Advertisement
Source : unsplash.com/Kyle Head

5 Contoh Naskah Drama tentang Persahabatan Singkat dan Menarik

Apakah kamu pernah menulis naskah drama? Nah, artikel kali ini akan membahas lebih lanjut mengenai contoh naskah drama singkat bertemakan persahabatan.

31 Maret 2024 Bella Carla

Contoh 2 – Naskah Drama tentang Persahabatan

Ketika jam istirahan sekolah telah tiba, Ali, Dona, Mella, Wanda, dan Harry memesan makanan di kantin sembari mengobrol bersama.

Mella: “Kalian tahu tidak kenapa Dika tidak masuk sekolah selama tiga hari? Apa dia sakit?”

Harry: “Terakhir aku ketemu Dika sih kemarin sore, dia kelihatan seperti sedang duduk termenung di teras rumahnya ketika aku hendak ke warung dekat rumahnya. Aku juga sempat bertanya kenapa dia merenung dan tidak masuk sekolah. Dia hanya menjawab tidak apa-apa dan beralasan jika akhir-akhir ini dia memang selalu bangun kesiangan aja.”

Dona: “Hmm, rasanya tidak mungkin Dika kesiangan terus menerus. Dia kan anak rajin, bahkan dia selalu bangun sebelum azan subuh. Jangan-jangan Dika sedang ada masalah tapi dia tidak ingin menceritakan pada kita?”

Wanda: “Oh iya, aku juga tiba-tiba teringat. Tiga hari yang lalu sepulang sekolah, ibuku bercerita kalau dia melihat Dika di pasar sedang membantu ibunya berjualan. Bukankah hari itu hari di mana pertama kalinya Dika tidak masuk sekolah?”

Ali: “Sebaiknya, sepulang sekolah nanti kita mendatangi rumahnya untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi pada Dika.”

Wanda, Harry, Mella, dan Dona setuju dengan usulan Ali. Sore harinya mereka berkumpul dan berangkat bersama menuju rumah Dika. Di sana mereka menemukan Dika sedang merapikan barang dagangan ibunya.

Dika: “Teman-teman ada apa ya? Kok tumben kalian mendadak kemari? Sini masuk dan duduk dahulu.”

Dona: “Gapapa, Dik. Kami cuma mau memastikan alasan kenapa kamu tidak masuk sekolah selama tiga hari belakangan ini. Karena kami semua tahu bahwa kamu sahabat kami yang paling rajin dan kami curiga kalau kamu sedang ada masalah.”

Ali: “Iya, Dik. Sebaiknya kamu menceritakan semuanya kepada kami apa masalahmu sebenarnya, Dik. Supaya kami juga bisa sedikit membantu kamu.”

Dika: “Maaf ya sebelumnya teman-teman, bukannya aku enggan cerita. Tapi aku malu dan tidak ingin menyusahkan kalian. Sekarang aku harus bekerja membantu Ibu untuk meringankan biaya sekolah. Dan sepertinya aku terancam tidak bisa membayar uang SPP. Aku juga merasa kasihan melihat Ibu bekerja sendiri.”

Mella: “Kalau begitu besok sore kami akan membantu berkeliling menjualkan sebagian daganganmu. Bagaimana teman-teman?”

Harry: “Iya boleh, setuju!”

Wanda: “Ibuku sering membeli dagangan Ibumu karena ikan dan sayurnya selalu segar. Jajanan pasarnya juga lezat. Nanti aku coba tanyakan pada Ibu ya sekalian menawarkan jajanan ibumu kepada teman-teman arisannya.”

Dika: “Terima kasih ya, sahabat-sahabatku. Kalian memang teman terbaik yang pernah aku miliki.”

Halaman:

Advertisement