6 Contoh Latar Belakang Makalah, Skripsi, Proposal Juga Penelitian Lengkap
Penulisan latar belakang masalah bagi setiap karya tulis berbeda. Semakin tinggi target pembaca, semakin detail pula latar belakang masalah karya tulis yang perlu ditampilkan.
Contoh Latar Belakang Masalah
Judul Karya Tulis: Inovasi Lahan Persawahan Kabupaten Mamiri untuk Penanaman Padi Jenis CVR2
Kebutuhan makanan pokok berupa beras saat ini masih menjadi masalah yang belum terselesaikan. Indonesia sebagai negara agraris yang seharusnya mampu menyediakan pasokan beras bagi seluruh rakyatnya belum optimal.
Padahal, berdasarkan data tahun 90-an, Indonesia tercatat pernah menyandang predikat sebagai negara swasembada pangan.
Keberhasilan Indonesia untuk memenuhi kebutuhan rakyat tentu perlu dukungan berbagai pihak. Tidak hanya pemerintah saja yang menjadi kunci, tetapi juga rakyat terutama petani.
Meskipun demikian, ketersediaan bahan pangan berupa beras kini mengalami kelangkaan. Bahkan, pemerintah harus melakukan impor beras dari luar negeri.
Data tahun 2019 menyebutkan bahwa impor beras sudah dilakukan untuk mencukupi kebutuhan masyarakat.
Penyebab kelangkaan beras di negara agraris penting untuk diketahui. Faktor kebijakan pemerintah dan penggunaan lahan para petani akan menjadi fokus pembahasan penelitian.
Saat ini dapat kita lihat bahwa alih fungsi lahan pertanian menjadi perumahan hingga pertokoan sebagai fenomena umum.
Padahal, hal tersebut turut menjadi faktor penurunan produksi padi di Indonesia.
Untuk meningkatkan produksi padi, digunakan benih unggul yang sudah diteliti. Peneliti akan menguji tingkat produksi padi di areal persawahan Kabupaten Mamiri untuk jenis CVR2.
Jenis padi CVR2 dapat dipanen tiga kali dalam satu tahun, sehingga tidak perlu waktu lama untuk memproduksinya.
Di sisi lain, areal persawahan Kabupaten Mamiri yang membutuhkan perawatan diambil untuk mengetahui tingkat produksi jenis padi unggul tersebut.
Contoh Latar Belakang Skripsi
Judul Skripsi: Penerapan Metode Percepatan Belajar untuk Meningkatkan Motivasi Siswa pada Mata Pelajaran Matematika Kelas 3 SDN Wangirejo
Proses pendidikan di Indonesia mewajibkan seorang anak menjalani wajib belajar 9 tahun.
Seseorang dikatakan berhasil lulus dari suatu jenjang jika sudah memiliki ijazah sebagai bukti kelulusan. Wajib belajar 9 tahun mencakup pendidikan di Jenjang Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Pertama.
Selama menempuh studi, siswa akan mempelajari beragam mata pelajaran. Bagi siswa Sekolah Dasar, mata pelajaran wajib yang harus ditempuh diantaranya adalah matematika, bahasa Indonesia, IPA, IPS, dan agama. Setiap mata pelajaran memiliki karakteristik dan tingkat kesulitan berbeda.
Berdasarkan hasil survey yang dilakukan bulan Maret 2020 di SDN Wangirejo, data menunjukkan siswa kelas 3 mengalami kesulitan memahami mata pelajaran matematika.
Padahal, mata pelajaran tersebut diujikan pada Ujian Nasional. Oleh karena itu, diperlukan metode pembelajaran yang tepat untuk siswa siswi SDN Wangirejo.
Penelitian Buhungo (1990) menyebutkan bahwa siswa dapat belajar lebih cepat jika diberikan materi sesuai gaya belajarnya.
Pemberian materi berdasarkan gaya masing-masing siswa tersebut dinamakan dengan percepatan belajar.
Selain itu, siswa yang sudah termotivasi belajar akan lebih mudah memahami materi yang diberikan.
Penelitian ini membahas metode percepatan belajar untuk meningkatkan motivasi siswa.
Peneliti berharap adanya motivasi yang diimbangi pemberian metode belajar yang tepat akan membuat siswa senang belajar matematika.
Halaman:

