Advertisement
Source : Canva/@timeimage

3 Contoh Narasi Raport TK Usia 5-6 Tahun Kurikulum Merdeka yang Menarik

Apakah kamu sudah mulai perlu untuk menyusun narasi raport TK untuk anak usia 5-6 tahun? Simak kumpulan contoh narasi raport TK usia 5-6 tahun yang ada di bawah ini.

9 Juni 2026 Fatma

Raport merupakan dokumen penting yang perlu untuk dimiliki oleh setiap siswa yang sedang berada di bangku sekolah, termasuk yang berada di jenjang Taman Kanak-kanak atau TK.

Pada umumnya, raport tersebut berisi informasi mengenai perkembangan dan pencapaian yang dimiliki oleh siswa sepanjang masa atau periode pembelajaran tertentu. Bagian tersebut disampaikan melalui laporan seperti narasi raport PAUD TK usia 4-6 tahun yang sesuai dengan perkembangannya.

Dalam menyusun narasi tersebut, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan supaya mencakup seluruh informasi perkembangan siswa yang harus diketahui orang tua. Yuk, cari tahu seperti apa contoh narasi raport TK usia 5-6 tahun yang ada!📚✏️

Kumpulan Contoh Narasi Raport TK Usia 5-6 Tahun Kurikulum Merdeka

Kumpulan Contoh Narasi Raport TK Usia 5-6 Tahun Kurikulum Merdeka
unsplash.com/@sigmund
21 Contoh Narasi di Raport PAUD Usia 3-4 tahun Kurikulum Merdeka Semester 2 Singkat dan Menarik

Menyusun narasi untuk raport TK memang bukan sebuah hal yang mudah dan ada banyak aspek yang penting untuk diperhatikan dengan baik.

Setiap aspek ini biasanya menggambarkan perkembangan yang dimiliki oleh siswa dalam kurun waktu periode tertentu. Dari sini, laporan mengenai perkembangan yang dimiliki oleh siswa menjadi lebih mudah diketahui dan dipahami.

Selain itu, melalui narasi raport ini, orang tua menjadi lebih memahami dan tahu terkait dengan kondisi dari anak mereka sendiri selama di sekolah. Mereka juga mampu untuk bisa menyusun rencana supaya bisa mendukung perkembangan anak sesuai kebutuhan dengan lebih baik.

5 Contoh Narasi Raport PAUD dan TK Semester 1 Kurikulum Merdeka 2026

Berikut ini merupakan beberapa contoh narasi raport TK usia 5-6 tahun yang dapat kamu jadikan sebagai 

Contoh 1

Bidang Pengembangan Fisik:
Siswa menunjukkan perkembangan yang baik dalam bidang fisik. Mengendalikan kemampuan motorik kasar dengan baik. Termasuk dalam kegiatan berlari, melempar bola, dan melompat. Kemampuan motorik halus yang dimiliki siswa juga berkembang dengan baik. Siswa memperlihatkan kemajuan dalam kemampuan menggambar, memotong dengan bantuan gunting dan memberikan hasil yang begitu presisi.

Bidang Kognitif:
Siswa menunjukkan ketertarikan yang begitu besar dalam proses pembelajaran. Kemampuan kognitif yang dimiliki semakin meningkat dalam mengenali warna, bentuk benda, dan angka. Siswa dapat mengidentifikasi beberapa huruf dan angka. Siswa menunjukkan ketertarikan yang cukup besar untuk menyelesaikan teka-teki sederhana. Dalam proses pembelajaran, siswa terlihat begitu aktif.

Bidang Sosial-Emosional:
Siswa menunjukkan perkembangan dari sisi sosial-emosional ke arah yang positif. Siswa mampu untuk membangun interaksi dengan teman sebayanya dan mau untuk berbagi. Kemampuan siswa dalam mengungkapkan emosi yang dirasakan semakin baik. Ia mau untuk berbagi perasaannya dengan teman-temannya maupun guru di sekitarnya.

Bahasa dan Komunikasi:
Kemampuan berbicara yang dimiliki oleh siswa begitu baik. Ia dapat mengungkapkan perasaan maupun ide yang dimilikinya dengan kalimat yang lengkap dan jelas. Pilihan kosa kata yang digunakan semakin beragam.

Seni dan Kreativitas:
Siswa mulai menunjukkan minat dan bakat dalam bidang seni. Ia dapat menyampaikan imajinasi kreatif yang dimiliki ke dalam bentuk gambar. Siswa terlihat begitu senang untuk berpartisipasi dalam kegiatan menggambar dan mewarnai.

Kemandirian dan Tanggung Jawab:
Kemampuan siswa dalam kemandirian semakin meningkat untuk menyelesaikan berbagai tugas sehari-hari. Siswa mampu untuk mengenakan seragam sendiri, merapikan peralatan yang telah selesai digunakan, dan tanggung jawab atas barang yang dimilikinya. Siswa menunjukkan partisipasi dalam kegiatan kelas yang semakin meningkat.

Saran dan Catatan Penting:
Siswa perlu diberikan dukungan dengan terus menerus untuk bisa mengembangkan keterampilan sosial dan emosionalnya. Siswa perlu diberikan kesempatan lebih banyak untuk dapat berinteraksi dengan teman sebaya dan lingkungan sekitar.

Halaman:

Advertisement