berikut:

  • Total aset lancar: Rp1.280.750.000.000
  • Total utang lancar: Rp450.260.000.000

Berdasarkan data tersebut, tentukan rasio lancar perusahaan.

Pembahasan:
Rasio lancar digunakan untuk menilai kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek dengan menggunakan seluruh aset lancarnya.

Rumus Rasio Lancar:
Rasio Lancar = Total Aset Lancar / Total Utang Lancar

Perhitungan:
Rasio Lancar = 1.280.750.000.000 / 450.260.000.000
Rasio Lancar = 2,84

Kesimpulan:
Nilai rasio lancar perusahaan adalah 2,84 kali. Artinya, setiap Rp1 utang lancar dijamin oleh Rp2,84 aset lancar. Angka ini menunjukkan bahwa kondisi likuiditas perusahaan tergolong baik, karena perusahaan memiliki aset lancar yang cukup besar untuk melunasi kewajiban jangka pendeknya.

4. Berdasarkan laporan arus kas dan laporan laba rugi suatu perusahaan, diperoleh data berikut:

  • Kas awal tahun: Rp72.480.000.000
  • Kas akhir tahun: Rp118.920.000.000
  • Penjualan bersih selama satu tahun: Rp3.980.450.000.000

Hitunglah rasio perputaran kas perusahaan tersebut.

Pembahasan:
Langkah pertama adalah menghitung rata-rata kas.

Rumus Rata-Rata Kas:
Rata-Rata Kas = (Kas Awal Tahun + Kas Akhir Tahun) / 2

Perhitungan:
Rata-Rata Kas = (72.480.000.000 + 118.920.000.000) / 2
Rata-Rata Kas = 191.400.000.000 / 2
Rata-Rata Kas = 95.700.000.000

Setelah itu, hitung rasio perputaran kas.

Rumus Rasio Perputaran Kas:
Rasio Perputaran Kas = Penjualan Bersih / Rata-Rata Kas

Perhitungan:
Rasio Perputaran Kas = 3.980.450.000.000 / 95.700.000.000
Rasio Perputaran Kas = 41,59

Kesimpulan:
Rasio perputaran kas perusahaan sebesar 41,59 kali. Artinya, selama satu tahun, kas perusahaan berputar sekitar 41 kali melalui aktivitas penjualan. Nilai ini menandakan bahwa proses konversi aset lancar menjadi kas berlangsung cukup cepat dan efisien.

Halaman:

Advertisement