5+ Contoh Multikulturalisme di Indonesia dalam Lingkungan Masyarakat
Untuk lebih memahami apa itu multikulturalisme, Mamikos akan menguraikannya dalam artikel ini.
3. Sistem Agama
Agama sangat menentukan sikap dari masing-masing kelompok yang ada. Hal yang paling menonjol dari keberadaan agama ini adalah cara berpakaian dan adab dari suatu masyarakat.
Sebuah masyarakat yang sistem agamanya melekat akan berbeda dengan masyarakat yang tidak terlalu berpegang pada nilai-nilai agama.
Selain itu, agama yang dominan di sebuah daerah biasanya ditandai dengan tempat ibadah yang dominan juga di daerah tersebut.
Misalnya di daerah Minangkabau, dominasi masyarakat beragama Islam sehingga bangunan yang banyak ditemukan adalah masjid.
4. Perbedaan Sikap Menyerap Budaya Asing
Kemampuan seseorang dalam menyerap budaya asing biasanya membuat ia mudah menerima perbedaan.
Artinya, keterbukaan seseorang terhadap budaya asing dapat membuat ia bisa menghargai budaya orang lain.
Namun dampak negatifnya adalah ketika seseorang terlalu terbuka terhadap kebudayaan orang lain, ia akan terjerumus ke kebudayaan orang lain sehingga melupakan kebudayaan sendiri. Hal ini menjadi kekurangan dari daya serap budaya asing yang tinggi.
5. Asal Mula Masyarakat Bertentangan
Masing-masing wilayah memiliki latar belakang dan nenek moyang yang berbeda. Oleh karenanya, hal ini menimbulkan perbedaan budaya dari masing-masing wilayah tersebut.
Selain itu, pengaruh keyakinan dari nenek moyang biasanya sulit untuk dihapuskan dalam sebuah kelompok budaya.
Namun, dengan begitu masyarakat tidak mudah melepaskan tradisi yang sejak dulu sudah ada di tengah gempuran era globalisasi dan kebudayaan asing lebih mudah masuk seperti sekarang.
Bentuk dan Contoh Multikulturalisme
Menurut Parekh, multikulturalisme dibedakan menjadi lima bentuk yang diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Multikulturalisme Isolasionis
Bentuk ini berdasar kepada kondisi masyarakat yang terdiri dari berbagai macam kelompok budaya dan menjalankan hidup secara mandiri. Interaksi dalam bentuk multikulturalisme ini sangatlah minim.
Contoh dari bentuk multikulturalisme isolasionis ini di Indonesia adalah apa yang terjadi pada kelompok masyarakat Sanim.
Mereka menerima keragaman budaya yang ada, namun tetap hidup dan mempertahankan budaya mereka secara masing-masing.
Selain masyarakat Sanim, contoh lain adalah masyarakat Baduy di Banten. Mereka hidup secara mandiri, sangat menjaga adat dan budaya sendiri, serta jarang berinteraksi dengan kelompok luar.
2. Multikulturalisme Akomodatif
Multikulturalisme akomodatif adalah bentuk masyarakat plural yang mempunyai kebudayaan dominan yang kemudian membuat adanya penyesuaian serta akomodasi untuk kebutuhan kultural kaum yang lebih sedikit (minoritas).
Keberadaan kelompok yang dominan tidak menjadikan kelompok minoritas harus patuh dan mengikuti kebudayaan mereka.
Sebaliknya, kelompok mayoritas tetap menghargai kelompok minoritas untuk mempertahankan kebudayaan mereka.
Begitupun dengan kaum minoritas, mereka tidak menentang keberadaan kelompok mayoritas yang lebih mendominasi wilayah mereka.
Adapun contoh dari multikulturalisme akomodatif ini adalah ketika sekelompok keluarga Batak yang tinggal di komplek pesantren. Keberadaan keduanya saling menghargai dan tidak memengaruhi satu sama lain.
Contoh lain adalah komunitas Tionghoa yang tinggal di daerah mayoritas Jawa. Mereka tetap menjalankan tradisi Imlek dan perayaan budaya mereka, sementara warga Jawa tetap menghargai praktik budaya tersebut tanpa ikut campur.
Halaman:

