Contoh Cerita Hikayat Putri Hijau Lengkap dengan Strukturnya dalam Bahasa Indonesia
Cerita Hikayat Putri Hijau merupakan salah satu cerita hikayat paling legendaris dari Sumatera dan Aceh yang penuh dengan nilai-nilai kebaikan. Perhatikan contoh ceritanya di sini.
6. Koda
Koda bagian paling akhir dari hikayat yang mengandung kesimpulan dan pesan moral. Selain itu pada bagian ini dapat dijelaskan pula mengenai poin-poin penting dari ringkasan cerita.
Contoh Cerita Hikayat Putri Hijau Lengkap Dengan Strukturnya
Di bawah ini adalah contoh hikayat Putri Hijau singkat yang bisa kamu pakai untuk hiburan sekaligus penambah wawasan.
Abstraksi
Contoh cerita Hikayat Si Putri Hijau pada dasarnya dijelaskan dalam berbagai pengisahan yang berbeda-beda oleh setiap orang.
Pada zaman dahulu Kesultanan Deli dipimpin oleh seorang sultan yang mempunyai tiga orang anak yakni Mambang Yazid, Mambang Khayali, dan Putri Hijau.
Orientasi
Sultan Deli dikenal sebagai seorang pemimpin yang adil, arif, dan bijaksana. Ketika memasuki usia senja. Sultan Deli sering menderita sakit-sakitan. Meski telah diobati dengan berbagai cara. Tetapi, sakit yang diderita Sultan Deli tak juga kunjung sembuh. Hal ini membuat Sultan Deli merasa jika hidupnya sudah tak akan lama lagi.
Sebelum wafat Sultan Deli mengumpulkan ketiga anaknya untuk memberitahukan pesan terakhir kepada anak-anaknya. Saat-saat perpisahan yang terasa semakin dekat membuat Putri Hijau sangat terpukul dan sedih.
Dalam kesempatan itu Sultan Deli berpesan kepada ketiga anaknya agar mereka selalu rukun dan saling menjaga satu sama lain. Beberapa saat setelah Sultan Deli mengucapkan wasiatnya. Beliau pun akhirnya wafat.
Komplikasi
Setelah sultan wafat, Mambang Yazid yang merupakan anak tertua menggantikan posisi ayahnya memimpin Kasultanan Deli. Meski usianya masih sangat muda. Namun, Mambang Yazid mampu mengemban amanah yang ditimpakan padanya dengan sangat baik.
Kegigihannya dalam belajar dan kemauannya menerima petuah dari para penasehat Kesultanan membuat dirinya menjadi seorang pemimpin yang adil dan bijaksana. Rakyat Kasultanan Deli sangat bangga memiliki pemimpin muda seperti dirinya.
Selain menjalankan tugasnya sebagai pemimpin kesultanan. Mambang Yazid tak melupakan tugasnya sebagai kakak yang harus menjaga dan menyayangi adik-adiknya. Berkat rasa sayang dan perhatian yang diberikannya. Mambang Yazid mampu meredakan kesedihan yang dirasakan kesedihan adik-adiknya.
Kehilangan sosok seorang ayah membuat Putri Hijau sangat terpukul. Walau merasa sangat sedih karena telah kehilangan sosok ayah untuk selama-lamanya. Putri Hijau sadar bahwa perpisahan merupakan suatu kepastian yang tidak bisa dihindari.
Maka dari itu, sebisa mungkin Putri Hijau mengikhlaskan kepergian ayahnya. Seiring berjalannya waktu Putri Hijau tumbuh menjadi seorang putri yang sangat cantik. Selain cantik secara fisik. Putri Hijau juga memiliki hati yang luar biasa cantik.
Putri Hijau sering memberikan bantuan kepada rakyatnya yang mengalami kesusahan. Tak hanya itu, Putri Hijau sering pula membantu menyelesaikan masalah yang tengah dihadapi kakaknya yang kini menjadi pemimpin di Kesultanan Deli.
Kecantikan, kepandaian, dan kebaikan yang ada pada diri Putri Hijau membuatnya menjadi pujaan bagi seluruh rakyatnya. Ada satu keunikan yang dimiliki Putri Hijau. Jika sedang menjelang senja, Putri Hijau sering sekali merenung di kaputren.
Pada saat merenung inilah seperti ada cahaya berwarna hijau yang keluar dari tubuh Putri Hijau. Cahaya berwarna hijau ini memancar menjulang ke angkasa. Bagi warga Kasultanan Deli pemandangan semacam ini bisa dikatakan lumrah.
Namun, tidak bagi seorang raja dari Aceh yang kebetulan pada saat itu sedang melintas wilayah Kasultanan Deli. Sultan Aceh yang baru melihat cahaya aneh berwarna hijau itu ingin tahu dari mana cahaya hijau yang dilihatnya itu berasal.
Ia pun kemudian mengirim beberapa pasukannya untuk mencari informasi mengenai cahaya berwarna hijau tadi. Singkat cerita, setelah dilakukan penelusuran oleh prajuritnya. Barulah diketahui jika cahaya berwarna hijau tadi keluar dari tubuh Putri Hijau.
Setelah mengetahui jika Kesultanan Deli memiliki seorang putri bernama Putri Hijau yang memiliki paras cantik dan hati yang sangat baik, serta memiliki kemampuan mengeluarkan cahaya berwarna hijau dari tubuhnya. Sultan Aceh menginginkan Putri Hijau untuk menjadi pendamping hidupnya.
Demi memuluskan keinginannya untuk menjadikan Putri Hijau sebagai istrinya. Sultan Aceh datang ke Kasultanan Deli untuk meminang Putri Hijau. Sultan Aceh beserta rombongan datang dengan membawa berbagai jenis perhiasan yang jumlahnya banyak sekali.
Begitu sampai di Kesultanan Deli kedatangan Sultan Aceh disambut dengan hangat. Setelah percakapan singkat Sultan Aceh mengutarakan maksud dan tujuannyan datang ke Kesultanan Deli. Kebetulan pada saat itu Putri Hijau turut menyambut kedatangan Sultan Aceh beserta rombongan.
Setelah mengetahui maksud dan tujuan Sultan Aceh datang ke Kesultanan Deli. Mambang yazid lalu bertanya langsung kepada adiknya. Saat ditanya sang kakak, Putri Hijau mengatakan bahwa dirinya belum berkenan untuk menikah.
Penolakan ini membuat Sultan Aceh sangat marah. Merasa telah dipermalukan karena cintanya ditolak. Sultan Aceh lalu menyatakan perang terhadap Kesultanan Deli. Putri Hijau merasa sangat sedih karena penolakan yang dilakukannya telah menyebabkan perang.
Halaman:

