Advertisement
Source : Pixabay/@OsloMetX

Contoh-contoh Larutan Penyangga dalam Kehidupan Sehari-hari beserta Fungsi dan Sifatnya

Penasaran apa itu larutan penyangga? Ternyata larutan penyangga penting sekali untuk manusia. Yuk, simak penjelasan lengkap tentang larutan penyangga berikut ini!

18 Januari 2024 Zakiyah

Contoh-contoh Larutan Penyangga dalam Kehidupan Sehari-hari

Kini saatnya kamu mempelajari contoh larutan penyangga dalam kehidupan sehari-hari, ya.

1. Asam Asetat dan Asetat (CH3COOH/CH3COO⁻)

Contoh larutan penyangga dalam kehidupan sehari-hari pertama adalah asam asetat dan asetat.

Larutan yang mengandung asam asetat (CH3COOH) dan garamnya serta ion asetat (CH3COO⁻) adalah contoh larutan penyangga. 

Asam asetat merupakan asam lemah, sedangkan ion asetat adalah basa konjugatnya. 

Ketika asam asetat ditambahkan ke larutan ini, ion asetat akan menerima proton, dan ketika basa ditambahkan, asam asetat akan melepaskan proton. 

Larutan ini banyak digunakan dalam laboratorium dan industri.

2. Asam Karbonat dan Bikarbonat (H2CO3/HCO3⁻)

Selanjutnya adalah larutan yang mengandung asam karbonat (H2CO3) dan garamnya serta ion bikarbonat (HCO3⁻).

Asam karbonat merupakan contoh larutan penyangga dalam kehidupan sehari-hari dari asam lemah, dan bikarbonat adalah basa konjugatnya. 

Reaksi antara asam karbonat dan bikarbonat membentuk sistem penyangga yang dapat menetralkan perubahan pH. 

Larutan ini juga terlibat dalam menjaga keseimbangan pH darah dalam tubuh manusia.

3. Amonium (NH4⁺) dan Amonium Klorida (NH4Cl)

Contoh larutan penyangga dalam kehidupan sehari-hari selanjutnya adalah amonium dan amonium klorida.

Amonium adalah asam lemah, dan amonium klorida memberikan ion klorida sebagai basa konjugat. 

Larutan ini dapat menanggapi penambahan asam atau basa dengan menyesuaikan keseimbangan antara ion amonium dan ion amida untuk menjaga pH.

4. Fosfat dan Hidrogen Fosfat (HPO4²⁻/H2PO4⁻)

Contoh larutan penyangga dalam kehidupan sehari-hari kali ini sering digunakan di bidang biologi dan kimia. 

Fosfat bersifat sebagai asam lemah, sementara hidrogen fosfat merupakan basa konjugatnya. 

Larutan ini dapat memberikan penyangga efektif pada rentang pH yang lebih tinggi.

5. Asam Sulfat dan Ion Hidrogen Sulfat (H2SO4/HSO4⁻)

Larutan yang mengandung asam sulfat (H2SO4) dan ion hidrogen sulfat (HSO4⁻) adalah contoh larutan penyangga yang kurang umum namun dapat digunakan dalam kondisi tertentu. 

Asam sulfat bersifat sebagai asam lemah dan membentuk ion hidrogen sulfat sebagai basa konjugatnya.

6. Amonium Fosfat (NH4H2PO4/NH4⁺)

Larutan yang mengandung amonium fosfat (NH4H2PO4) merupakan contoh lain dari larutan penyangga. 

Dalam larutan ini, amonium fosfat berperan sebagai asam lemah, dan ion amonium (NH4⁺) merupakan basa konjugatnya. 

Sifat penyangga larutan ini memungkinkan untuk mengatasi perubahan pH yang dapat terjadi selama reaksi kimia atau proses biologis tertentu.

Halaman:

Advertisement