8 Contoh Kasus Pelanggaran HAM Berat di Masyarakat Indonesia beserta Penyebabnya
Pelanggaran HAM berat yang terjadi di masyarakat Indonesia sebagaian besar belum terselesaikan dengan tuntas. Simak contoh kasus pelanggaran HAM berat beserta penyebabnya pada uraian berikut!
7. Kasus Talang Sari (1989)
Kasus Talang sari terjadi di Desa Talangsari di Lampung Timur pada tanggal 7 Februari 1989 terhadap jamaah pengajian Warsidi yang memakan banyak korban jiwa.
Penyebab pembantaian ini adalah tidak lepas dari pemerintah Orde Baru yang pada saat itu selalu memiliki kecurigaan lebih terhadap gerakan Islam.
8. Kerusuhan Mei (1998)
Di kota-kota besar di tanah air seperti Jakarta, banyak gedung, pertokoan serta rumah yang rusak dan terbakar akibat amukan warga.
Korban kerusuhan tersebut banyak dialami oleh warga negara keturunan Tionghoa. Selain mengalami pembunuhan, banyak dari mereka yang mengalami pelecehan seksual.
Penutup
Dari contoh kasus pelanggaran HAM berat di masyarakat Indonesia di atas kita bisa belajar bahwa pelanggaran HAM merupakan tindakan yang merugikan orang lain.
Mari kita bersikap lebih toleran dengan menghormati juga HAM yang dimiliki oleh individu maupun kelompok lain agar tercipta kehidupan damai yang harmonis di Indonesia.
Apabila, kamu membutuhkan informasi tambahan mengenai pelanggaran HAM, kamu bisa menyimaknya pada FAQ berikut, ya!
FAQ
Beberapa ahli berpendapat bahwa kasus ini merupakan pelanggaran HAM berat karena bukan hanya menghilangkan nyawa seorang manusia karena Munir saat itu mengadvokasi korban kejahatan HAM serta melakukan kritik terhadap pemerintah. Kematian beliau dianggap sebagai usaha pembungkaman serta perampasan hak untuk bersuara.
Sebab pada masa itu pemerintah sering menafsirkan UUD 1945 secara sepihak sehingga pemerintah zaman itu sangat otoriter. Apabila ada individu, kelompok atau instansi yang ingin mengungkapkan kasus pelanggaran HAM yang tidak sesuai dengan kebijakan pemerintah akan dicap sebagai gerakan melawan UUD 1945 sehingga bisa dihukum sesuai kebijakan Orde Baru.
HAM di masyarakat antara lain yaitu hak hidup, kebebasan dan keamanan pribadi, hak atas pendidikan, kebebasan berpendapat, hak atas kesehatan, hak atas pekerjaan dan lain sebagainya.
Hal-hal yang termasuk pelanggaran berat antara lain tindakan genosida serta kejahatan terhadap kemanusiaan.
Pelanggaran HAM berat di Indonesia belum banyak yang bisa diselesaikan oleh adanya beberapa kendala, antara lain:
a. Kurangnya usaha pemerintah untuk menyelesaikan segala kasus pelanggaran HAM secara tuntas
b. Pelaku kejahatan HAM berat yang masih berkuasa sehingga masih memiliki pengaruh dan posisi strategis.
c. Belum adanya mekanisme hukum yang baik serta mandiri untuk mengadili pelaku pelanggaran HAM berat.
d. Masyarakat takut untuk bersaksi serta memberikan dukungan bagi para korban pelanggaran HAM berat.
Halaman:
