3 Contoh Naskah Drama Singkat beserta Prolog dan Epilog Lengkap
Apakah kamu sudah pernah membuat naskah drama secara singkat sebelumya? Jika belum, simak contoh naskah drama singkat antagonis dan protagonis di bawah ini.
Penikmatnya juga diharapkan mampu untuk menangkap pesan yang berusaha disampaikan melalui naskah drama tersebut.
Tidak hanya menjadi bagian yang digunakan untuk menyampaikan amanat, tetapi epilog juga berfungsi untuk memberikan tafsirnya terhadap cerita tersebut.
Ia membantu penikmatnya untuk memahami apa sebenarnya intisari yang berusaha untuk ditampilkan oleh drama tersebut.
Maka dari itu, penting untuk kamu menggunakan epilog dalam menuliskan naskah drama. Tentunya kamu ingin membuat para penikmatnya tetap mendapatkan pesan yang berusaha untuk disampaikan tersebut dengan baik.
Contoh Naskah Drama Lengkap dengan Prolog dan Epilog Singkat
Memahami pengertiannya saja kurang cukup, kamu juga perlu untuk membaca contoh naskah drama singkat beserta prolog dan epilog yang benar.
Cara ini bisa membantu kamu untuk lebih mendalami seperti apa penggunaan keduanya dengan tepat.
Naskah yang digunakan di dalam drama sendiri menjadi sebuah petunjuk penting yang diberikan agar pemainnya bisa menyampaikan pesan dengan baik. Selain itu, mereka juga bisa memahami situasi cerita yang ada dengan lebih tepat.
Simak beberapa contoh naskah drama singkat beserta prolog dan epilog yang ada berikut ini.
Contoh 1
Rani dan Nasa sedang berduduk santai di teras depan rumah saat matahari sore menjelang terbenam. Mereka sebenarnya sedang menunggu seorang sosok yang sudah lama tidak pernah pulang ke rumah.
Situasi diam yang ada di antara merekaΒ membuat Rani merasa kurang nyaman dan akhirnya berusaha untuk memberanikan diri berbicara.
Rani: Nas, sepertinya setelah ini lebih baik untuk kita tidak lagi membicarakan mengenai Ayah.
Nasa: Loh, kenapa? Memangnya ada yang salah dengan hal itu?
Rani: Kita sudah menunggu dia selama bertahun-tahun setelah dia terakhir menginjakkan kakinya di rumah ini. Mau menunggu beliau datang lagi sampai kapan?
Nasa: Ran, tapi beliau sudah berjanji kepada kita untuk segera kembali. Aku yakin Ayah akan tetap pulang nanti.
Rani: Sudah berapa lama sejak kita menunggu kepulangannya? Dia tidak pernah datang sama sekali. Bahkan, kita tidak tahu bagaimana kabarnya.
Nasa: Ayah nggak pernah mengingkari janji yang dia buat, Ran. Aku yakin itu tentang dia.
Rani: Buat apa sih, Nas kamu melakukan ini? Sudah jelas dia nggak akan pernah pulang. Kalau memang peduli dengan kita, pasti setidaknya sudah mengirimkan surat.
Nasa: Ran!
Rani: Sudah, aku lelah. Terserah kalau kamu tetap mau menunggu di sini. Aku masuk duluan.
Melihat saudara kembarnya yang mulai kehilangan kesabarannya, Nasa menghembuskan nafasnya yang berat. Dia tahu dan sadar mereka sudah menunggu terlalu lama.
Akan tetapi, dia yakin dan tetap ada di terasa menunggu Ayahnya yang janji akan segera pulang.
Contoh 2
Saat itu sedang waktu istirahat di SMA Sentosa. Adi dan Wibowo terlihat santai menyantap sarapannya sambil bergurau.
Namun, hal tersebut tidak berlangsung lama setelah Andi membawa kabar mencengangkan untuk mereka.
Adi: Lain kali kita harus cobain masakan ini lagi, Wo. Enak banget!
Wibowo: Pasti, lah! Murah banget ini buat kita. Porsinya juga cukup banyak.
Andi: Kalian nih isi perut buat amunisi nanti, ya?
Wibowo: Amunisi apa? Kita lapar.
Andi: Kuis matematika.
Adi dan Wibowo: Jangan bercanda!
Andi: Selesai makan cek grup WhatsApp kelas ya. Selamat menikmati.
Andi kemudian pergi ke bangkunya meninggalkan Adi dan Wibowo yang masih termenung. Mereka tidak mengecek HP sama sekali sejak mata pelajaran pertama dari pagi.
Halaman:

