Contoh Literature Review dalam Penelitian beserta Cara Membuatnya yang Baik dan Benar

Apakah kamu kesulitan untuk membuat literature review? Para mahasiswa wajib merapat untuk mendapatkan tips mudah membuat literature review dan contohnya di sini.

21 November 2024 Lintang Filia

Kerangka Literature Review

Judul: Kesetaraan Gender dalam Persprektif Media Iklan

Penulis: Zarra Audina Vika Melati, Rashda Bintang Muhammad (2022)

Tujuan Penelitian: Menganalisis bagaimana peran perempuan direpresentasikan dalam iklan televisi di Indonesia dan mengidentifikasi bias gender yang terjadi.

Teori: Teori patriarki yang menyatakan bahwa media massa sering mereproduksi stereotip sosial dan memperkuat sistem nilai yang menempatkan perempuan pada posisi subordinasi.

Metode: Deskriptif kualitatif dengan wawancara terhadap perempuan pelaku media dan observasi yatangan iklan di televisi.

Hasil Penelitian: Perempuan masih sering direpresentasikan sebagai objek yang lebih menonjolkan seksualitas dan fisik, dibanding potensi intelektual.

Literature Review

Melatie dan Muhammad (2022) dalam artikelnya yang berjudul Kesetaraan Gender dalam Perspektif Media Iklan bertujuan untuk mengkaji bagaimana iklan televisi di Indonesia menggambarkan peran perempuan dan apakah penyampaian pesan dalam media massa tersebut menunjukkan bias gender.

Penelitian ini didasarkan pada teori patriarki yang menyatakan bahwa media massa sering mereproduksi stereotip sosial yang menempatkan perempuan dalam posisi subordinasi, memperkuat sistem nilai yang sudah mapan di masyarakat.

Dalam konteks iklan, perempuan sering kali direpresentasikan hanya berdasarkan daya tarik fisik dan peran domestik, sementara laki-laki lebih sering ditampilkan sebagai figur otoritas atau profesional. 

Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan wawancara dan observasi terhadap tayangan iklan di televisi sebagai teknik pengumpulan data.

Narasumber penelitian adalah perempuan yang berprofesi di media, yang memberikan wawasan terkait perspektif gender dalam periklanan.

Data yang diperoleh menunjukkan bahwa iklan televisi cenderung mengeksploitasi perempuan sebagai objek visual yang menarik, menonjolkan seksualitas mereka tanpa memberikan ruang untuk aktualisasi potensi intelektual.

Contoh yang sering ditemui adalah iklan produk kecantikan atau rumah tangga yang menampilkan perempuan sebagai sosok โ€œidealโ€ dalam peran domestik, seperti ibu rumah tangga yang bertugas mengurus suami dan anak, atau perempuan yang harus menjaga kecantikan untuk menyenangkan pasangan. 

Hasil penelitian juga menyoroti bagaimana representasi gender dalam iklan dapat memperkuat konstruksi sosial yang bias. Sebagai contoh, iklan produk pembersih sering kali menggambarkan perempuan sebagai satu-satunya pihak yang bertanggung jawab atas pekerjaan rumah tangga.

Close