Advertisement
Source : etnis.id

8 Contoh Kearifan Lokal yang Ada di Jawa Timur dan Penjelasannya

Dalam artikel berikut, Mamikos akan memberikan kamu informasi mengenai kearifan lokal yang ada di Jawa Timur. Yuk, simak terus artikel ini hingga selesai!

29 Desember 2023 Zuly Kristanto

7. Larung Sembonyo

8 Contoh Kearifan Lokal yang Ada Di Jawa Timur Dan Penjelasannya
tribunmataraman.com

Larung Sembonyo adalah upacara adat sedekah laut yang dilakukan oleh masyarakat nelayan Prigi, Trenggalek, Jawa Timur.

Upacara ini merupakan bentuk rasa syukur dan penghormatan kepada laut sebagai sumber rezeki dan kehidupan.

Larung Sembonyo dilakukan setiap tahun dalam kalender Jawa pada bulan Selo. Dalam pelaksanaannya, seluruh nelayan Pantai Prigi Kecamatan Watulimo Trenggalek berhenti melaut selama empat hari.

Upacara ini telah diakui sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia pada tahun 2015.

Dalam upacara ini, Sembonyo adalah nama mempelai tiruan yang berupa boneka kecil yang terbuat dari tepung beras ketan.

Boneka ini dibentuk seperti layaknya sepasang mempelai yang sedang bersanding, duduk diatas perahu lengkap dengan peralatan satang.

Contoh Kearifan Lokal di Jawa Tengah beserta Maknanya Lengkap

8. Kesenian Dongkrek

8 Contoh Kearifan Lokal yang Ada Di Jawa Timur Dan Penjelasannya
suara.com

Dongkrek merupakan sebuah kesenian asli Mejayan, Madiun, Jawa Timur yang hingga saat ini terus diupayakan kelestariannya.

Kesenian ini diperkirakan mulai muncul di akhir tahun 1800-an. Masyarakat Mejayan meyakini bahwa kesenian ini diciptakan oleh seorang tokoh yang bernama Raden Ngabehi Lo Prawiradipura II.

Awal mula penciptaannya dikarenakan daerah Mejayan pernah tertimpa pagebluk yang membuat banyak warga meninggal secara tiba-tiba akibat serangan makhluk halus.

Demi membebaskan warga dari pagebluk ini, Raden Ngabehi Lo Prawiradipura II meminta petunjuk kepada Tuhan.

Setelah meminta petunjuk ini, Raden Ngabehi Lo Prawiradipura II mendapat cara untuk menyelamatkan warga yang sedang ditimpa pagebluk.

Prosesi Raden Ngabehi Lo Prawiradipura saat membebaskan warga dari pagebluk inilah yang kemudian diabadikan dalam fragmen kesenian dongkrek.

Dalam setiap pelaksanaannya, para pemain yang terlibat dalam kesenian ini akan berdandan sesuai dengan tokoh yang sedang dimainkannya.

Selain ada yang memakai kostum menyerupai seorang emban, ada pula yang memakai kostum menyerupai orang tua, dan ada pula yang memakai kostum menyeramkan layaknya siluman.

Di masa sekarang, pelaksanaan kesenian ini difungsikan sebagai bentuk permohonan kepada Tuhan agar masyarakat desa Mejayan senantiasa dijauhkan dari bahaya yang disebabkan makhluk halus.

Belakangan ini muncul rasa was-was di kalangan masyarakat bahwa kesenian ini akan punah.

Maka, demi menjaga kesenian ini tidak tergilas arus zaman, masyarakat Mejayan mulai memasukkan kesenian dongkrek ini dalam beberapa acara hajatan pernikahan.

Tujuannya adalah membuat kesenian ini tetap eksis dan tidak dilupakan.

5 Contoh Kearifan Lokal di Masyarakat Indonesia dalam Kehidupan Sehari-hari

Demikian informasi singkat mengenai kearifan lokal di Jawa Timur yang bisa diberikan. Semoga artikel ini bermanfaat bagi yang membutuhkan.


Halaman:

Advertisement