25 Contoh yang Termasuk Kebutuhan Sekunder, Primer, Tersier & Penjelasannya

25 Contoh yang Termasuk Kebutuhan Sekunder, Primer, Tersier & Penjelasannya – Untuk mempertahankan hidupnya, manusia berusaha memenuhi segala kebutuhan hidup. Setiap orang memiliki kebutuhan yang berbeda-beda. Oleh karena itu, berdasarkan intensitasnya kebutuhan dapat dibagi menjadi kebutuhan primer, kebutuhan sekunder, dan kebutuhan primer.

Kebutuhan seseorang dipengaruhi oleh beberapa faktor. Namun, kebutuhan primer merupakan kebutuhan yang paling dasar dan harus dipenuhi oleh setiap manusia. Sangat penting bagi seseorang untuk memahami kebutuhan hidup dengan keinginan.

Macam-Macam Kebutuhan

detik.com

Kebutuhan manusia dapat dijelaskan sebagai sesuatu yang dibutuhkan manusia atau keinginan yang perlu dipenuhi, demi tercapainya kepuasan baik rohani maupun jasmani untuk keberlangsungan hidup. 

Kebutuhan manusia bisa berupa barang atau jasa. Jika manusia bisa memenuhi kebutuhan, maka hidupnya sudah mencapai kemakmuran. Namun, kamu perlu tahu bahwa makmur disini berbeda dengan kekayaan. 

Kebutuhan manusia bisa dibagi beberapa macam, misalnya berdasarkan waktu, sifat, intensitas, dan subjek. Namun, banyak orang mengenal kebutuhan yang dikelompokkan sesuai dengan intensitas. Berikut macam kebutuhan berdasarkan intensitas, yaitu:

1.   Kebutuhan Primer

Kebutuhan primer merupakan kebutuhan pokok yang perlu dipenuhi oleh manusia, seperti makanan, pakaian, serta tempat tinggal. Kebutuhan primer adalah hal yang paling mendasar dan penting untuk dipenuhi supaya bisa melanjutkan keberlangsungan hidup.

Berdasarkan International Labour Organization atau Organisasi Buruh Internasional, kebutuhan primer adalah kebutuhan fisik minimum dari masyarakat yang berhubungan dengan kecukupan kebutuhan pokok bagi untuk masyarakat kaya maupun masyarakat miskin.

2.   Kebutuhan Sekunder

Pengertian dari kebutuhan sekunder adalah kebutuhan setelah kebutuhan primer yang merupakan tambahan atau pelengkap. Kebutuhan yang bersifat sekunder adalah kebutuhan yang dipenuhi setelah kebutuhan pokok atau primer. 

Kebutuhan sekunder merupakan tambahan atau pelengkap supaya bisa menjalankan kehidupan yang lebih baik lagi. Jika rumah atau tinggal merupakan kebutuhan primer, maka lokasi dan desain dikelompokkan sebagai kebutuhan sekunder. 

Gaya hidup manusia adalah kebutuhan yang bersifat sekunder. Kemampuan ekonomi yang dimiliki oleh seseorang akan membedakan kebutuhan sekunder.. 

Manusia memiliki budaya serta hidup di dalam masyarakat, sehingga memerlukan hal-hal yang lebih baik berhubungan dengan mutu, jenis, dan jumlah. Sekunder berasal dari kata “secundus” yang merupakan bahasa latin dan berarti kedua. 

Contohnya, seseorang membangun rumah dengan desain rumah yang bagus. Secara otomatis, orang tersebut juga memerlukan berbagai perabotan yang bagus untuk mengisi rumah, misalnya, lemari, sofa, alat dapur, dan perabotan lainnya yang berkualitas.

3.   Kebutuhan Tersier

Kebutuhan tersier sering kali juga disebut sebagai kebutuhan terhadap sesuatu yang mewah. Kebutuhan tersier merupakan kebutuhan yang dipenuhi paling akhir. Tujuan pemenuhan kebutuhan tersier merupakan untuk kesenangan pribadi atau keinginan. 

Tidak semua orang bisa memenuhi kebutuhan tersier, karena bersifat mewah. Kebutuhan tersier juga merupakan pelengkap kehidupan yang pemenuhannya bisa dihindari. Kebutuhan tersier bersifat prestise. 

Maksud prestise yaitu orang yang bisa memenuhi kebutuhan tersier akan terangkat martabat dan derajatnya (lebih terpandang). Banyak orang menyebut kebutuhan tersier tergolong kebutuhan mewah, karena pemenuhannya tertuju pada barang mewah. 

Sifat dari pemenuhan kebutuhan tersier juga untuk menjaga prestasi seseorang dalam kehidupan bermasyarakat. Pemenuhan untuk kebutuhan tersier tergantung dari strata ekonomi maupun kedudukan seseorang di kehidupan masyarakat.

Untuk memenuhi kebutuhan, biasanya seseorang akan memulai dari kebutuhan pokok karena kebutuhan ini sangat penting demi bisa melangsungkan kehidupan. Selanjutnya, setelah kebutuhan tersebut terpenuhi bisa dilanjutkan dengan kebutuhan sekunder bahkan tersier.

Pada tahap kebutuhan sekunder, biasanya seseorang akan menaikkan kebutuhan. Namun, kebutuhan tersebut tidak memiliki hubungan langsung dalam kelangsungan hidup orang tersebut. 

Untuk pemenuhan kebutuhan tersier, seseorang cenderung akan membeli barang yang mewah dan sebenarnya bukan hal yang penting dan tidak menjadi prioritas. Perilaku membeli barang-barang secara berlebihan dan kurang bermanfaat bisa dikatakan sebagai perilaku konsumtif. 

Tetapi, kamu harus tahu bahwa jenis kebutuhan tersebut bersifat relatif untuk satu orang dengan orang lain. Hal ini berarti bahwa setiap orang mempunyai pandangan berbeda terhadap suatu barang, apakah barang tersebut menjadi kebutuhan primer, sekunder, maupun tersier untuk dirinya. 

Misalnya, komputer dan smartphone dulu dianggap sebagai barang mewah atau tersier. Tetapi, bagi sebagian orang smartphone sudah menjadi kebutuhan primer. Hal tersebut bisa dilihat dalam masyarakat dimana hampir setiap rumah mempunyai smartphone.

Contoh Kebutuhan Sekunder, Primer, dan Tersier

Setelah mengetahui mengenai macam kebutuhan berdasarkan intensitas, kamu pasti ingin tahu apa saja contoh dari masing-masing kebutuhan tersebut. Berikut merupakan contoh dari kebutuhan primer, sekunder, dan tersier lengkap dengan penjelasannya:

1.   Contoh Kebutuhan Primer

Kebutuhan primer bisa dibagi menjadi tiga, yaitu sandang atau pakaian, pangan atau makan, dan papan atau tempat tinggal. 

Misalnya, kebutuhan primer untuk Tenaga Kerja Wanita yang bekerja di luar negeri adalah memenuhi kebutuhan pokok keluarga berupa biaya pendidikan anak, membangun rumah, serta kebutuhan sandang keluarga yang diperolehnya dari penghasilan selama bekerja di luar negeri. 

Sandang bisa diartikan sebagai pakaian. Pakaian merupakan kebutuhan dasar yang pertama, karena kehidupan dalam masyarakat mengharuskan seseorang untuk mengenakan pakaian. Selanjutnya, pangan yaitu sumber energi manusia serta kebutuhan yang utama. 

Kebutuhan dasar terakhir adalah papan yang berarti tempat tinggal atau rumah. Tanpa adanya tempat tinggal artinya kebutuhan dasar manusia belum bisa terpenuhi. Tempat tinggal adalah tempat untuk bernaung dan berteduh untuk keluarga yang paling aman serta nyaman. 

Tiga kebutuhan dasar tersebut adalah kebutuhan yang tidak bisa ditinggalkan. Kebutuhan primer sangat berkaitan dengan kehidupan layak yang dimiliki oleh seseorang. Berikut beberapa contoh kebutuhan primer dalam kehidupan sehari-hari, yaitu:

  • Sandang atau pakaian, berguna untuk melindungi dari panas maupun dingin. Contoh sandang adalah baju dan celana.
  • Pangan atau makan, yaitu kebutuhan berupa makanan dan minuman untuk memperoleh energi supaya bisa beraktivitas.
  • Papan atau rumah, tempat tinggal serta tempat berlindung.
  • Keluarga dan teman untuk menemani dan memberikan kasih sayang serta perhatian.
  • Kesehatan supaya manusia bisa bertahan hidup.
  • Pendidikan untuk menambah ilmu yang berguna bagi kehidupan.

2.   Contoh Kebutuhan Sekunder

Kebutuhan sekunder merupakan kebutuhan yang bertujuan untuk menunjang kehidupan sehari-hari, misalnya perabotan rumah tangga, alat-alat elektronik, sampai kendaraan pribadi. 

Contoh dari barang sekunder bisa dipengaruhi oleh beberapa faktor yang membuat kebutuhan tersebut berbeda-beda. Beberapa faktor yang mempengaruhi kebutuhan sekunder, yaitu:

Faktor Perkembangan Zaman

Seiring berkembangnya zaman, maka manusia juga dituntut untuk bisa mengikuti perkembangan tersebut. Hal ini bisa dilihat dari perbedaan kebutuhan yang sangat signifikan antara zaman dulu dan sekarang.

Faktor Adat Istiadat

Adat istiadat juga menjadi faktor yang dapat mempengaruhi kebutuhan pendamping. Misalnya, perbedaan kepercayaan, suku, dan ras. 

Perbedaan adat istiadat yang berbeda akan membuat kebutuhan dari setiap individu maupun kelompok dalam bermasyarakat atau bernegara menjadi berbeda.

Faktor Lingkungan

Lingkungan menjadi salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kebutuhan setiap individu. Dimana seseorang tinggal maka kebutuhannya juga akan berbeda. Hal ini juga membuat kebutuhan sekunder bersifat kultural.

Faktor Agama

Salah satu faktor yang bisa mempengaruhi kebutuhan pendamping adalah agama. Seseorang dengan agama yang berbeda memiliki kebutuhan yang berbeda dengan individu agama lain.

Beberapa contoh kebutuhan sekunder yaitu:

  • Peralatan rumah tangga. Perabotan untuk diletakkan di dalam rumah, misalnya kursi, meja, lemari, sofa, tempat tidur, rak, lampu, dan peralatan lainnya.
  • Handphone. Kegunaan handphone untuk kebutuhan komunikasi serta hiburan. Saat ini banyak orang yang kesulitan tanpa adanya handphone. Selain untuk komunikasi, handphone juga bisa memudahkan seseorang ketika melakukan pekerjaan.
  • Internet. Membantu dalam mengakses informasi serta komunikasi.
  • Komputer atau laptop. Membantu dalam menyelesaikan pekerjaan maupun tugas serta hiburan. Sehingga, komputer bisa menjadi kebutuhan sekunder pelajar dan pekerja.
  • Kendaraan pribadi. Kendaraan memiliki peranan yang penting untuk keperluan untuk mobilitas dan transportasi. Adanya kendaraan akan memudahkan seseorang untuk bepergian, misalnya berangkat ke kantor. Contohnya, sepeda, motor, atau mobil.
  • Alat elektronik. Membantu dalam melakukan aktivitas sehari-hari, seperti televisi, kipas angin, mesin cuci, kulkas, dan lainnya.
  • Olahraga. Untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh, misalnya sepak bola, lari, fitness, renang, senam, dan lainnya.
  • Peralatan makan. Misalnya, piring, sendok, garpu, gelas, dan lainnya.
  • Peralatan memasak. Misalnya, kompor, pisau, panci, wajan, spatula, dan lainnya.
  • Alat tulis atau peralatan belajar. Misalnya, buku, pulpen, pensil, penghapus, penggaris, dan lainnya.
  • Perlengkapan pakaian. Untuk menunjang pakaian utama, misalnya sandal, kaos kaki, topi, jaket, dan pakaian lainnya.
  • Peralatan kamar mandi, misalnya ember, sabun, sikat gigi, gayung, handuk, dan lainnya.
  • Informasi. Bisa diperoleh dari media surat kabar, media elektronik, maupun akses internet.
  • Rekreasi. Manusia memerlukan rekreasi untuk memberikan rasa bahagia dan senang. Rekreasi juga dapat menghilangkan rasa jenuh dan lelah dari aktivitas sehari-hari. Misalnya, rekreasi ke taman, pantai, waterpark, dan sebagainya.

3. Contoh Kebutuhan Tersier

Tujuan dari pemenuhan kebutuhan tersier adalah untuk pemuasan diri, kemewahan, dan menaikkan status sosial dalam kehidupan bermasyarakat. 

Ketika seseorang dengan penghasilan tinggi memutuskan untuk membeli perhiasan sampai mobil mewah, tujuannya adalah meningkatkan status dalam masyarakat supaya tidak dianggap sebagai masyarakat strata bawah. 

Oleh karena itu, tidak semua orang bisa memenuhi kebutuhan terhadap barang mewah atau kebutuhan tersier.  Barang-barang mewah tersebut dibeli setelah kebutuhan primer dan sekundernya terpenuhi. Beberapa contoh kebutuhan tersier dalam kehidupan, yaitu:

  • Perhiasan. Perhiasan tidak mempengaruhi kehidupan secara langsung, kepemilikan perhiasan memiliki tujuan adalah untuk meningkatkan status sosial, misalnya kalung berlian, cincin emas, gelang mutiara, dan lainnya.
  • Rumah mewah. Rumah merupakan kebutuhan primer bagi manusia yang berfungsi sebagai tempat untuk bernaung. Namun, rumah juga bisa dinilai sebagai barang tersier apabila bangunannya mewah. Misalnya,rumah dengan kolam renang, villa, apartemen, dan lainnya.
  • Aksesoris dan barang antik mahal. Misalnya, vas bunga, jam tangan, lukisan, guci, dan lainnya.
  • Pakaian branded. Pakaian merk terkenal dengan harga yang mahal.
  • Kendaraan mewah. Kendaraan adalah kebutuhan sekunder. Berbeda dengan kendaraan mewah yang merupakan kebutuhan tersier dan tidak memiliki pengaruh langsung terhadap kelangsungan hidup . Misalnya, mobil sport, kapal pesiar, jet pribadi, dan lainnya.

Apabila sebelumnya dijelaskan bahwa kendaraan pribadi merupakan barang sekunder, tetapi kendaraan juga bisa menjadi barang tersier untuk siswa. Dalam hal ini aktivitas yang dilakukan siswa tidak terlalu membutuhkan kendaraan pribadi. 

Kendaraan menjadi suatu kebutuhan yang sifatnya tidak begitu mendesak. Oleh karena itu, dalam keadaan seperti ini kendaraan pribadi bisa menjadi kebutuhan tersier untuk siswa.

Semakin tinggi tingkat perekonomian seseorang, biasanya kebutuhannya juga semakin banyak dan mewah. Kebutuhan primer yang wajib untuk dipenuhi diikuti dengan kebutuhan sekunder jika seseorang mampu sudah bisa membuat kehidupan seseorang lebih baik. 


Klik dan dapatkan info kost di dekatmu:

Kost Jogja Harga Murah

Kost Jakarta Harga Murah

Kost Bandung Harga Murah

Kost Denpasar Bali Harga Murah

Kost Surabaya Harga Murah

Kost Semarang Harga Murah

Kost Malang Harga Murah

Kost Solo Harga Murah

Kost Bekasi Harga Murah

Kost Medan Harga Murah