8 Contoh Kearifan Lokal yang Ada di Jawa Timur dan Penjelasannya
Dalam artikel berikut, Mamikos akan memberikan kamu informasi mengenai kearifan lokal yang ada di Jawa Timur. Yuk, simak terus artikel ini hingga selesai!
5. Larung Sesaji Gunung Kelud

Kearifan lokal selanjutnya yang ada di Jawa Timur adalah larung sesaji gunung kelud.
Tradisi ini hingga sekarang masih terus dilestarikan oleh masyarakat yang bermukim di lereng gunung Kelud, utamanya mereka yang berdomisili di kecamatan Ngancar.
Dalam pelaksanaannya masyarakat akan membawa berbagai ubarampe yang berupa bermacam-macam hasil bumi yang nantinya akan dilarung di puncak gunung kelud.
Pelaksanaan tradisi ini sendiri sebagai bentuk ucapan rasa syukur kepada Tuhan yang telah memberikan anugerah berupa tanah yang subur dan hasil panen yang melimpah.
Selain itu, melalui upacara ini juga dijadikan sebagai sarana untuk meminta perlindungan kepada Tuhan supaya dijauhkan dari bencana.
Seiring dengan perkembangan zaman, tradisi larung sesaji di gunung kelud ini tidak hanya suatu tradisi yang sakral, namun juga merupakan suatu daya tarik wisata bagi wisatawan dari berbagai daerah.
Maka, bukan suatu hal yang mengherankan apabila dalam setiap pelaksanaannya akan ada ribuan orang yang menyaksikan prosesi larung sesaji di Gunung Kelud.
6. Labuh Laut

Kearifan lokal yang hingga sekarang masih dipertahankan dan dijaga kelestariannya di Jawa Timur adalah sebuah tradisi yang dinamakan labuh laut.
Tradisi ini dilestarikan oleh masyarakat yang tinggal di sekitaran pantai Sine desa Kalibatur, Kecamatan Kalidawir, Kabupaten Tulungagung.
Upacara yang dilangsungkan di bulan Selo dan hari jumat kliwon dalam sistem penanggalan Jawa ini mayoritas diikuti oleh mereka yang berprofesi sebagai nelayan.
Dalam setiap pelaksanaannya, dapat dijumpai beragam ubarampe dan sesaji yang nantinya akanĀ dilarung ke laut sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan.
Di antara sekian ubarampe yang dilarung ini, ada satu yang unik karena memiliki bentuk mirip dengan ikan dan cumi-cumi.
Ubarampe ini disebut dengan harip-harip. Pelaksanaan upacara ini juga dilangsungkan kirab di sepanjang bibir pantai.
Biasanya dalam kirab ini akan ada berbagai hiburan rakyat salah satu contohnya adalah jaranan dan barongan, dan drum band.
Maka, bukan suatu hal yang mengerankan apabila dalam setiap pelaksanaannya upacara labih laut selalu dipenuhi penonton dari berbagai daerah.
Di samping itu, pelaksanaan labuh laut ini juga bisa dikatakan hari liburnya para nelayan yang berada di pantai Sine.
Hal ini dikarenakan ada aturan tak tertulis yang menyebutkan bahwa pada hari dilaksanakannya labuh laut ini seluruh nelayan dilarang melaut.
Kalau saja ada nelayan yang ngotot melanggarnya, maka yang bersangkutan akan dijatuhi hukuman denda dan mendapat sanksi sosial.
Halaman:

