40 Contoh Mobilitas Sosial Antargenerasi, Intragenerasi, dan Geografis
Mobilitas sosial terjadi secara menyeluruh di tengah kehidupan manusia. Berikut contoh-contoh mobilitas sosial dari berbagai tipe mobilitas sosial yang ada.
2. Contoh Mobilitas Sosial Intragenerasi
- Tina dan Tini merupakan kakak adik yang mendaftar CPNS. Tina gagal lolos CPNS di tahap pertama, sedangkan Tini berhasil diterima sebagai CPNS.
- Pak Deni mengalami kerugian atas hasil panen sawahnya. Akibatnya, anak-anaknya harus putus sekolah karena kekurangan biaya.
- Eri adalah seorang mahasiswa menjadi asisten dosen, karena prestasinya. Berkat hal itu, ia ditunjuk menjadi dosen ketika lulus kuliah.
- Yonny dan Yonna merupakan kakak beradik yang bekerja di instansi yang sama. Yonny bekerja sebagai kepala cabang, sedangkan Yonna sebagai staf biasa.
- Pak Heru adalah seorang kuli bangunan yang berhasil mendapatkan promosi dan menjadi mandor.
- Nini merupakan seorang desainer muda yang sukses, karena kerja keras dan ketekunannya bertahun-tahun dalam belajar fashion design.
- Lia yang awalnya seorang penjaga warung, kini menjadi pemilik restoran sukses dan mempunyai berbagai cabang di seluruh Indonesia.
- Seorang siswa di SMA A berkesempatan dalam mengembangkan IPTEK karena canggihnya zaman.
- Kegigihan Lalisa dalam berlatih dance, membuat ia berhasil debut di girl group BLACKPINK.
- Pak Andi yang awalnya bekerja sebagai staf administrasi, kemudian dipromosikan menjadi manajer karena kinerjanya yang baik.
- Rina yang sebelumnya hanya bekerja sebagai karyawan kontrak, kini diangkat menjadi pegawai tetap di perusahaan tempatnya bekerja.
- Seorang buruh pabrik yang kehilangan pekerjaannya kemudian membuka usaha kecil dan berhasil menjadi pengusaha mandiri.
- Dodi yang awalnya bekerja sebagai ojek pangkalan kini beralih menjadi driver ojek online dengan penghasilan yang lebih stabil.
- Seorang guru honorer berhasil lulus seleksi ASN dan mengalami peningkatan status sosial dalam kehidupannya.
3. Contoh Mobilitas Sosial Geografis
- Awalnya, Pak Joko berdomisili di Kota Solo, kemudian ia melakukan transmigrasi ke Sulawesi Selatan dan ia terpilih menjadi lurah di tempat transmigrasinya.
- Warga Wonogiri melakukan bedol desa ke Pulau Sumatera.
- Riri sulit mencari pekerjaan di tempat tinggalnya, akhirnya ia pindah ke Jakarta dan mendapatkan pekerjaan.
- Dalam rangka pemerataan penduduk, sebanyak 100 keluarga mengikuti program transmigrasi dari Pulau Jawa ke Sulawesi.
- Lily diterima beasiswa ke Singapura, sehingga ia harus pindah ke Singapura.
- Penduduk dari Desa X beramai-ramai berpindah ke wilayah lain, karena desa tersebut rawan bencana banjir dan tanah longsor.
- Doni merupakan salah satu warga dari Kebumen yang pindah ke Lampung Selatan.
- Setelah menikah, Dini berpindah dari Kota Semarang ke Kota Bandung karena mengikuti suaminya.
- Sari pindah dari desa ke kota untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi dan menetap di kota tersebut setelah lulus.
- Pak Hasan berpindah dari Aceh ke Kalimantan untuk bekerja di perusahaan perkebunan kelapa sawit.
- Sejumlah tenaga kerja Indonesia (TKI) bekerja ke luar negeri untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga.
- Mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia pindah ke Yogyakarta atau Bandung untuk menempuh pendidikan tinggi.
- Warga pesisir berpindah ke daerah perkotaan karena mata pencaharian sebagai nelayan semakin sulit akibat perubahan iklim.
Faktor yang Mempengaruhi Mobilitas Sosial
Ternyata, contoh mobilitas sosial antargenerasi, intragenerasi, dan geografis juga dipengaruhi oleh sejumlah faktor, lho.
Setidaknya, mobilitas dipengaruhi 5 (lima) faktor berikut:
1. Perubahan Kondisi Sosial
Perubahan status sosial dapat berubah karena adanya perubahan yang terjadi di dalam atau di luar masyarakat.
Misalnya, kemajuan di bidang teknologi dalam sektor industri akan membuka peluang terjadinya mobilitas vertikal ke atas.
2. Ekspansi Teritorial dan Gerak Penduduk
Perpindahan penduduk dan ekspansi sosial yang cepat adalah bukti terjadinya mobilitas sosial.
Contohnya, seorang fresh graduate yang melakukan urbanisasi dan mendapatkan pekerjaan layak.
Oleh karena itu, seorang fresh graduate yang melakukan urbanisasi tadi mengalami mobilitas vertikal ke atas, yakni dari belum memiliki pekerjaan ke memiliki pekerjaan.
3. Pembatasan Komunikasi
Kondisi yang membatasi komunikasi antara anggota kelas sosial yang berbeda menghambat pertukaran pengetahuan dan pengalaman di antara mereka.
Kondisi komunikasi yang terbatas ini pada akhirnya mempengaruhi mobilitas sosial.
4. Pembagian Kerja
Terjadinya mobilitas sosial relatif dipengaruhi oleh tingkat pembagian kerja yang tersedia. Apabila terjadi spesialisasi kerja yang ketat dalam masyarakat, maka mobilitas sosial menjadi lemah.
Sebab, spesialisasi kerja yang ketat menuntut keterampilan yang tinggi, sehingga akan menyulitkan seseorang yang ingin berpindah profesi.
Halaman:

