Contoh Kritik Sastra Novel Perahu Kertas, Surat Kecil Untuk Tuhan
Kira-kira sudahkah kamu memahami materi mengenai kritik sastra? Supaya kamu lebih paham lagi, yuk kita lihat dua contoh dari kritik sastra novel di bawah ini.
Tokoh
Tokoh-tokoh di dalam novel “Surat Kecil untuk Tuhan”, adalah Keke, ayah Keke, Andi, Pak Iyus, Bibi, Kak Kiki, Angel, Dr. Adi Kusuma dan Prof Muklis.
Latar Tempat
Penggambaran lantar tempat dalam novel Surat Kecil Untuk Tuhan, yakni di kota Jakarta tepatnya di kawasan Green Garden-Jakarta menuju ke Pedagang Kaki lima.
Gaya bahasa
Penulis menggunakan gaya bahasa sehari-hari (bahasa Indonesia yang tidak formal), serta tanpa adanya unsur repitif yang membosankan.
Analisis Mimetik
Perjuangan
Analisis Religius
Keke digambarkan sebagai seorang gadis yang taat pada agama dan selalu berdoa kepada Tuhan untuk meminta kekuatan dan kesabaran.
Kelebihan Novel
Novel Surat Kecil Untuk Tuhan punya kelebihan yang membuat karya sastra ini menarik untuk dibaca, yakni diangkat dari kisah nyata.
Dimana sosok Keke digambarkan tegar dan kuat serta memiliki semangat hidup yang tinggi. Oleh karena itu, tak heran jika cerita dalam novel ini mampu menghanyutkan para pembacanya.
Kelemahan Novel
Kekurangan novel Surat Kecil Untuk Tuhan adalah terlalu banyak kata-kata tersirat sehingga bisa menimbulkan kebingungan bagi pembacanya dalam meanfsirkan maknanya.
Nah, itulah informasi yang bisa Mamikos bagikan kepada kamu terkait contoh kritik sastra pada novel Perahu Kertas and Surat Kecil Untuk Tuhan.
Semoga dua contoh kritik sastra di atas bisa membantu kamu dalam memahami materi kritik sastra ya!
Jika kamu butuh informasi menarik lainnya seputar kritik sastra, kamu bisa kunjungi situs blog Mamikos dan temukan informasinya di sana.

