Contoh Kerangka Berpikir Kualitatif Penelitian dan Cara Menyusunnya
Agar mempermudah proses skripsi dengan metode kualitatif, ada baiknya kamu membuat kerangka berpikir kualitatif. Simak contohnya di artikel ini!
Cara Menyusun Kerangka Berpikir Kualitatif
Sebelum masuk pada pembahasan contoh kerangka berpikir kualitatif, sebaiknya kita belajar tentang cara menyusunnya terlebih dahulu.
Dengan mengikuti langkah-langkah di bawah ini, kamu dapat membuat kerangka berpikir kualitatif yang kokoh dan sistematis untuk penelitian.
Pastikan untuk fleksibel dan terbuka terhadap revisi dan penyesuaian sepanjang proses penelitian.
Bagaimana cara menyusun kerangka berpikir kualitatif?
1. Identifikasi Topik Penelitian
Pilih topik penelitian yang menarik dan relevan dengan minat kamu serta bidang studi yang digeluti.
2. Tinjauan Pustaka
Lakukan tinjauan pustaka untuk memahami latar belakang dan perkembangan terbaru dalam topik yang kamu pilih.
Identifikasi konsep-konsep kunci, teori-teori, dan penelitian terdahulu yang berkaitan dengan topik yang dipilih.
3. Riset Awal
Lakukan riset awal untuk memahami konteks dan ruang lingkup penelitian yang akan kamu lakukan. Identifikasi permasalahan atau pertanyaan penelitian yang ingin kamu jawab.
4. Tentukan Pendekatan dan Metode Penelitian
Pilih pendekatan penelitian yang sesuai dengan tujuan dan sifat topik kamu. Misalnya, kualitatif, kuantitatif, atau gabungan dari keduanya.
Pilih metode-metode pengumpulan data yang sesuai, seperti wawancara, observasi, atau analisis dokumen.
5. Rancang Kerangka Berpikir
Mulailah dengan bagian pendahuluan yang menjelaskan latar belakang, permasalahan penelitian, dan tujuan penelitian kamu.
Kemudian buat sub bagian untuk tinjauan pustaka, di mana kamu dapat menyajikan konsep-konsep kunci, teori-teori, dan temuan penelitian terdahulu yang relevan.
Setelah itu tentukan metode penelitian yang akan kamu gunakan dan jelaskan secara singkat dalam bagian metode penelitian.
Buat bagian analisis temuan yang akan mencakup temuan utama dari penelitian kamu dan interpretasinya.
Jangan lupa sertakan bagian implikasi dan rekomendasi yang menjelaskan implikasi praktis dan teoritis dari temuan kamu serta memberikan rekomendasi untuk tindakan selanjutnya atau penelitian lanjutan.
Akhiri dengan bagian kesimpulan yang merangkum temuan utama dan menarik kesimpulan dari penelitianmu.
6. Perbaiki dan Koreksi
Review kembali kerangka berpikir milikmu untuk memastikan bahwa setiap bagian terorganisir dengan baik dan sesuai dengan tujuan penelitian.
Selanjutnya, koreksi dan perbaiki bagian-bagian yang masih memerlukan penyesuaian atau perbaikan.
Halaman:

