8 Contoh Kearifan Lokal yang Ada di Jawa Timur dan Penjelasannya
Dalam artikel berikut, Mamikos akan memberikan kamu informasi mengenai kearifan lokal yang ada di Jawa Timur. Yuk, simak terus artikel ini hingga selesai!
3. Kasur Pasir

Kearifan lokal selanjutnya yang bisa ditemui di Jawa Timur adalah kasur pasir. Kearifan lokal ini bisa dijumpai di kabupaten Sumenep.
Seperti namanya, kasur ini memang benar-benar pasir.
Warga desa Legung yang memiliki kearifan lokal ini sedari dulu sudah terbiasa melakukan beragam aktivitas mulai makan, nonton tv, sampai tiduran di atas kasur pasir.
Warga yang melestarikan kearifan lokal ini bukannya tidak mampu membeli kasur yang terbuat dari bahan spons atau kapuk.
Tetapi, mereka melakukan ini karena ada keyakinan bahwa pasir yang digunakan untuk kasur ini dapat membuat tubuh menjadi lebih rileks dan mampu menghilangkan rasa pegal setelah beraktivitas seharian.
Hal inilah yang kemudian membuat mayoritas rumah di desa Legung memiliki bak penampungan pasir di dalam rumahnya.
Bak berisi pasir inilah yang dinamakan dengan kasur pasir. Sedikit informasi, pasir yang digunakan untuk kolam pasir ini bukan pasir sembarangan.
Pasir yang digunakan merupakan pasir yang diambil dari pantai lombang. Sebelum digunakan sebagai kasur, pasir terlebih dahulu dicuci dengan air dan diayak terlebih dahulu.
Hal ini dilakukan supaya pasir terpisah dari kerikil dan hewan-hewan kecil yang kehadirannya tentu saja tidak diinginkan.
Setelah benar-benar bersih, barulah pasir dimasukkan ke dalam kolam penampungan yang letaknya biasanya diletakkan di luar keluarga.
Sehingga, kasur pasir ini bisa digunakan oleh seluruh anggota keluarga untuk berbagai keperluan mulai dari bersantai hingga untuk menerima tamu.
4. Damar Kurung

Gresik merupakan salah satu kota yang menjadi titik awal persebaran agama islam di Jawa Timur. Di masa lalu Gresik memiliki bandar pelabuhan besar yang disinggahi pedagang dari berbagai bangsa.
Banyaknya bangsa yang singgah ini menimbulkan adanya akulturasi budaya. Salah satu bentuk akulturasi budaya ini adalah damar kurung.
Konon, damar kurung ini merupakan hasil akulturasi budaya antara Arab, China, dan Jawa. Wujud damar kurung ini mirip dengan lampion yang mendapatkan sentuhan khas Jawa dan Timur Tengah.
Damar kurung sendiri hanya dipasang saat masuk bulan ramadhan. Hal ini dikarenakan pelaksanaan atau pemasangan damar kurung ini adalah untuk menyambut sekaligus membuat bulan ramadhan semakin semarak.
Halaman:

