7 Contoh Cerita Fabel Pendek 1, 2, 3, 4, 5 Paragraf beserta Strukturnya Lengkap
Prinsip dari cerita fabel adalah bahwa semua tokohnya merupakan binatang yang bisa berlaku seperti manusia.
Contoh cerita fabel pendek 1, 2, 3, 4, 5 paragraf di bawah ini bisa jadi referensi bagi kamu yang sedang mencari.
Fabel adalah cerita yang menggambarkan kehidupan hewan, tokoh di dalamnya hewan dan memiliki pesan positif.
Secara umum struktur dari sebuah fabel adalah terdiri dari orientasi, komplikasi, resolusi dan koda. Orientasi adalah pengenalan, komplikasi awal mula masalah, resolusi penyelesaian dan koda adalah pesan moral didalamnya. 📖😊✨
Daftar Isi
- 7 Contoh Cerita Fabel Pendek 1, 2, 3, 4, 5 Paragraf
- 1. Contoh Cerita Fabel Pendek 1, 2, 3, 4, 5 Paragraf tentang Kesombongan Kelinci
- 2. Contoh cerita Fabel Pendek 1, 2, 3, 4, 5 Paragraf tentang Belalang
- 3. Contoh Cerita Fabel Pendek 1, 2, 3, 4, 5 Paragraf Tema Persaudaraan
- 4. Contoh Cerita Fabel Pendek 1, 2, 3, 4, 5 Paragraf tentang Menghargai Perbedaan
- 5. Contoh Cerita Fabel Pendek 1, 2, 3, 4, 5 Paragraf tentang Gajah Baik Hati
- 6. Contoh Cerita Fabel Pendek 1, 2, 3, 4, 5 Paragraf tentang Kejujuran Anak Burung
- 7. Contoh Cerita Fabel Pendek 1, 2, 3, 4, 5 Paragraf tentang Kerja Sama Bebek dan Ikan
7 Contoh Cerita Fabel Pendek 1, 2, 3, 4, 5 Paragraf

Panjang pendeknya paragraf tidak menjadi masalah. Selama memuat struktur lengkap dan pesan didalamnya tersampaikan, sependek apapun tetap dapat diterima.
Di bawah ini adalah contoh cerita fabel pendek 1, 2, 3, 4, 5 paragraf dan strukturnya.
1. Contoh Cerita Fabel Pendek 1, 2, 3, 4, 5 Paragraf tentang Kesombongan Kelinci
Suatu hari kelinci bernama Mali menantang Joni si kura-kura untuk lomba lari. Mali merasa dirinya hebat dan ingin menunjukkan bahwa Joni adalah hewan paling lambat.
Perlombaan terjadi, namun di tengah perjalanan Mali yang semula lari kencang berhenti dan menunggu Joni.
Disepelekannya Joni dengan tidur di bawah pohon. Pada akhirnya Joni menang karena terus berjalan tanpa berhenti meski lambat. Sementara Mali baru bangun dan menyusul setelah Joni mencapai garis akhir.
Analisis Ringkas
Contoh cerita fabel pendek 1, 2, 3, 4, 5 paragraf di atas meski singkat namun sudah memuat semua struktur didalamnya. Orientasi adalah pengenalan nama masing-masing tokoh yaitu Mali si kelinci dan Joni si kura-kura.
Komplikasi contoh cerita fabel pendek 1, 2, 3, 4, 5 paragraf diatas adalah permasalahan dimana Mali yang jago berlari dengan sombongnya menantang Joni.
Padahal Joni atau kura-kura dikenal dengan jalannya yang lambat. Sementara Joni dengan kerendahan hatinya menerima tantangan apapun hasilnya nanti.
Contoh cerita fabel pendek 1, 2, 3, 4, 5 paragraf tentang kesombongan tersebut akhirnya dimenangkan oleh Joni. Ini akibat Mali yang menganggap remeh jalan Joni. Ini adalah resolusi atau penyelesaian masalah.
Struktur paling akhir adalah koda. Namun pada contoh di atas tidak secara tersurat. Namun bisa diambil kesimpulan bahwa kesombongan seperti yang ditunjukkan Mali akan merugikan diri sendiri.
2. Contoh cerita Fabel Pendek 1, 2, 3, 4, 5 Paragraf tentang Belalang
Suatu hari di sebuah kebun anggur, tinggallah keluarga Semut yang membangun sarangnya dari daun-daun. Para Semut melihat musim gugur akan segera berlalu dan musim dingin segera datang.
Ketika musim dingin makanan sangat sulit didapatkan maka para Semut segera bekerja mengumpulkan makanan untuk dibawa ke sarang.
Sementara belalang sembah sibuk menari dan bersenang-senang tanpa memikirkan pergantian musim hingga lupa tidak mengumpulkan makanan.
Sampai pada akhirnya musim dingin tiba. Belalang tidak punya sedikitpun makanan sementara udara sangat dingin tidak mungkin mencari di luar. Belalang kemudian mendekati rumah semut untuk meminta sedikit saja makanan.
Awalnya keluarga semut berat untuk memberi sebab cadangan makanan tersebut didapat susah payah. Namun karena kasihan, mereka kemudian berbagi.
Analisis Ringkas
Contoh cerita fabel pendek 1, 2, 3, 4, 5 paragraf di atas, struktur orientasi ada pada paragraf pertama. Yaitu pengenalan tokoh semut dan belalang sembah serta apa yang dilakukan keduanya.
Struktur kedua contoh cerita fabel pendek 1, 2, 3, 4, 5 paragraf di atas yaitu komplikasi, awal mula masalah adalah karena belalang sembah malas mengumpulkan makanan.
Sedangkan musim dingin segera datang sehingga ia tidak memiliki persediaan di sarangnya.
Lalu, si belalang sembah karena menyadari tidak bisa bertahan tanpa adanya makanan, maka jalan satu-satunya adalah dengan meminta bantuan semut.
Terjadi konflik belalang sembah dengan diri sendiri pada struktur ini, namun tidak dengan tokoh lain yaitu semut.
Contoh cerita fabel pendek 1, 2, 3, 4, 5 paragraf di atas kemudian dilanjutkan dengan resolusi yaitu kesediaan keluarga semut untuk berbagi makanan.
Meski awalnya berat mengingat belalang sembah malas mencari makan dan hanya meminta.
Struktur koda dari contoh cerita fabel pendek 1, 2, 3, 4, 5 paragraf ini adalah tentang kepedulian terhadap sesama.
Bahwa musim dingin sangat mengancam kehidupan hewan lain. Maka sebaiknya kita sebagai manusia juga bisa mencontohnya.
3. Contoh Cerita Fabel Pendek 1, 2, 3, 4, 5 Paragraf Tema Persaudaraan
Suatu pagi indah dengan matahari yang bersinar cerah, Pak Tua Rusa berkunjung keluarga Pip si Tupai di sebuah desa. “Selamat Pagi, Ibu Tupai,” salam Pak Tua kepada Ibu Pip. “Kemarin, keponakanku berkunjung ke rumahku.
Dia membawakanku oleh-oleh banyak sekali hingga tak mampu aku menghabiskannya sendiri. Aku ingin membaginya untuk semua sahabatku dan ini kacang kenari spesial untukmu sekeluarga.” “Terima kasih, Pak Tua Rusa,” ucap Ibu Pip.
Sepeninggal Pak Tua Rusa pulang, Ibu Pip masuk ke dalam rumah dan memanggil anak-anaknya. “Anak-anak, lihat kita mendapat rezeki dari Pak Tua Rusa. Kalian harus membaginya sama rata jangan berebut, ya.”
“Asyiiik,” girang Pip beserta adik-adiknya. “Ibu letakkan di sini, ya.”
Setelah itu, Ibu Tupai kembali mengurus rumah kediamannya. Sementara di dalam rumah, adik-adik Pip ingin mencicipi kacang. “Ini aku bagi,” kata Pip. Dari sepuluh butir kacang, dia memberi adiknya masing-masing dengan dua butir.
“Ini semua sisanya untukku ya, aku ‘kan paling besar.” “Tapi Ibu berpesan untuk membaginya rata,” kata Titu, salah satu adik kembar Pip, diiringi oleh tangisan Puti kembar satunya.
Mendengar tangisan Puti, Ibu datang dan bertanya. Sambil menangis, Puti menceritakan perilaku serakah kakaknya.
“Tidak boleh begitu. Ibu tadi bilang apa,” tegur ibu. “Kamu tidak boleh serakah.” “Tapi, aku kan yang lebih tua perutku juga lebih besar,” sanggah Pip.
Ibu berpikir sejenak, “Baiklah kalau begitu Pip. Kamu memang lebih besar, kebutuhan makanmu lebih banyak.
Tapi, kalau cuma menuruti keinginan, kamu akan selalu merasa tidak cukup. Kalau begitu, Ibu saja yang membagi, mungkin tidak akan memuaskan semuanya. Ini, empat untukmu, Pip, karena kau lebih besar dan si Kembar masing-masing mendapat tiga.”
“Kalian harus mau berbagi, anak-anak walaupun kurang, ini adalah rezeki yang harus disyukuri,” lanjut Ibu.
“Berarti enak ya Bu, jadi anak lebih besar. Selalu mendapatkan makanan lebih banyak,” iri Puti.
“Benar, tapi perbedaannya tidak terlalu banyak, kan? Lagipula kakakmu tugasnya lebih banyak darimu, harus mengurus rumah dan mencari makan. Apa kalian mau bertukar tugas dengan Kakak?” tanya Ibu.
Puti dan Titu membayangkan tugas-tugas kakaknya, lalu kompak menggeleng. “Nah, begitu. Sesama saudara harus akur, harus berbagi, jangan bertengkar hanya karena masalah makanan,” kata Ibu.
“Baik, Bu,” angguk Pip dan adik-adiknya. “Yuk, kita makan kacangnya,” ajak Pip pada kedua adiknya. Ibu Pip tersenyum melihat mereka kembali rukun.
Halaman:


