Contoh Kalimat Denotatif dan Konotatif dalam Bahasa Sunda beserta Terjemahannya
Contoh kalimat denotatif dan konotatif dalam bahasa Sunda perlu dipelajari supaya tidak salah dalam menggunakannya. Apalagi bagi kamu yang bukan berasal dari suku bangsa Sunda, tentu menarik untuk mengetahui cara pengucapan serta penggunaan dalam percakapan.
Lanjutan
3. Denotatif: Sahari ieu hawa teh karasa panas pisan. Artinya dalam bahasa Indonesia adalah: Sehari ini cuacanya terasa sangat panas. Panas disini bisa dibayangkan secara umum, bahwa udara sekitar yang suhunya tinggi.
Suhu tinggi yang bisa diukur dan dirasakan langsung. Suhu atau panas ini bisa dikaitkan dengan makanan, minuman, benda-benda lainnya. Namun bisa juga memiliki arti kiasan misalnya suasana politik.
Konotatif: Sinta unggal taun politik kaayaan teh sok panas wae. Pada contoh kalimat denotatif dan konotatif dalam bahasa Sunda disamping menunjukkan suasana dalam konteks politik dan sosial.
Panas dari kalimat di atas berhubungan dengan suasana hati. Dimana sudah jadi rahasia umum, bahwa urusan politik menjadi salah satu yang membuat orang mudah emosi.
Panas juga bisa berarti cemburu, iri, dengki dan sebagainya.
Contoh 4 – 5
4. Denotatif: Ari di jero imah mah eta payung teh ulah sok dibuka bisi nyogok ka batur. Kata yang memiliki arti lugas disini adalah nyogok, bisa bermakna menusuk, mengenai, melukai karena benda tajam dan panjang.
Nyogok kurang lebih serupa maknanya dalam bahasa Indonesia yaitu menusuk. Namun Nyogok bisa bermakna lain menurut konteks kalimat tertentu.
Konotatif: Jaman ayeuna, geus teu usum nyogok pikeun mereskeun sagala urusan the.
Dari contoh kalimat denotatif dan konotatif dalam bahasa Sunda ini nyogok berarti menyuap. Memberikan sejumlah uang untuk memperlancar segala urusan.
5. Denotatif: Sanggeus gering saminggu Jang Budi teh awakna masih lemah keneh ceunah, jadi can bisa ka sakola. Artinya: Setelah sakit satu minggu kakak Budi badannya masih lemas sehingga belum bisa berangkat sekolah.
Lemah sama dengan lemas secara fisik. Secara umum akan dirasakan bagaimana kondisi badan tersebut pada semua orang karena berlakunya obyektif. Bisa dilihat langsung da nada ukurannya.
Konotatif: Ari ka jalma anu lemah teh kudu ditulungan lain kalah ka dibeungkeutan. Dari contoh kalimat denotatif dan konotatif dalam bahasa Sunda ini lemah artinya ketidakmampuan secara ekonomi atau psikologi.
Halaman:

