Advertisement

Cara Menulis Daftar Pustaka dari Internet, Buku, Skripsi, Jurnal beserta Contohnya

Banyaknya aturan dalam penulisan daftar pustaka seringkali membuat sebagian orang semakin bingung mengenai cara penulisannya. Memang menulis daftar pustaka bukanlah perkara yang mudah, terlebih lagi jika kamu tidak pernah mencobanya sama sekali.

1 Januari 2024 Bella Carla

2. Menghargai penulis sebelumnya

Ketika kamu menuliskan secara daftar pustaka di akhir karya ilmiah, secara tidak langsung kamu sudah mengapresiasi ide dari seseorang.

Selain itu, penulisan daftar pustaka juga secara tidak langsung membuat kamu mengakui bahwa teks pada bagian tertentu dalam karya ilmiah yang kamu tulis adalah dari ide, argumen, dan atau analisa orang lain.

3. Membantu pembaca yang ingin tahu lebih dalam mengenai sumber kutipan

Tujuan penulisan daftar pustaka yang ketiga adalah agar dapat membantu pembaca yang ingin mengetahui lebih dalam tentang kutipan tersebut.

Terkadang, ada beberapa pembaca yang tertarik untuk membaca lebih dalam tulisan yang kamu kutip di dalam tulisan kamu.

Dengan adanya daftar pustaka, pembaca pun dapat menelusuri informasi sumber kutipan dengan mudah karena sudah mendapatkan rincian lengkapnya di daftar pustaka.

Unsur-Unsur Umum Dalam Penulisan Daftar Pustaka

Menulis daftar pustaka di akhir karya tulisan ilmiah tentunya mengharuskan kamu mengetahui beberapa hal.

Untuk menulis daftar pustaka sendiri, tanda baca dan unsur yang dimuat wajib untuk dipahami. Dengan memahami unsur-unsur dari daftar pustaka nantinya akan memudahkan kamu dalam menuliskan daftar pustaka yang baik dan benar.

Ada beberapa unsur penting yang selalu dimuat dalam daftar pustaka, yakni:

1. Nama Penulis

Nama penulis harus ditulis pada awal daftar pustaka. Jika nama penulis terdiri lebih dari 2 kata maka nama penulis dibalik dan diberi tanda koma.

Di beberapa sumber penulisan juga seringkali terdapat nama penulis yang disertai dengan gelar.

Bisa berupa gelar pendidikan, gelar keagamaan hingga gelar bangsawan. Untuk menulis daftar pustaka, nama penulis ditulis tanpa menggunakan gelar.

2. Tahun Terbit

Selain nama penulis, tahun terbit juga perlu dicantumkan. Setelah nama pengarang barulah ditulis tahun terbit.

Tahun terbit ditulis dalam angka bukan huruf.

Perhatikan dengan detail yang mana tahun penerbit atau tahun cetakan awal. Jika tidak ada tahun terbit maka ditulis “Tanpa Tahun” dan diakhiri tanda titik.

3. Judul Buku

Judul buku yang dikutip harus ditulis secara lengkap. Penulisan judul buku umumnya dibuat dengan Italic atau miring. Tetapi ada juga ditulis secara Bold atau tebal dan Underline atau garis bawah.

Letak penulisan judul buku tepat setelah tahun terbit. Seperti tahun terbit, judul buku juga diakhiri tanda titik. Perlu diperhatikan penulisan judul buku sesuai dengan judul asli.

Penggunaan font kapital di setiap kata juga harus sesuai yang asli. Jangan lupa judul dibuat dengan miring.

Halaman:

Advertisement