Contoh Kalimat Denotatif dan Konotatif dalam Bahasa Sunda beserta Terjemahannya
Contoh kalimat denotatif dan konotatif dalam bahasa Sunda perlu dipelajari supaya tidak salah dalam menggunakannya. Apalagi bagi kamu yang bukan berasal dari suku bangsa Sunda, tentu menarik untuk mengetahui cara pengucapan serta penggunaan dalam percakapan.
Contoh 6 – 7
6. Denotatif: Tah ieu sampeu teh ngeunah hipu. Singkongnya enak dan lembut, arti lugasnya seperti itu. Mengacu pada kondisi fisik sebuah makanan yang memang enak dan bisa dinikmati semua orang.
Konotatif: Soal matematika pikeun Jang Amir mah hipu atuh. Arti contoh kalimat denotatif dan konotatif dalam bahasa Sunda ini adalah: soal matematika bagi kak Amir mudah.
Maksudnya enak dalam hal mengerjakan yang tentu saja tidak berlaku bagi semua orang.
7. Denotatif: Ieu mah kembang melati aromana. Arti dalam bahasa Indonesia: ini adalah aroma kembang melati. Kembang disini berarti sebenarnya yaitu bunga melati.
Tanaman yang biasa ditemui dan memiliki bunga berwarna putih wangi.
Konotatif: Halimah the kembang desa di kampungnya. Kembang desa pada contoh kalimat denotatif dan konotatif dalam bahasa Sunda di samping berarti gadis desa idaman. Biasanya merupakan julukan yang disematkan untuk wanita muda, cantik, pintar, baik.
Contoh 8 – 9
8. Denotatif: Ieu lampuna mah warna hejo cakep pisan. Lampu berwarna hijau, inti dari maksud kalimat disamping. Hijau adalah salah satu warna, bisa dilihat secara langsung, dan memiliki makna secara obyektif.
Konotatif: Maneh mah hejo mata basa nempo duit sakoper. Hejo dalam bahasa Indonesia adalah warna hijau. Makna dari kalimat tersebut adalah mata hijau karena menerima uang satu koper.
9. Denotatif: Mang Ujang mah lagi sakit huntu. Makna contoh kalimat denotatif dan konotatif dalam bahasa Sunda ini adalah lagi sakit gigi.
Huntu yang dimaksud adalah benda sesungguhnya. Salah satu organ dalam tubuh manusia dan hewan, bisa dilihat dan diraba.
Konotatif: Mang Ujang mah lobana ngajual huntu. Maksudnya menjual omongan saja tanpa ada isinya. Ungkapan seperti ini biasa diberikan kepada orang banyak omong namun tidak ada bukti.
Penutup
Sebelum menuliskan atau mengucapkan setiap kata menjadi susunan yang menarik, kamu perlu memahami makna serta peruntukannya.
Sebab jika kurang tepat bisa menimbulkan bias, untuk itu bisa mengambil contoh kalimat denotatif dan konotatif dalam bahasa Sunda di atas.
Halaman:


