Contoh Konflik Antar Kelas Sosial di Masyarakat dan Cara Penyelesaiannya
Pastinya kamu sudah pernah mendengar tentang konflik antar kelas sosial. Berikut ini adalah penjelasan dan contohnya.
Faktor-faktor Penyebab Konflik Sosial
Berikut ini beberapa faktor yang menjadi penyebab terjadinya konflik sosial, di antaranya:
1. Perbedaan Pendirian
Perbedaan pendirian tidak jarang menjadi alasan dari munculnya suatu konflik sosial.
Di dalam suatu masyarakat sering terjadi perbedaan pendapat atau cara pandang yang berbeda untuk sesuatu hal contohnya pada sikap politik.
Perbedaan sikap politik ini dapat menjadi benih munculnya konflik sosial bermasyarakat.
2. Perbedaan Keyakinan
Dengan keyakinan yang berbeda ini seringkali dapat memicu munculnya konflik sosial dalam masyarakat.
Saat ini masyarakat menjadi semakin permisif terhadap suatu cara-cara penggunaan kekerasan untuk menegakkan prinsip-prinsip dari agama yang dianut.
Hal ini tidak hanya terjadi antar pemeluk agama, tetapi juga sesama pemeluk agama tidak jarang mengalami hal ini.
3. Perbedaan Kebudayaan
Faktor yang ketiga ini karena adanya kebudayaan yang berbeda. Perbedaan antara kebudayaan setempat dengan kebudayaan dari luar wilayah. Hal ini juga dapat menyebabkan timbulnya suatu konflik sosial.
4. Perbedaan Kepentingan
Tentunya setiap orang memiliki kepentingannya masing-masing yang berbeda. Dari perbedaan ini dapat menyebabkan konflik dalam masyarakat dapat muncul.
Contohnya seperti demonstrasi sopir taksi konvensional yang terjadi di beberapa waktu yang lalu dan berakhir dengan bentrokan.
Mereka ini menolak akan keberadaan taksi dengan basis online yang dianggap sebagai pengambil penghasilan mereka.
5. Perubahan Sosial
Faktor dari konflik yang terakhir ini dapat muncul karena adanya perubahan sosial dan juga begitu sebaliknya.
Contoh Konflik Antar Kelas Sosial
Ada beberapa kasus konflik ini yang ada di Indonesia. Berikut ini contoh konflik antar kelas sosial:
1. Konflik Perusahaan dan Karyawan
Contoh konflik antar kelas sosial yang pertama ini karena karyawan masuk ke kelas proletar yang terkadang merasakan ketidakadilan saat tenaganya diperas dengan keras namun tidak diberikan upah yang layak.
Sedangkan kelas borjuis memiliki modal dengan menduduki posisi yang tinggi di perusahaan dan dianggap sebagai penindas para karyawan.
Saat para karyawan tersebut tidak puas dengan upah yang mereka terima, kemudian terjadi penuntutan kepada pihak perusahaan.
Terkadang ada demo atau tuntutan keadilan agar keinginan kaum karyawan ini dapat terpenuhi.
Contoh kasusnya pada tahun 2020 Serikat Pekerja TransJakarta yang menuntut pelunasan upah lembur hari libur nasional dan libur pemilu yang tidak dibayarkan di sepanjang tahun 2015 hingga 2019.
Konflik TransJakarta ini akhirnya berujung dengan laporan ke kantor polisi pada Agustus 2020.
Halaman:

