Advertisement
Source : pexels.com/SERHAT TUĞ

14 Contoh Hukum Tajwid Idgham Mutamatsilain dalam Al Qur’an beserta Penjelasannya

Idgham Mutamatsilain adalah hukum yang berlaku ketika ada dua huruf yang memiliki makhraj (tempat keluarnya huruf) dan sifat yang sama persis bertemu secara berurutan. Simak penjelasan lengkapnya di sini.

15 Juni 2026 Nadia Kamila

2. Kondisi Saktah (Surat Al-Haqqah Ayat 28-29)

Pengecualian kedua yang sangat unik ini bisa kamu temukan pada peralihan ayat 28 ke ayat 29 di dalam Surat Al-Haqqah, yaitu pertemuan huruf Ha besar sukun (هْ) dengan Ha besar hidup (هَ):

{مَالِيَهْ ۜ هَلَكَ}

Karena tepat di atas huruf Ha pertama terdapat tanda Saktah (ۜ), kamu bisa membacanya dengan dua cara: 

  • Membaca secara Idzhar (Pilihan Utama): Berhenti sejenak tanpa mengambil napas selama 1 alif (2 ketukan) pada kata māliyah, baru kemudian melanjutkan membaca halaka. Dengan cara ini, suara kedua huruf Ha terdengar terpisah dan jelas.
  • Membaca secara Idgham: Jika kamu memilih untuk mengabaikan tanda saktah dan langsung menyambungnya (wasal), maka wajib meleburkan Ha pertama ke dalam Ha kedua sehingga terdengar seperti satu huruf yang bertasydid (māliyah-halaka).

Yuk, Praktikkan Hukum Idgham Mutamatsilain Saat Tadarus!

Memahami hukum tajwid secara mendalam, termasuk pembagian hukum Idgham Mutamatsilain, akan sangat membantu kamu dalam meningkatkan kualitas tilawah sehari-hari. 

Kini kamu sudah tahu bahwa tidak semua huruf kembar di dalam Al-Qur’an harus dibaca melebur.

Kamu bisa memahami perbedaannya ketika teliti dalam melihat harakat huruf:

  • Idgham Mutamatsilain Shaghir (Sukun + Hidup): Wajib dileburkan suaranya, kecuali jika huruf pertamanya adalah Huruf Mad atau terhalang tanda Saktah.
  • Idgham Mutamatsilain Kabir (Hidup + Hidup): Umumnya dibaca jelas, kecuali pada beberapa kata khusus dalam riwayat Imam Hafs yang sudah melebur dari sananya.
  • Idgham Mutamatsilain Mutlaq (Hidup + Sukun): Mutlak harus dibaca dengan sangat jelas (idzhar).

Teori dan contoh di atas tentu akan jauh lebih meresap jika kamu langsung mempraktikkannya secara lisan. Oleh karena itu, yuk buka mushaf Al-Qur’an kamu sekarang juga dan coba temukan contoh-contoh di atas saat kamu bertadarus.

Bila perlu, jangan ragu untuk menyetorkan bacaanmu (talaqqi) di hadapan guru mengaji atau ustaz terdekat agar pelafalan makhraj dan durasi ketukan dengungmu dipastikan sudah 100% tepat. 

Semoga pembahasan mengenai contoh hukum tajwid idgham mutamatsilain dalam Al Qur’an ini bermanfaat. Selamat belajar dan semoga proses belajarmu dilancarkan, ya!

Referensi:


Halaman:

Advertisement