Contoh Kritik Sastra Novel Perahu Kertas, Surat Kecil Untuk Tuhan
Kira-kira sudahkah kamu memahami materi mengenai kritik sastra? Supaya kamu lebih paham lagi, yuk kita lihat dua contoh dari kritik sastra novel di bawah ini.
Suatu ketika, kondisi ayah Keenan semakin memburuk sehingga memaksa Keenan untuk harus kembali ke Jakarta guna melanjutkan perusahaan milik ayahnya. Tiba di Jakarta, Keenan pun bertemu kembali dengan Kugy, Noni, dan Eko.
Persahabat mereka yang sudah lama terputus pun akhirnya terjalin kembali. Hingga kemudian, Keenan mengetahui bahwa Kugy telah lama memendam rasa padanya, sama seperti apa yang ia rasakan. Akhirnya, persahabatan antara Kugy dan Keenan berujung pada pernikahan.
Unsur Ekstrinsik Novel
Unsur ekstrinsik karya sastra merupakan unsur-unsur yang membangun karya sastra dari luar.
Dalam novel Perahu Keras ini terdapa beberapa unsur ekstrinsik yang menonjol, seperti konflik antara orang tua dan anak dan budaya ngekos remaja yang sedang menempuh kuliah.
Kelebihan Novel
Novel Perahu Kertas punya kelebihan yang membuat karya sastra ini menarik untuk dibaca, yakni pemilihan temanya yang sangat dekat dengan realitas banyak orang, khususnya anak muda.
Oleh karena itu, tak heran jika cerita dalam novel ini mampu menghanyutkan para pembacanya.
Selain itu, novel ini juga punya gaya bahasa dan penceritaan yang ringan, lugas, serta sesuai dengan kondisi masyarakat.
Hal ini membuat cerita dan pesan dalam novel Perahu Kertas mudah dipahami serta dinikmati oleh pembacanya dari berbagai kalangan usia.
Tak hanya sampai disitu saja, penggambaran karakter, kemudian nama tokoh yang unik, penyajian latar yang rinci tapi tidak berlebihan, serta alur cerita yang kreatir membuat pembaca dapat menghadirkan imajinasinya selama membaca novel ini.
Kelebihan lainnya adalah terdapat nilai-nilai positif yang termuat dalam novel Perahu Kertas ini, dimana novel ini tidak hanya mengisahkan tentang percintaan remaja saja, namun juga termuat dinamika hidup tokoh-tokoh di dalam cerita yang mengajarkan tentang banyak hal.
Misalnya seperti persahabatan, hubungan dengan orang tua, tanggung jawab, serta sikap tidak mudah putus asa dalam mengejar mimpi.
