Advertisement
Source : hks.harvard.edu

40 Contoh Mobilitas Sosial Antargenerasi, Intragenerasi, dan Geografis

Mobilitas sosial terjadi secara menyeluruh di tengah kehidupan manusia. Berikut contoh-contoh mobilitas sosial dari berbagai tipe mobilitas sosial yang ada.

4 Januari 2026 Fajar Laksana

Kamu mungkin sudah tidak asing lagi dengan mobilitas sosial horizontal dan vertikal. Namun, tahukah kamu bahwa terdapat contoh mobilitas sosial antargenerasi, intragenerasi, dan geografis?

Selain dibedakan atas perubahan tingkat status sosial, mobilitas sosial juga dibedakan atas generasi dan geografisnya.

Wow, menarik sekali, bukan? Yuk pelajari mobilitas sosial lebih lengkapnya pada artikel ini! Baca sampai habis untuk mengetahui berbagai contoh mobilitas. 📖✨

Pengertian Mobilitas Sosial

Contoh Mobilitas Sosial Antargenerasi, Intragenerasi, dan Geografis
hks.harvard.edu
15 Contoh Stratifikasi Sosial Terbuka, Tertutup, dan Campuran Lengkap

Mobilitas sosial adalah sebuah kajian penting dalam ilmu sosiologi. Sebab, mobilitas sosial mampu menggambarkan dinamika yang terjadi di kelas sosial masyarakat.

Berdasarkan buku IPS Kelas VIII oleh Kemdikbud, mobilitas sosial diistilahkan sebagai perpindahan kedudukan atau posisi individu atau kelompok dari suatu lapisan masyarakat ke lapisan lainnya.

Secara umum, mobilitas sosial didefinisikan sebagai naik turunnya level sosial ekonomi yang dialami oleh individu atau kelompok dalam masyarakat.

2 Contoh Struktur Sosial Vertikal dan Horizontal serta Perbedaannya

Naik turunnya level sosial ekonomi memiliki kaitan dengan posisi keluarga dari individu yang mengalami mobilitas sosial.

Oleh karena itu, mobilitas sosial mengacu pada kemampuan individu untuk mencapai kondisi sosial ekonomi yang lebih buruk atau lebih baik daripada orang tua mereka.

Secara umum, mobilitas sosial berkaitan dengan kemampuan ekonomi atau kekayaan yang menyertai status sosial individu atau keluarga.

6 Contoh Diferensiasi Sosial di Lingkungan Sekolah Lengkap

Jenis-jenis Mobilitas Sosial

Mobilitas sosial dibagi menjadi 5 (lima) jenis, yaitu antargenerasi, intragenerasi, geografis, horizontal, dan vertikal.

Di dalam artikel ini akan menyajikan contoh mobilitas sosial antargenerasi, intragenerasi, dan geografis, tetapi kamu juga perlu memahami pengertian dari dua jenis lainnya.

1. Mobilitas Sosial Antargenerasi

Mobilitas sosial antargenerasi ditandai dengan adanya perubahan, dalam taraf hidup kehidupan dari sebuah keluarga, baik perubahan yang meningkat atau menurun.

Poin utama dalam mobilitas sosial antargenerasi ini yakni terletak di perpindahan status sosialnya, sehingga berdampak pada generasinya.

Contohnya, terdapat seorang petani yang pendidikannya hanya tamat SD saja, tetapi ia berhasil menyekolahkan anaknya sampai lulus sarjana.

Akhirnya, sang anak mampu mengubah status dan kondisi keluarganya sehingga ia mampu mengubah status sosial keluarganya.

2. Mobilitas Sosial Intragenerasi

Mobilitas sosial intragenerasi adalah perpindahan status yang dialami seseorang, tetapi masih pada generasi yang sama.

Maksudnya generasi yang sama yakni perubahan atau perpindahan status tersebut terjadi karena hal yang ia lakukan, bukan karena pencapaian orang lain.

3. Mobilitas Sosial Geografis

Mobilitas sosial geografis merupakan perpindahan individu atau kelompok dari suatu daerah ke daerah lainnya. Misalnya, seperti urbanisasi, transmigrasi, atau migrasi.

Mobilitas ini dapat menyebabkan perpindahan status sosial, baik ke atas atau ke bawah. Walaupun banyak di antaranya mengalami perpindahan status ke atas.

4. Mobilitas Sosial Horizontal

Mobilitas sosial horizontal memiliki pengertian sebagai perubahan yang dialami individu dan kelompok, sebagai objek sosial untuk menuju ke kelompok sosial lain yang sederajat.

Maksud dari sederajat adalah tidak terjadi perubahan pada derajat kedudukan atau status sosial seseorang tersebut.

5. Mobilitas Sosial Vertikal

Mobilitas sosial vertikal yakni sebuah perpindahan individu atau kelompok masyarakat sebagai objek sosial mengarah kedudukan sosial lain yang tidak setingkat, bisa naik atau turun.

Maksud dari tidak sederajat merupakan status sosial mengalami kenaikan atau penurunan. Mobilitas sosial vertikal memiliki dua arah, yaitu menuju ke atas (naik) dan ke bawah (turun).

Pada mobilitas sosial vertikal ke atas, bisa disebabkan oleh dua hal, yaitu masuk ke dalam status sosial atau kedudukan yang lebih tinggi, atau membentuk kelompok baru.

Penurunan kedudukan atau strata sosial disebut dengan mobilitas sosial vertikal ke bawah atau social sinking.

Adanya mobilitas sosial vertikal ke bawah didasarkan atas berbagai alasan, seperti turun jabatan, memasuki masa pensiun, pemecatan, berhalangan menjalankan tugas, dan lain sebagainya.

Contoh Mobilitas Sosial Antargenerasi, Intragenerasi, dan Geografis

1. Contoh Mobilitas Sosial Antargenerasi

  1. Yudi adalah anak dari seorang tukang becak. Ia berhasil menyelesaikan pendidikan hingga S2 dengan beasiswa penuh. Saat ini, ia dipercaya menjadi direktur perusahaan di Kota A.
  2. Sejak kecil, Mina membantu ibunya mengelola warung makan kecil. Sekarang, Mina menjadi wirausahawan sukses karena selalu mengembangkan keahlian memasaknya.
  3. Dinda sangat bekerja keras dalam mengembangkan online shop-nya, sehingga tokonya selalu banjir pesanan. Akibatnya, ia menjadi pengusaha sukses.
  4. Tono adalah anak dari seorang pejabat instansi pemerintahan. Sayangnya, ia harus masuk ke jeruji besi karena terlibat kasus penipuan.
  5. Sebuah keluarga mengalami kenaikan status sosial, karena salah satu anak dari keluarga tersebut mampu menjadi pengusaha yang sukses.
  6. Karena ketekunannya, Mitha berhasil menjadi profesor termuda dan mampu menyejahterakan keluarganya.
  7. Karena prestasinya semasa kuliah, Benny mampu mendapatkan pekerjaan dengan gaji yang tinggi, sehingga mampu memfasilitasi anak-anaknya dengan baik.
  8. Jeri adalah seorang pejabat tinggi di pemerintahan, tetapi ia mengalami kasus dugaan korupsi sehingga kekayaannya banyak disita hingga anak-anaknya menderita.
  9. Raka merupakan anak dari seorang buruh tani. Berkat kegigihannya menempuh pendidikan, ia kini bekerja sebagai pegawai negeri sipil dan memiliki status sosial yang lebih tinggi dari orang tuanya.
  10. Ayah Sinta bekerja sebagai sopir angkot, sementara Sinta berhasil menjadi dokter spesialis setelah menamatkan pendidikan kedokterannya.
  11. Budi berasal dari keluarga nelayan sederhana. Saat dewasa, ia sukses membangun usaha ekspor hasil laut dan mampu meningkatkan taraf hidup keluarganya.
  12. Anak dari seorang pedagang kaki lima berhasil menjadi anggota DPRD setelah aktif dalam kegiatan organisasi dan politik sejak muda.
  13. Seorang anak dari keluarga kurang mampu berhasil menjadi atlet nasional dan mendapatkan penghasilan tinggi dari prestasi olahraga yang diraihnya.

Halaman:

Advertisement